Menyerahkan Segalanya

Info

Minggu, 24 Januari 2021

Menyerahkan Segalanya

Baca: Markus 10:26-31

10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”

10:29 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

 

Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” —Markus 10:28

Menyerahkan Segalanya

Ada dua orang yang dikenang karena melayani Tuhan dengan jalan meninggalkan karier dalam bidang seni untuk menjawab panggilan dari Allah atas hidup mereka. James O. Fraser (1886-1938) memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai pianis solo di Inggris demi melayani suku Lisu di Tiongkok, sementara Judson Van DeVenter (1855-1939) asal Amerika Serikat memilih menjadi penginjil dan meninggalkan karier sebagai seniman. Di kemudian hari, ia menulis lagu pujian yang terkenal, “Berserah kepada Yesus.”

Memiliki karier dalam bidang seni mungkin menjadi idaman banyak orang, tetapi kedua laki-laki tadi meyakini bahwa Allah memanggil mereka untuk melepaskan pekerjaan demi menjawab panggilan-Nya di bidang lain. Mungkin mereka terinspirasi oleh kisah Yesus yang menasihati seorang pemimpin muda yang kaya untuk melepaskan harta kekayaannya dan mengikut Dia (Mrk. 10:17-25). Ketika menyaksikan pembicaraan itu, Petrus pun berkata, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (ay.28). Yesus meyakinkannya bahwa mereka yang mengikut Dia “sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat” dan “hidup yang kekal” dari Allah (ay.30). Namun, Dia akan memberikannya menurut hikmat-Nya: “Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” (ay.31).

Di mana pun Allah menempatkan kita, kita dipanggil untuk menyerahkan hidup kita kepada Kristus setiap hari, menaati panggilan-Nya yang lembut untuk mengikut Dia, dan melayani-Nya dengan karunia serta milik kita—apakah itu di rumah, kantor, komunitas, atau suatu tempat yang jauh dari rumah kita sekarang. Ketika kita melakukannya, Dia akan mengilhami kita untuk mengasihi sesama kita, dengan mendahulukan kepentingan dan kebutuhan mereka daripada kepentingan dan kebutuhan kita sendiri. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Orang Yahudi percaya bahwa kekayaan materi adalah berkat yang diberikan Allah kepada mereka yang taat kepada hukum Taurat (Ulangan 28:1-6). Di Markus 10:17-22, seorang kaya mengaku bahwa ia telah dengan setia menaati hukum Taurat sejak masa mudanya, oleh karena itu ia menganggap dirinya pantas memperoleh hidup kekal. Ketika ditantang menyerahkan kekayaannya untuk mengikut Yesus, ia tidak dapat melakukannya karena ia lebih mencintai uangnya. Sebaliknya, para murid rela meninggalkan keluarga dan pekerjaan mereka untuk mengikut Kristus (Matius 4:18-22; 9:9). Petrus berkata, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Markus 10:28). Yesus berkata bahwa mereka yang mengikut-Nya akan menerima upah jauh lebih banyak daripada yang ditinggalkan, tetapi Dia juga memperingatkan bahwa mereka harus menghadapi berbagai penganiayaan (ay.30). Mengikut Yesus berarti melayani, dan itu termasuk menderita (8:34-36; Yohanes 15:20). Para murid tidak boleh menganggap rendah orang lain hanya karena mereka berkorban lebih banyak atau mengikut Yesus lebih dahulu: “Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Markus 10:31). —K.T. Sim

Siapa yang muncul dalam benakmu ketika kamu memikirkan tentang orang-orang yang telah berkorban bagi Yesus? Bagaimana Allah memanggilmu untuk berserah penuh kepada-Nya?

Tuhan Yesus, tolong aku untuk menyerahkan segalanya bagi-Mu hari ini dengan melayani-Mu dan mereka yang ada di sekitarku demi kemuliaan nama-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 9-11; Matius 15:21-39

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!