Dipangkas agar Semakin Berbuah

Selasa, 2 Februari 2021

Dipangkas agar Semakin Berbuah

Baca: Yohanes 15:1-12

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. —Yohanes 15:2

Dipangkas agar Semakin Berbuah

Ketika memperhatikan seekor lebah hinggap pada tanaman Russian sage, saya dibuat kagum oleh rimbunnya daun dan bunga-bunga yang berwarna ungu terang. Warna bunga itu memikat mata saya dan juga memikat lebah. Namun, pada musim gugur lalu, saya sempat mengira tanaman itu tidak akan berbunga lagi. Ketika mertua saya memangkas tanaman tersebut hingga tersisa batangnya, saya kira mereka hendak memusnahkannya. Namun, sekarang saya menyaksikan indahnya hasil pemangkasan yang awalnya terlihat brutal itu.

Keindahan mengejutkan yang dihasilkan dari proses pemangkasan mungkin menjadi salah satu alasan Yesus memilih gambaran itu untuk menjelaskan karya Allah di tengah umat-Nya. Dalam Yohanes 15, Dia berkata, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah” (ay.1-2).

Kata-kata Yesus mengingatkan kita bahwa pada masa susah maupun senang, Allah selalu bekerja di dalam diri kita untuk menghasilkan pertumbuhan rohani dan buah yang banyak (ay.5) Selama masa “pemangkasan” yang bisa berupa penderitaan atau kekeringan jiwa, mungkin kita bertanya-tanya apakah kita akan kembali merasakan kelimpahan. Akan tetapi, Kristus mendorong kita untuk tetap tinggal di dalam Dia: “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (ay.4).

Sambil terus menerima asupan rohani dari Tuhan Yesus, keindahan dan lebatnya buah yang dihasilkan-Nya dalam hidup kita (ay.8) akan menunjukkan kepada dunia bahwa Allah itu baik. —ADAM R. HOLZ

WAWASAN
Pengajaran Yesus dalam Yohanes 15 diucapkan tidak lama sebelum pengadilan dan penyaliban-Nya—ini merupakan kesempatan terakhir-Nya untuk memperingatkan para murid agar tidak menjadi seperti Yudas, melainkan mereka harus teguh di dalam iman dan terus berbuah. Kesuburan pokok anggur (tanaman yang umum di Israel pada masa itu) mengindikasikan kerohanian yang berbuah. Ilustrasi ini pasti sangat dikenal oleh mereka yang akrab dengan Perjanjian Lama (Mazmur 80:9; 128:3; Yesaya 5:1-7). Penekanan utama Yohanes 15:1-17 adalah pesan untuk “tinggal” di dalam Dia—yang ditunjukkan dengan diulangnya kata “tinggal” sebanyak sepuluh kali: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku . . . ia berbuah banyak” (ay.5). —Alyson Kieda

Berdasarkan pengalamanmu, bagaimana Allah telah memakai pergumulan hidup untuk menghasilkan pertumbuhan dan buah yang lebat dalam dirimu? Bagaimana perjalanan waktu akan menolong kita untuk dapat melihat karya Allah dalam hidup kita?

Bapa, tolonglah aku untuk mempercayai-Mu di saat-saat yang sulit dalam hidupku, karena aku tahu Engkau berkarya untuk mendatangkan keindahan dan pertumbuhan dalam hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 29-30; Matius 21:23-46

Facebooktwitterreddit

37 replies
  1. ritha
    ritha says:

    dikala kesulitan kita mengingat Tuhan,roh Tuhan bekerja utk menarik kita utk bergantung padaNya, dan dikala senang hendaknya jg kita tdk lupa bersykur. sehingga dlm segala kondisi kita tinggal di dlm Tuhan.

  2. Ape Silitonga
    Ape Silitonga says:

    Bapa yang baik bentuklah kami sturut kehendakMu.ajari kami untuk terus berbuah sampai selama lamanya.amin

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari. pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan orang-orang disekitar kami dari segala penyakit pandemi yang melanda negeri ini ya Tuhan, beri kekuatan juga kepada yang tertimpa bencana, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  4. Christ Mbc
    Christ Mbc says:

    15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh
    terima kasih Tuhan, sampai saat ini aku masih ada itu itu semua karena kemurahan-MU. Sukacita berlimpah di dalam hidup ku semua karena anugerah-MU
    AMIN.

  5. Octaviana sinaga
    Octaviana sinaga says:

    Benar banget, Tuhan mengijinkan kesulitan dan sakit datang untuk mendengar kita menyerukan namaNya saat itu, sebelum kita berseru Dia sudah menunggu. Dia menggantikan kesulitan dan sakit dengan berkat dan suka cita baru.

  6. El
    El says:

    Terkadang saya meragukan kuasa Tuhan, tapi dari renungan ini saya tahu bahwa Tuhan akan berkarya dan membuat saya berbuah

  7. Afris Mitusala
    Afris Mitusala says:

    disaat kita berada dalam kesulitan seringkali ada cara yang tak terduga Tuhan pakai untuk menolong kita.. Asalkan kita bersandar pada Tuhan, Ia pasti selalu menyertai. Amin

  8. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    beri kami hikmat bpk untk bisa menjangkau org2 yg blm perc untk mengenal dan perc kpdmu ya bpkku haleluyah amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *