Berperang bersama Allah

Info

Senin, 29 Maret 2021

Berperang bersama Allah

Baca: Mazmur 11

11:1 Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: “Terbanglah ke gunung seperti burung!”

11:2 Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap.

11:3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?

11:4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

11:5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

11:6 Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka.

11:7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

 

Pada Tuhan aku berlindung. —Mazmur 11:1

Berperang bersama Allah

Tindakan kepahlawanan Desmond Doss, seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat, diangkat ke layar perak pada tahun 2016 dengan judul Hacksaw Ridge. Doss menganut keyakinan yang melarangnya merenggut nyawa sesama manusia, dan sebagai petugas medis di kemiliteran ia berkomitmen untuk memelihara nyawa orang lain, meskipun dengan risiko kehilangan nyawanya sendiri. Dalam penganugerahan Medali Kehormatan untuk Doss pada tanggal 12 Oktober 1945, tanda penghargaannya mencantumkan kata-kata berikut: “Prajurit Satu Doss menolak berlindung dan tetap berada di medan perang bersama banyak tentara yang cedera, membopong mereka satu per satu hingga ke pinggir lereng curam . . . Tanpa ragu dan dengan gagah berani ia menembus hujan peluru dan tembakan senjata musuh untuk menolong seorang prajurit artileri.”

Dalam Mazmur 11, keyakinan Daud kepada Allah sebagai tempat perlindungan membuatnya menolak saran untuk melarikan diri dan sebaliknya memilih untuk menghadapi musuh-musuhnya (ay.2-3). Empat kata sederhana inilah yang menjadi pernyataan imannya: “Pada Tuhan aku berlindung” (ay.1). Keyakinan yang berakar kuat itulah yang menuntun setiap langkahnya.

Perkataan Daud di ayat 4-7 menyerukan kebesaran Allah. Memang, adakalanya hidup ini dapat terasa mirip medan pertempuran, dan serangan lawan yang bertubi-tubi bisa mendesak kita untuk berlari mencari perlindungan. Mungkin kita diserang dengan berbagai masalah, seperti gangguan kesehatan, problem keuangan, keretakan hubungan, atau pergumulan iman. Apa yang harus kita lakukan? Akuilah bahwa Allah adalah Raja atas alam semesta (ay.4); Dia menghakimi dengan tepat dan akurat (ay.5-6); dan Dia mengasihi keadilan, kejujuran, dan kebenaran (ay.7). Kita dapat berlari kepada Allah dan berlindung pada-Nya!—ARTHUR JACKSON

WAWASAN
Dalam Mazmur 11, nama “TUHAN” dipakai untuk memanggil Allah sebanyak lima kali. Ketika “TUHAN” tercetak dengan huruf kapital di Alkitab, kata itu adalah terjemahan dari kata Yahweh (atau Yehovah) dalam bahasa Ibrani. Penulisan tersebut digunakan untuk membedakannya dengan kata-kata dalam bahasa Ibrani lainnya yang diterjemahkan “Tuan” atau “tuan.” Yahweh adalah nama pribadi (atau khusus) Allah Israel dan berarti “yang kekal” atau “Yang ada pada diri-Nya sendiri.” Kata bendanya berasal dari kata kerja hâyâh dalam bahasa Ibrani yang berarti “ada”. Di dalam Perjanjian Lama, nama ini sering digabungkan dengan kata-kata lain untuk menekankan beragam aspek dari kesanggupan, kepedulian, atau karakter Allah. Dalam Kejadian 22:14 TUHAN diungkapkan sebagai Jehovah-jireh, “TUHAN [yang] menyediakan.” Nama Allah, “TUHAN” berbicara tentang sifat-Nya yang dapat dipercaya di segala waktu, dalam segala keadaan, dalam setiap pergumulan kita. —Arthur Jackson

Pernahkah kamu mengalami serangan musuh dan tergoda mencari perlindungan di luar Allah? Kapan kamu mengalami pertolongan Allah, lalu harapanmu kepada-Nya dibangkitkan kembali?

Bapa, mampukanlah aku melihat-Mu lebih jelas daripada segala kuasa yang menyerangku dan berlari kepada-Mu untuk perlindungan sejati.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

55 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!