Bekerja Bersama

Info

Kamis, 29 April 2021

Bekerja Bersama

Baca: Keluaran 18:13-23

18:13 Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang.

18:14 Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: “Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?”

18:15 Kata Musa kepada mertuanya itu: “Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah.

18:16 Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah.”

18:17 Tetapi mertua Musa menjawabnya: “Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.

18:18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.

18:19 Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.

18:20 Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

18:21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

18:22 Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.

18:23 Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.”

Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas. —Keluaran 18:23

Bekerja Bersama

Joe bekerja lebih dari dua belas jam sehari, sering kali tanpa istirahat. Memulai sebuah badan amal telah menuntut begitu banyak waktu dan energi sehingga tidak banyak yang bisa ia lakukan bersama istri dan anak-anaknya ketika ia pulang. Setelah Joe dirawat di rumah sakit karena menderita stres kronis, seorang teman menawarkan diri untuk membentuk sebuah tim untuk membantunya. Meski enggan melepaskan kendalinya, Joe tahu ia tidak bisa terus bekerja gila-gilaan seperti itu. Ia pun setuju untuk mempercayai temannya—dan juga Allah—dengan melimpahkan sejumlah wewenang kepada sekelompok orang yang mereka pilih bersama. Setahun kemudian, Joe sendiri mengakui bahwa badan amal itu, dan juga keluarganya, mungkin tidak akan bertahan seandainya ia menolak pertolongan yang dikirimkan Allah kepadanya.

Allah tidak merancang manusia untuk maju berkembang tanpa dukungan suatu komunitas yang penuh kasih. Dalam Keluaran 18, Musa telah memimpin bangsa Israel melewati padang gurun. Ia mencoba melayani umat Allah seorang diri, dengan menjadi guru, penasihat, sekaligus hakim mereka. Ketika ayah mertuanya datang, ia pun menasihati Musa: “Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini.” Yitro berkata, “Pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja” (Kel. 18:18). Ia mendorong Musa untuk membagi beban pekerjaannya dengan orang-orang yang cakap dan dapat dipercaya. Musa setuju dan mau menerima bantuan sehingga seluruh umat menerima manfaatnya.

Ketika kita percaya Allah bekerja di dalam dan melalui seluruh umat-Nya yang bekerja sama, kita dapat menerima kelegaan sesungguhnya. —Xochitl Dixon

WAWASAN
Di paruh pertama Keluaran 18, nama mertua Musa disebut Yitro (ay.1,5,9,12), tetapi dalam Keluaran 2, ketika kita pertama kali bertemu laki-laki yang kelak menjadi mertua Musa itu, ia disebut Rehuel (ay.18,20). Kemudian, Bilangan 10:29 menyebut tentang “Hobab anak Rehuel orang Midian, mertua Musa.” Apakah Yitro dan Rehuel orang yang berbeda? Para ahli meyakini bahwa Yitro mungkin suatu gelar atau memang mertua Musa itu mempunyai dua nama. Keluaran 2:18,20 dan 3:1 menggunakan nama-nama itu bergantian. Lalu, di 2:16 dan 3:1 ia disebut “imam di Midian.” Ia adalah orang yang menasihati Musa dalam Keluaran 18. —Tim Gustafson

Bagaimana kamu dapat mempercayai Allah dengan cara meminta atau menawarkan bantuan kepada salah seorang pemimpinmu? Bagaimana Allah telah menyediakan bagi kamu dukungan dari orang-orang yang dapat dipercaya?

Allah Bapa, terima kasih karena Engkau tidak pernah memintaku menjalani hidup tanpa pertolongan-Mu atau dukungan orang lain.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 6-7; Lukas 20:27-47

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

56 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!