Obat untuk Rasa Kecewa

Sebagai manusia, kita berekspektasi. Kita ingin dimengerti, dikasihi, dan dikukung oleh orang-orang di sekitar kita.

Tapi, ketika keinginan itu terjadi sebaliknya, kita pun kecewa. Kita membanding-bandingkan balasan yang kita dapat dengan aksi yang kita berikan. Atau, tak jarang juga kita menghakimi, menganggap mereka yang telah mengecewakan kita sebagai orang yang kurang peka atau bahkan tidak punya hati.

Kecewa adalah respons alamiah manusia, tetapi berlarut-larut di dalamnya memberi efek yang buruk. Apa yang seharusnya kita lakukan?

Artspace ini dibuat oleh Agnes Yustivani.

Bagikan Konten ini
1 reply

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *