Proses Pematangan

Selasa, 5 Januari 2021

Proses Pematangan

Baca: Yeremia 15:15-18

15:15 Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau!

15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

15:17 Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.

15:18 Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku. —Yeremia 15:16

Proses Pematangan

Pada awal pelayanannya yang akhirnya berlangsung lima puluh tahun di Cambridge, Inggris, Charles Simeon (1759-1836) pernah bertemu dengan gembala gereja tetangga, Henry Venn, dan anak-anak perempuannya. Setelah kunjungan itu, anak-anak perempuan Venn mengomentari sikap Simeon muda yang menurut mereka kasar dan terlalu percaya diri. Venn menanggapi dengan menyuruh anak-anak perempuannya memetik sebutir buah persik dari pohon. Ketika anak-anaknya bingung mengapa sang ayah menyuruh mereka memetik buah yang belum matang, Venn menjawab, “Ya, anak-anakku, buah ini sekarang masih hijau, jadi kita harus menunggu; tetapi dengan bantuan sinar matahari, dan jika rajin disiram, persik ini akan menjadi matang dan manis. Demikian juga dengan Tn. Simeon.” Seiring berlalunya waktu, Simeon memang semakin lemah lembut oleh kasih karunia Allah yang mengubahkan dirinya. Salah satu penyebabnya adalah komitmen Simeon untuk membaca Alkitab dan berdoa setiap hari. Seorang teman yang pernah tinggal dengannya selama beberapa bulan menyaksikan sendiri kebiasaan Simeon dan berkomentar, “Itulah rahasia dari kebaikan hati dan kekuatan rohaninya yang luar biasa.” Dalam waktu pribadinya bersama Allah setiap hari, Simeon meneladani Nabi Yeremia yang setia mendengarkan firman Allah. Yeremia begitu bergantung pada firman itu hingga ia berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya.” Ia merenungkan dan mencerna firman Allah yang menjadi “kegirangan” dan “kesukaan” bagi hatinya (Yer. 15:16). Bila saat ini kita juga menyerupai buah yang masih hijau dan masam, kita dapat mempercayai Allah untuk melembutkan hati kita oleh Roh-Nya seiring dengan pengenalan kita yang semakin mendalam akan Dia lewat ketekunan kita membaca dan menaati firman-Nya. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Dalam Yeremia 15:15-18, terdapat beberapa metafora yang menggambarkan dengan gamblang pengalaman Yeremia dalam panggilannya sebagai nabi. Di ayat 16, ia menggunakan metafora menikmati makanan untuk menunjukkan bagaimana ia menerima dan menghayati firman Allah sepenuhnya. Sejumlah ahli berpendapat bahwa ungkapan “nama [TUHAN] telah diserukan atasku” dalam konteks ini bisa jadi merujuk kepada nama keluarga yang biasanya terbentuk dalam pernikahan. Selain itu, kata-kata kegirangan dan kesukaan/sukacita dalam bagian-bagian lain dari kitab Yeremia selalu dihubungkan dengan pesta pernikahan (7:34; 16:9; 25:10; 33:11). Dalam Yeremia 15:18, Yeremia menggunakan metafora sungai yang menjadi kering untuk mengungkapkan kebingungannya terhadap perbedaan yang sedemikian tajam antara keintiman mula-mulanya dengan Allah dan penderitaan luar biasa yang dirasakannya saat ini. Sungai tersebut menjadi kering di musim kemarau sehingga tidak bisa diandalkan sebagai sumber air. Begitulah cara Yeremia mengungkapkan perasaannya dikhianati saat menghadapi Allah yang bertindak demikian, bukan “sumber air yang hidup” sebagaimana Allah menggambarkan diri-Nya sendiri (2:13). —Monica La Rose

Bagaimana kamu telah diubahkan lewat kebiasaanmu membaca Alkitab? Jika kamu belum terbiasa, apa alasannya?

Ya Allah, Kitab Suci memberikan santapan bagi jiwaku dan menjaga aku dari dosa. Tolonglah aku untuk tekun membacanya setiap hari.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 13-15; Matius 5:1-26

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Junita Marzelona
    Junita Marzelona says:

    Biarlah saya senantiasa bisa memahami dan mengerti akan firman Tuhan dalam menjalani kehidupan ini,Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *