Pribadi Teragung

Info

Minggu, 17 Januari 2021

Pribadi Teragung

Baca: Wahyu 4:4-11

4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,

4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

 

Lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. —Wahyu 4:2

Pribadi Teragung

Dalam kisah Penyihir Agung Oz (The Wonderful Wizard of Oz), Dorothy, Scarecrow, Tin Man, dan Lion si singa pengecut kembali ke Oz dengan membawa sapu yang memberi kekuatan kepada Penyihir Jahat dari Barat. Sang Penyihir Agung telah berjanji, bila sapu itu dikembalikan, ia akan mengabulkan keinginan terdalam mereka masing-masing: pulang ke rumah untuk Dorothy, otak untuk Scarecrow, hati untuk Tin Man dan keberanian untuk Lion si singa pengecut. Namun, sang Penyihir menunda-nunda dan meminta mereka kembali lagi keesokan harinya.

Ketika mereka sedang memohon kepada sang Penyihir, anjing milik Dorothy, Toto, tidak sengaja menyingkapkan tirai yang menutupi sang Penyihir yang sedang berbicara. Ternyata, Penyihir Agung itu sama sekali bukan penyihir melainkan seorang pria biasa yang penakut dan kikuk asal Nebraska.

Konon penulis novel ini, L. Frank Baum, sangat bergumul dengan keberadaan Allah, sehingga melalui ceritanya ia ingin memberikan pesan bahwa hanya kita sendirilah yang memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalah kita.

Sebaliknya, Rasul Yohanes menyingkapkan selubung untuk menunjukkan Pribadi Teragung yang sesungguhnya di balik “tirai.” Yohanes sampai tidak sanggup mengungkapkan dengan kata-kata (perhatikan banyaknya penggunaan kata bagaikan dan sama seperti dalam bagian ini), tetapi intinya sangat jelas: Allah duduk di takhta dengan lautan kaca bagaikan kristal berada di depannya (Why. 4:2,6). Meskipun berbagai masalah mendera kita di dunia ini, (ps.2-3), Allah tidak tinggal diam. Dia aktif berkarya untuk kebaikan kita, agar kita dapat mengalami damai sejahtera-Nya. —David H. Roper

WAWASAN
Dalam Wahyu 4:8-11, para tua-tua, malaikat, dan keempat makhluk mengingatkan kita bahwa Allah layak disembah. “Tuhan Allah, Yang Mahakuasa” (ay.8) adalah istilah yang berarti “berkuasa dan tidak tergoyahkan.” Selain itu, kewenangan dan kekekalan Allah tercermin dalam penyebutan diri-Nya sebagai “yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang” (ay.8). Hal itu menunjukkan bahwa Dia berdaulat atas waktu—masa lalu, masa kini, dan masa depan. Para tua-tua menunjukkan sikap hormat mereka kepada Allah dengan melemparkan mahkota mereka—lambang kekuasaan mereka—di hadapan takhta-Nya (ay.10). Allah layak menerima puji-pujian dari ciptaan-Nya (ay.11). —Julie Schwab

Apa ketakutanmu hari-hari ini? Apakah kamu merasa terhibur saat mengetahui bahwa Allah mengendalikan segala permasalahan yang melingkupimu? Bagaimana kamu dapat semakin percaya dan berserah kepada-Nya?

Aku bersyukur, ya Allah, karena aku dapat mempercayai-Mu untuk menuntunku melewati segala sesuatu. Terima kasih untuk damai sejahtera-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 41-42; Matius 12:1-23

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

36 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!