Pantang Menyerah

Info

Senin, 1 Maret 2021

Pantang Menyerah

Baca: Yosua 1:1-9

1:1 Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:

1:2 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.

1:3 Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.

1:4 Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu.

1:5 Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

 

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini. —Yosua 1:8

Pantang Menyerah

“Waktu berlalu, lalu perang datang.” Demikianlah cara Uskup Semi Nigo dari suku Keliko di Sudan Selatan menjelaskan mengapa jemaatnya sudah lama tidak juga mempunyai terjemahan Alkitab yang dicetak dalam bahasa mereka sendiri. Berpuluh-puluh tahun sebelumnya, kakek dari Uskup Nigo pernah dengan bersemangat memulai proyek penerjemahan Alkitab, tetapi perang dan berbagai gangguan terus menghambat upaya tersebut. Akan tetapi, meskipun kamp-kamp pengungsian mereka di wilayah utara Uganda dan Republik Demokratik Kongo berulang kali diserang, sang uskup dan jemaatnya tetap berusaha keras menyelesaikan proyek tersebut.

Kegigihan mereka akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjuang hampir tiga puluh tahun, para pengungsi pun menyambut kiriman Alkitab Perjanjian Baru yang dicetak dalam bahasa Keliko dengan sebuah perayaan yang meriah. “Semangat warga Keliko sangat tinggi dan tidak terungkapkan oleh kata-kata,” kata salah seorang konsultan proyek penerjemahan tersebut.

Komitmen suku Keliko mencerminkan ketekunan yang dikehendaki Allah dari Yosua. Allah berfirman kepadanya, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos. 1:8). Suku Keliko mengusahakan terjemahan Alkitab dengan kegigihan yang sama. Sekarang, “sekalipun mereka berada di kamp pengungsian, mereka selalu tersenyum,” kata salah seorang penerjemah. Mendengar dan memahami Alkitab “memberi mereka pengharapan.” Seperti suku Keliko, kiranya kita juga pantang menyerah dalam mencari kuasa dan hikmat dari Kitab Suci.—PATRICIA RAYBON

WAWASAN
Informasi yang kita miliki mengenai latar belakang Yosua bin Nun sangat terbatas, tetapi jelas ia seorang yang beriman kepada Allah. Namanya pertama kali disebut dalam Keluaran 17:9, ketika Musa memerintahkannya untuk memimpin tentara Israel berperang melawan orang Amalek. Di Keluaran 24:13, Yosua disebut sebagai abdi dan pendamping Musa. Ketika tiba waktunya untuk menyelidiki tanah Kanaan yang dijanjikan, Yosua adalah salah seorang yang dikirim untuk tujuan tersebut (Bilangan 13-14). Yang teramat penting, Yosua dipilih Allah untuk menggantikan Musa dan memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Ulangan 3:28). —Bill Crowder

Hal apa yang dapat menolong kamu bertekun dalam membaca Kitab Suci? Siapa yang dapat membantumu untuk lebih memahami isi Alkitab, dan bagaimana caranya?

Allah terkasih, tumbuhkanlah dalam diriku rasa dahaga untuk mencari, mempelajari, dan mengenal Kitab Suci, agar aku pantang menyerah dalam usahaku memahami hikmat kebenaran-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 23-25; Markus 7:14-37

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

51 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!