Melihat dengan Sudut Pandang Baru

Info

Jumat, 23 April 2021

Melihat dengan Sudut Pandang Baru

Baca: Filipi 2:1-5

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingan-nya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. —Filipi 2:4

Melihat dengan Sudut Pandang Baru

Sebuah permainan komputer menempatkan seratus pemain di suatu pulau virtual untuk saling bersaing hingga tersisa satu pemain. Setiap kali seseorang tersingkir oleh lawannya, ia masih dapat memantau jalannya permainan lewat sudut pandang sang lawan. Seorang jurnalis berkomentar, “Ketika seseorang menggunakan sudut pandang pemain lain, terjadi perubahan perasaan . . . dari keinginan untuk menyelamatkan diri . . . menjadi solidaritas bersama . . . Ia mulai mendukung orang asing yang baru beberapa saat sebelumnya menyingkirkannya.”

Perubahan terjadi setiap kali kita membuka diri untuk melihat pengalaman orang lain, memandang jauh melampaui sudut pandang kita sendiri dan memperhatikan penderitaan, ketakutan, atau harapan yang dirasakan oleh sesama kita. Ketika kita mengikuti teladan Yesus dengan “tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia”, dan sebaliknya “dengan rendah hati . . . menganggap yang lain lebih utama dari pada diri [kita] sendiri,” barulah kita memperhatikan apa yang mungkin kita lewatkan selama ini (Flp. 2:3). Kepedulian kita tidak lagi hanya kepada diri sendiri. Kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berbeda. Daripada disibukkan dengan kebutuhan atau kecemasan diri sendiri, kita lebih mempedulikan kesejahteraan orang lain. Kita tidak lagi “hanya memperhatikan kepentingan [kita] sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (ay.4). Alih-alih menjaga apa yang kita anggap dibutuhkan untuk berhasil, kita dengan senang hati melakukan apa saja yang perlu untuk membantu orang lain berkembang.

Dengan sudut pandang yang telah berubah itu, kita menumbuhkan rasa belas kasihan kepada orang lain. Kita mencari cara-cara baru untuk mengasihi keluarga kita sendiri. Bisa jadi kita bahkan berdamai dengan musuh kita!—WINN COLLIER

WAWASAN
Kata yang diterjemahkan sebagai “persekutuan” dalam Filipi 2:1 adalah koinonia dalam bahasa Yunani. Terjemahan lain meliputi kata-kata seperti “kebersamaan” atau “keakraban”, yang intinya adalah mengambil bagian dalam kehidupan bersama. Yang dimaksud adalah berbagi sesuatu dengan seseorang. Kata koinonia muncul enam kali dalam kitab Filipi (1:5,7; 2:1; 3:10; 4:14,15). Dalam 1:5 dan 4:15, kita bisa melihat Paulus dan jemaat Filipi saling mengambil bagian dalam pelayanan mereka. “Persekutuan Roh” adalah salah satu kenyataan dalam kehidupan bersama orang percaya dalam Kristus (2:1). Ketika Paulus menulis, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (3:10), ia sedang menyatakan kerinduannya untuk mengalami kehadiran Kristus dengan lebih utuh, sekalipun itu berarti menderita hal-hal yang menyakitkan dan tidak menyenangkan. —Arthur Jackson

Bagaimana Roh Kudus dapat menolongmu untuk tidak egois dan berpandangan sempit? Bagaimana cara Allah mendorongmu melihat orang lain dengan sudut pandang baru?

Tuhan Yesus, betapa seringnya aku hanya melihat ketakutan, kesulitan, atau kekuranganku. Tolonglah aku mempedulikan saudara-saudariku. Aku ingin benar-benar memperhatikan dan mengasihi mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 16-18; Lukas 17:20-37

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

45 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!