Dikuatkan oleh Kasih Karunia

Info

Sabtu, 20 Februari 2021

Dikuatkan oleh Kasih Karunia

Baca: 2 Timotius 2:1-4

2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. —2 Timotius 2:1

Dikuatkan oleh Kasih Karunia

Pada masa Perang Saudara di Amerika Serikat, ganjaran bagi tentara yang desersi adalah hukuman mati. Namun, pihak tentara Serikat jarang menghukum mati para desertir karena panglima tertinggi mereka, Presiden Abraham Lincoln, mengampuni hampir seluruh tentara itu. Sikap itu membuat marah Edwin Stanton, yang menjabat sebagai Menteri Perang, karena ia yakin bahwa kemurahan hati Lincoln justru akan membuat para tentara tergoda untuk desersi. Akan tetapi, Lincoln turut merasakan apa yang dialami para tentara yang kehilangan keberanian dan takluk kepada ketakutan mereka di tengah sengitnya medan pertempuran. Rasa empati itulah yang membuat dirinya disayang oleh para tentara. Mereka mengasihi “Bapak Abraham” dan kasih itu membuat mereka semakin bersemangat melayani Lincoln.

Ketika mengajak Timotius untuk ikut “menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2Tim. 2:3), Paulus telah mengajaknya untuk melakukan tugas yang berat. Seorang prajurit haruslah berdedikasi penuh, bekerja keras, dan tidak mementingkan diri sendiri. Ia harus melayani Panglima tertingginya, Tuhan Yesus, dengan sepenuh hati. Namun, pada kenyataannya, kadang-kadang kita gagal menjadi prajurit yang baik. Kita tidak selalu melayani-Nya dengan setia. Oleh sebab itu, kalimat pembukaan Paulus ini sangat penting: “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus” (ay.1). Juruselamat kita sangat berlimpah dengan kasih karunia. Dia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan mengampuni kegagalan kita (Ibr. 4:15). Sama seperti tentara Serikat yang semakin bersemangat karena belas kasihan panglimanya, demikianlah orang percaya dikuatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus. Kita semakin rindu melayani-Nya karena kita tahu Dia mengasihi kita. —Con Campbell

WAWASAN
Perumpamaan tentang prajurit dipakai dalam pengajaran etika di era Yunani kuno (misalnya, oleh Plato dan Epictetus) dengan alasan yang sama dengan yang dipakai Paulus dalam 2 Timotius 2: seorang prajurit memberikan pengabdiannya dan bersedia untuk menderita demi mencapai sasaran yang telah ditetapkan baginya. Paulus juga menggunakan perumpamaan itu dalam 1 Korintus 9:7 dan memakai metafora militer dalam 2 Korintus 10:3-4, Efesus 6:10-17, dan 1 Timotius 1:18. Namun, metafora dan gambaran militer tersebut tidak dimaksudkan untuk diartikan secara harfiah (sayangnya pernah digunakan dengan cara demikian untuk membenarkan perang salib dan perang agama). Paulus sendiri tidak bisa dipersalahkan karena penyalahgunaan perumpamaan tersebut. Menjadi “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2 Timotius 2:3) berarti bahwa Timotius (dan kita) harus melayani Tuhan dengan sikap yang sama dengan yang dimiliki seorang prajurit terhadap komandannya, dan juga menaati perintah Yesus untuk mengasihi musuh kita (Matius 5:44). —Con Campbell

Bagaimana kasih karunia Kristus dapat menjadi sumber kekuatan bagimu untuk melayani Dia? Apa artinya bagimu menderita demi Yesus?

Ya Allah, kuatkanlah aku oleh kasih karunia Kristus supaya aku dapat melayani-Nya dengan setia.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 26-27; Markus 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

34 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!