Perairan yang Belum Terjelajahi

Info

Jumat, 1 Januari 2021

Perairan yang Belum Terjelajahi

Baca: Yesaya 43:1-7

43:1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

43:3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.

43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

43:5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.

43:6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,

43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau. —Yesaya 43:2

Perairan yang Belum Terjelajahi

Bola waktu diturunkan menjelang tengah malam di Times Square, New York. Orang-orang menghitung mundur mengikuti dentangan lonceng Big Ben. Pertunjukan kembang api yang meriah di Sydney Harbor. Bagaimanapun cara kota kamu menandai pergantian tahun, selalu ada keseruan tersendiri yang dirasakan saat menyambut tahun baru dan permulaan baru yang menyertainya. Kita bagai berlayar mengarungi perairan yang belum terjelajahi. Entah persahabatan dan peluang apa saja yang akan kita jumpai di depan?

Namun, di luar semua kegembiraan itu, tahun baru juga bisa meresahkan. Tak seorang pun di antara kita yang tahu masa depan atau badai apa yang akan kita hadapi. Banyak tradisi Tahun Baru yang mencerminkan kegalauan tersebut: Kembang api diciptakan di Tiongkok dengan maksud untuk mengusir roh jahat supaya tahun yang baru membawa kemakmuran.

Selain itu, kebiasaan membuat resolusi Tahun Baru berasal dari tradisi bangsa Babel yang mengucapkan sumpah untuk menenangkan dewa-dewa mereka. Semua itu merupakan usaha agar masa depan yang penuh misteri itu menjadi aman untuk dimasuki. Selain mempunyai kebiasaan bersumpah, orang Babel sering berperang untuk menaklukkan bangsa-bangsa lain—termasuk Israel. Pada saat itulah Allah mengirim pesan ini kepada orang-orang Yahudi yang diperbudak: “Janganlah takut . . . Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau” (Yes. 43:1-2). Di kemudian hari, Yesus mengatakan hal serupa ketika Dia dan murid-murid-Nya terjebak dalam badai yang dahsyat di tengah danau. “Mengapa kamu takut?” kata Yesus kepada mereka sebelum memerintahkan angin ribut untuk menjadi teduh (Mat. 8:23-27). Hari ini kita memulai perjalanan mengarungi perairan yang belum terjelajahi. Apa pun yang akan kita hadapi di depan, Dia pasti menyertai kita—dan Dia berkuasa meredakan gelombang yang menghadang. —SHERIDAN VOYSEY

WAWASAN
The Bible Knowledge Commentary menyoroti frasa “tetapi sekarang” (atau “maka sekarang”) yang mengawali Yesaya 43:1 dikemukakan berulang kali dalam bagian nubuatan Yesaya ini. Frasa itu juga ditemukan dalam 44:1; 49:5; dan 52:5. Dalam perikop yang jelas-jelas menyerukan janji Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel, frasa “tetapi/maka sekarang” mengontraskan penyelamatan Allah yang telah dijanjikan dengan hukuman yang dijatuhkan-Nya kepada umat akibat ketidakpatuhan mereka yang kronis (lihat Yesaya 42). Namun demikian, penting diingat bahwa baik teguran maupun penyelamatan Allah sama-sama merupakan pernyataan kasih-Nya bagi umat-Nya. Meskipun kasih itu ditolak umat-Nya, Dia begitu mengasihi mereka hingga rela menghukum mereka karena tindakan-tindakan mereka yang tidak benar. Kebesaran kasih-Nya pula yang kemudian membawa mereka kembali kepada-Nya. —Bill Crowder

Peluang dan kemungkinan apa saja yang membuatmu bersemangat di tahun yang baru ini? Sebaliknya, kekhawatiran apa yang dapat kamu serahkan ke dalam tangan Allah?

Ya Allah, terima kasih karena apa pun yang akan kuhadapi di tahun baru ini, Engkau selalu menyertaiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3; Matius 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

45 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!