Bagai Pinang dibelah Dua

Info

Senin, 15 Februari 2021

Bagai Pinang dibelah Dua

Baca: Kolose 1:15-23

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

1:22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

1:23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. —Kolose 1:15

Bagai Pinang dibelah Dua

Dalam sebuah acara piknik, kami bertemu dengan seorang wanita yang mengenal keluarga suami saya sejak ia masih kecil. Begitu melihat Alan dan putra kami, Xavier, wanita itu berkata, “Anakmu bagai pinang dibelah dua dengan ayahnya. Matanya dan senyumnya sama persis dengan ayahnya.” Selain mengungkapkan kemiripan fisik antara ayah dan anak, wanita itu bahkan menyadari adanya kesamaan dalam kepribadian mereka berdua. Namun, meskipun mereka mirip dalam banyak hal, sebenarnya anak saya tidak mencerminkan ayahnya dengan sempurna.

Hanya ada satu Anak—Yesus—yang mencerminkan Bapa-Nya dengan sempurna. Kristus adalah “gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” (ay.15). Di dalam Dia, oleh Dia, dan untuk Dia segala sesuatu diciptakan (ay.16). “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (ay.17).

Kita dapat meluangkan waktu bersama Allah dengan berdoa dan mempelajari Alkitab supaya kita menemukan karakter Bapa lewat perhatian kita kepada Yesus Kristus—Allah yang menjadi manusia. Dia mengundang kita untuk menyaksikan kasih-Nya secara nyata dengan memperhatikan bagaimana Dia berinteraksi dengan orang lain dalam Alkitab dan dalam hidup kita sehari-hari. Setelah menyerahkan hidup kepada Kristus dan menerima karunia Roh Kudus, kita dapat bertumbuh semakin mengenal dan mempercayai Bapa kita yang Mahakasih. Dia mengubah kita agar kita mencerminkan karakter-Nya dan supaya kita dapat hidup bagi Dia.

Bayangkan, alangkah senangnya jika seseorang berkata bahwa kita sangat mirip Tuhan Yesus! —Xochitl Dixon

WAWASAN
Dalam Kolose 1:15-23, Paulus menegaskan keilahian dan keutamaan Kristus atas segala ciptaan. Manusia diciptakan “menurut gambar Allah” (Kejadian 1:27), tetapi Yesus “adalah gambar [eikon dalam bahasa Yunani] Allah yang tidak kelihatan” (Kolose 1:15). Eik?n mengandung arti “potret” atau “yang persis sama”, sebagaimana disebutkan pula dalam 2 Korintus 4:4. Penulis surat Ibrani menggambarkan Yesus sebagai “gambar wujud Allah” (Ibrani 1:3); “gambar yang nyata dari diri Allah sendiri” (BIS). Rasul Yohanes menyatakan bahwa Yesus “menyatakan [Allah]” (Yohanes 1:18); “yang perkenalkan Allah kepada kita” (TSI). Yesus sendiri berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. . . . Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (10:30; 14:9). &mdsh;K.T. Sim

Karakter Yesus apa yang telah kamu kembangkan dalam hidupmu selama setahun terakhir? Sifat apa yang ingin kamu kembangkan di tahun mendatang?

Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk lebih mengenal-Mu di saat Engkau terus menjadikan kami semakin serupa dengan-Mu!

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 17-18; Matius 27:27-50

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

36 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!