Lihat Aku!

Minggu, 28 Maret 2021

Lihat Aku!

Baca: Matius 21:12-17

21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati

21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel,

21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

21:17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

 

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian. —Matius 21:16

Lihat Aku!

“Lihat aku menari seperti putri, Nek!” seru cucu perempuan saya yang berumur tiga tahun seraya berlari mengelilingi halaman pondok kami dengan senyum lebar tersungging di wajahnya. “Tarian” cucu saya membuat kami semua yang menontonnya tersenyum. Meskipun ia mendengar kakak laki-lakinya menggerutu, “Ah, itu bukan menari, cuma lari-lari,” hal itu tidak memadamkan sukacitanya karena bisa berlibur bersama keluarga.

Minggu Palem pertama adalah hari yang penuh sukacita sekaligus kepedihan. Ketika Yesus masuk ke Yerusalem dengan menunggang keledai, orang banyak berteriak antusias, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mat. 21:9). Namun, banyak dari mereka sebenarnya mengharapkan seorang Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, bukan Juruselamat yang akan mati beberapa hari kemudian demi menebus mereka dari dosa.

Kemudian, pada hari Minggu itu juga, ketika imam-imam kepala dengan jengkel mempertanyakan wewenang Yesus, anak-anak di Bait Allah justru mengungkapkan sukacita mereka dengan berteriak, “Hosana bagi Anak Daud!” (ay.15), mungkin sambil berlompatan, melambaikan dahan-dahan palem, dan berlarian mengitari halaman. Tidak mungkin bagi anak-anak itu untuk tidak memuji Dia, demikian kata Yesus kepada para pemimpin yang marah itu, karena “dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian” (ay.16). Sang Juruselamat sedang berada di tengah-tengah mereka!

Tuhan Yesus juga mengundang kita untuk ikut melihat sosok Dia yang sesungguhnya. Ketika kita melihat-Nya, seperti seorang anak yang dipenuhi sukacita, tidak mungkin kita tidak bersukacita di hadapan-Nya.—Alyson Kieda

WAWASAN
Injil Matius dimulai dengan, “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud” (Matius 1:1). Itulah harapan orang banyak yang menyongsong Kristus masuk ke Yerusalem, tidak lama setelah Dia membangkitkan Lazarus dari kematian (Yohanes 12:9-15). Namun, Matius segera beralih ke suatu peristiwa yang tidak lazim. Ia menggambarkan bagaimana Yesus masuk ke Bait Allah untuk mencurahkan kemarahan di hati-Nya dan mengusir para penukar uang (Matius 21:12-13). Kemarahan Yesus menggemakan perkataan para nabi yang berbicara tentang rumah doa yang telah menjadi sarang penyamun (Yesaya 56:7; Yeremia 7:11). Suasana tegang sudah terasa ketika Yesus masuk ke halaman Bait Allah untuk menyembuhkan mereka yang tidak dapat melihat atau berjalan. Karena takut kepada para pemuka agama, orang-orang dewasa di dalam kerumunan itu mungkin menyadari bahwa saat itu bukanlah waktu atau tempat yang tepat untuk menyatakan Yesus sebagai raja. Hanya anak-anak kecil—dalam kepolosan mereka—yang merayakan kehadiran-Nya, sebagai dampak dari mukjizat yang Yesus kerjakan (Matius 21:15). Ini berbanding terbalik dengan ahli-ahli Taurat yang diam-diam berencana untuk membunuh Sang Anak Daud. —Mart DeHaan

Bagaimana berbagai gangguan dan keluhan orang lain bisa mengalihkan perhatianmu dari Tuhan? Apa yang dapat menolongmu untuk tetap memandang kepada Yesus?

Allah Mahakasih, puji syukur untuk semua yang telah Engkau lakukan untukku! Aku terkagum melihat besarnya langkah yang Engkau ambil supaya aku dapat bersukacita di dalam Engkau. Tolonglah aku untuk tetap memandang kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 4-6; Lukas 4:31-44

Bagikan Konten Ini
38 replies
  1. Martha
    Martha says:

    Saya bersyukur atas santapan rohani yang saya dapatkan, dan saya diingatkan kembali tentang cerita Yesus. Terimakasih 🙏

  2. Paten Gurusinga
    Paten Gurusinga says:

    Tuhan Jesus, biarlah aku tetap bersamaMu. Bersama Tuhan aku disembuhkan dan diselamatkan. Amim

  3. Kristin Siagian
    Kristin Siagian says:

    terimakasi kita harus lebih menyadari bahwa Tuhan mau dipuji dimanapun Gbu selamat hari minggu

  4. Sindhu
    Sindhu says:

    Amin. Biar mulut qta ttp memuji & mengagungkan nama Tuhan Yesus. Karna segala perbuatanNya. Tidak di batasi oleh apa pun,

  5. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari. pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, terpujilah namaMu kekal selamanya , amin

  6. Maria Anastasia Tita
    Maria Anastasia Tita says:

    Saat ini sya memulai SATE pertama saya dengan sangat luar biasa.Tuhan yesus kiranya memberkti kita semua.Amen😇

  7. Julita
    Julita says:

    saya seorang yang suka sekali terdistrak dengan berbagai hal di dunia. renungan ini membuat saya sadar dan menegur saya untu memandang Allah lebih dalam lagi😍

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *