Allah Sumber Segala Penghiburan

Info

Kamis, 22 April 2021

Allah Sumber Segala Penghiburan

Baca: 2 Korintus 1:3-7

1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

[Allah] menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan. —2 Korintus 1:4

Allah Sumber Segala Penghiburan

Seekor anak kucing yang diberi nama Radamenes pernah dilepas pemiliknya di tempat penampungan hewan, karena kondisinya yang sakit dianggap sudah tidak bisa dipulihkan lagi. Namun, anak kucing itu berhasil dirawat sampai sembuh dan diadopsi oleh dokter hewan yang merawatnya. Ia kemudian menjadi penghuni tetap di tempat penampungan hewan tersebut dan sekarang menghabiskan hari-harinya “menghibur” para kucing dan anjing—yang baru saja dioperasi atau dalam masa pemulihan setelah sakit—melalui kehadirannya yang hangat dan dengkuran lembutnya.

Itulah gambaran sederhana yang melukiskan karya Allah yang penuh kasih bagi kita—dan apa yang dapat kita lakukan bagi orang lain sebagai balasannya. Dia memelihara kita saat kita berada dalam penderitaan dan pergumulan, serta menenangkan kita dengan kehadiran-Nya. Dalam surat 2 Korintus, Rasul Paulus menyebut Allah kita sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” (1:3). Ketika kita berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur [kita] dalam segala penderitaan [kita]” (ay.4).

Namun, ayat 4 tidak berakhir di sana. Paulus, yang pernah mengalami penderitaan hebat, melanjutkan, “sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” Allah Bapa menghibur kita, dan setelah kita mengalami penghiburan-Nya, kita dimampukan untuk menghibur orang lain.

Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita sangat sanggup menghibur kita di tengah penderitaan dan kesusahan kita (ay.5). Dia menolong kita melewati masa-masa yang sulit dan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.—Alyson Kieda

WAWASAN
Para ahli percaya bahwa Paulus menulis setidak-tidaknya empat surat kepada jemaat di Korintus yang sedang bergumul dalam iman mereka. Dalam 1 Korintus 5:9-11, Paulus menyinggung sepucuk surat yang pernah ia kirim untuk memperingatkan jemaat agar tidak “bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara [dalam Kristus], adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu.” Dalam 2 Korintus 2, Paulus menyebut adanya surat yang ditulis antara 1 dan 2 Korintus. “Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata,” katanya mengenai surat itu (ay.4). Rupanya, ia memakai kata-kata keras di dalam surat tersebut untuk menegur perilaku tidak senonoh yang terjadi di dalam gereja. Hal ini memberikan pengertian tambahan bagi kata-kata pembuka dari 2 Korintus, surat terakhir dari empat surat Paulus. Kata-kata Paulus yang penuh penghiburan dan dorongan dalam 1:3-7 menunjukkan kasih dan kepemimpinannya yang tulus. —Tim Gustafson

Kapan kamu merasakan penghiburan Allah pada masa-masa sulit? Pernahkah kamu meneruskan penghiburan itu kepada orang lain?

Ya Allah, terima kasih atas kehadiran-Mu yang menghiburku di tengah penderitaan dan kesedihan yang kualami. Tolonglah aku untuk kemudian dapat menghibur orang lain juga.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 14-15; Lukas 17:1-19

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

48 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!