Tidak Mencampuri Persoalan Orang

Info

Sabtu, 6 Maret 2021

Tidak Mencampuri Persoalan Orang

Baca: 1 Tesalonika 4:9-12

4:9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.

4:10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.

4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,

4:12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

 

Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri. —1 Tesalonika 4:11 BIS

Tidak Mencampuri Persoalan Orang

Bertahun-tahun lalu, saya sedang berjalan-jalan menyusuri jalan setapak ke atas gunung bersama Josh, anak lelaki saya, ketika kami melihat kepulan debu di udara. Pelan-pelan kami mendatangi sumber kepulan itu dan menemukan seekor musang sedang membuat sarangnya di dalam tanah. Kepala dan pundak musang itu berada di dalam lubang, dengan kedua kaki depan menggali tanah dengan penuh semangat dan kedua kaki belakang menghamburkan tanah ke segala arah. Karena terlalu asyik dengan pekerjaannya, musang itu tidak mendengar kedatangan kami.

Saya tergoda untuk menyodok musang itu dari belakang dengan sebatang ranting yang tergeletak di dekat situ. Sodokan saya tidak membuatnya terluka, tapi hewan itu meloncat kaget dan langsung menerjang ke arah kami! Saat itu juga, Josh dan saya lari terbirit-birit menjauhi si musang yang marah.

Saya belajar sesuatu dari keisengan saya itu: Adakalanya lebih baik kita tidak usah mencampuri urusan orang lain. Pelajaran itu pun berlaku dalam hubungan kita dengan saudara-saudari seiman kita. Kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus berkata, “Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri” (1Tes. 4:11 BIS). Kita perlu berdoa bagi sesama dan berusaha membagikan firman-Nya dengan penuh kasih, serta sesekali memberikan nasihat dan teguran dengan lemah lembut. Akan tetapi, penting bagi kita untuk berusaha hidup dengan tenang dan tidak mencampuri hidup orang lain. Sikap kita dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang belum mengenal Allah (ay.12). Kita semua dipanggil untuk “saling mengasihi” (ay.9 BIS).—DAVID H. ROPER

WAWASAN
Gereja Tuhan di Tesalonika, meski tidak sempurna sama seperti semua organisasi buatan manusia, tetaplah suatu jemaat yang terkemuka dalam Perjanjian Baru. Jemaat yang dirintis oleh Paulus, Silas, dan Timotius (Kisah Para Rasul 16:1-5; 17:1-3) ini berkembang pesat menjadi pusat gerakan penginjilan. Salah satu penyebabnya adalah kesaksian luar biasa yang ditunjukkan jemaat Tesalonika tentang kuasa Injil yang mengubahkan hidup. Paulus memuji perubahan itu dalam bagian pembuka suratnya, dengan mengatakan bahwa kesaksian mereka telah tersiar sampai jauh: “Mereka sendiri berceritera . . . bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (1 Tesalonika 1:9). Dalam peradaban Yunani abad pertama yang marak dengan penyembahan berhala, berbaliknya orang-orang Tesalonika dari berhala-berhala menunjukkan terjadinya perubahan yang dramatis—berbalik dari patung mati berbahan kayu dan batu kepada Allah yang bukan saja hidup, tetapi memberikan hidup kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Dengan tidak lagi menyembah berhala melainkan hanya menyembah Allah yang hidup, jemaat Tesalonika sungguh menunjukkan terjadinya perubahan hidup yang sejati. —Bill Crowder

Apa yang biasanya terjadi ketika kamu mencampuri urusan orang lain? Hal apa yang seharusnya pertama-tama kamu lakukan bagi mereka?

Ya Allah, ajarlah aku untuk tahu apa artinya mengasihi sesamaku dengan lebih baik.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 1-2; Markus 10:1-31

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

33 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!