Persaudaraan dalam Kristus

Info

Selasa, 6 April 2021

Persaudaraan dalam Kristus

Baca: Filipi 1:3-8

1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. —Filipi 1:3

Persaudaraan dalam Kristus

Studi Perkembangan Orang Dewasa yang dilakukan oleh Universitas Harvard merupakan penelitian yang sudah berjalan selama beberapa dekade. Hasil proyek tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya jalinan hubungan yang sehat antarmanusia. Riset dimulai dari 268 mahasiswa tingkat dua Universitas Harvard pada dekade 1930-an dan kemudian meluas hingga mencakup, antara lain, 456 warga kota Boston. Para peneliti mewawancarai para peserta dan meneliti catatan medis mereka setiap beberapa tahun sekali. Mereka menemukan bahwa ternyata hubungan yang erat dengan orang lain menjadi faktor terbesar yang menentukan kebahagiaan dan kesehatan. Ternyata, besar kemungkinan kita akan merasakan sukacita yang lebih mendalam apabila hidup kita dikelilingi oleh orang-orang yang tepat.

Hasil tersebut tampaknya mencerminkan apa yang digambarkan oleh Rasul Paulus dalam Filipi 1. Sang rasul yang menulis dari dalam penjara itu ingin menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya bahwa ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali mengingat mereka, dan ia mendoakan mereka “dengan sukacita” (ay.4). Mereka bukan saja sahabat biasa, tetapi juga saudara-saudari di dalam Yesus yang “turut mendapat bagian dalam kasih karunia” Allah, melayani bersamanya dalam pemberitaan Injil (ay.7). Mereka saling berbagi dan memberi diri—ciri dari persekutuan sejati yang dibentuk oleh kasih Allah dan berita Injil.

Persahabatan memang penting, tetapi persaudaraan dalam Kristus menghasilkan sukacita yang sejati dan dalam. Kasih karunia Allah dapat menyatukan kita dalam ikatan yang sama sekali berbeda dengan ikatan-ikatan lain yang ada. Di dalam masa-masa kehidupan yang tergelap sekalipun, sukacita yang timbul dari ikatan persekutuan tersebut akan tetap bertahan.—Glenn Packiam

WAWASAN
Ketika Paulus mengingat-ingat hubungannya dengan jemaat Filipi “mulai dari hari pertama sampai sekarang ini” (Filipi 1:5), ia memberikan alasan bagi mereka untuk terus berharap di masa mendatang (ay.6). Paulus dan rekan-rekannya telah mencoba untuk pergi ke tempat lain, sebelum kemudian mendapat penglihatan dari Allah unttuk datang ke daerah mereka (Kisah Para Rasul 16:6-12). Setibanya di sana, ia bertemu dengan Lidia, yang bersama dengan perempuan-perempuan lain sedang berkumpul di tepi sungai di luar kota untuk menantikan jawaban Allah atas doa-doa mereka (ay.13-15). Keterbukaan hati Lidia yang diikuti dengan pembaptisan seisi rumahnya adalah awal terjadinya serangkaian peristiwa luar biasa (ay.16-40). Sungguh awal yang luar biasa! Di Filipi, Paulus dan Silas bertemu dengan hamba petenung yang kerasukan roh jahat; ditangkap, didera, dipenjara; selamat dari gempa bumi; dan menyaksikan pengalaman yang menakjubkan dari seorang kepala penjara yang bertobat dan pembaptisan keluarganya. Allah saja yang telah mempertemukan mereka semua. —Mart DeHaan

Siapa saja sahabat-sahabat yang berada di sekelilingmu? Apa sifat utama dari hubunganmu? Bagaimana kasih karunia Allah telah membentuk ikatan persaudaraan yang kamu miliki?

Ya Allah, terima kasih untuk persahabatan yang Engkau anugerahkan. Tolonglah aku mengungkapkan rasa terima kasihku kepada mereka yang selama ini setia menemaniku. Berilah aku kasih karunia untuk menguatkan dan menyemangati mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 4-6; Lukas 9:1-17

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

57 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!