Jejak Karya Allah

Info

Rabu, 20 Januari 2021

Jejak Karya Allah

Baca: Mazmur 104:24-35

104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

104:25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar.

104:26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.

104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.

104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.

104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

104:31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!

104:32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap.

104:33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

104:34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.

104:35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

 

Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan. —Mazmur 104:24

Jejak Karya Allah

“Aku tahu Allah tinggal di mana,” kata cucu lelaki kami yang berumur empat tahun kepada istri saya, Cari. “Di mana Dia tinggal?” tanya istri saya dengan penasaran. “Dia tinggal di dalam hutan di samping rumah Nenek,” jawabnya.

Ketika Cari menceritakan percakapan itu kepada saya, ia bertanya-tanya apa yang membuat cucu kami berpikir begitu. “Aku tahu,” kata saya. “Ketika kami sedang berjalan-jalan di hutan waktu ia datang beberapa waktu lalu, kukatakan kepadanya bahwa meskipun kita tidak bisa melihat Allah, kita bisa melihat apa yang dilakukan-Nya.” “Kau lihat jejak-jejak kaki Kakek?” saya bertanya kepada cucu saya sewaktu kami menginjak daerah berpasir di pinggir sungai. “Binatang, pepohonan, dan sungai itu seperti jejak kaki Allah. Kita tahu Dia ada di sini karena kita dapat melihat hal-hal yang telah dibuat-Nya.”

Penulis Mazmur 104 juga menunjuk kepada bukti keberadaan Allah lewat alam semesta, dengan berseru, “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu” (ay.24). Kata “kebijaksanaan” tersebut dalam bahasa Ibrani sering digunakan di dalam Alkitab untuk menggambarkan kepiawaian dalam menghasilkan sesuatu. Karya cipta Allah di alam semesta ini menyerukan kehadiran-Nya dan membuat kita ingin memuji-Nya.

Mazmur 104 diawali dan diakhiri dengan: “Pujilah Tuhan” (ay.1,35). Dari tangan seorang bayi hingga mata seekor elang, karya seni Sang Pencipta di sekeliling kita menunjukkan kemahiran-Nya yang sempurna. Mari pandang semua itu dengan penuh kekaguman hari ini—dan pujilah Dia! —James Banks

WAWASAN
Mazmur 104 memiliki persamaan yang cukup banyak dengan Kidung Agung kepada Matahari dari Raja Mesir Akhenaten (abad keempat belas SM), termasuk pengggambaran makhluk-makhluk malam dan siang, persediaan bagi binatang buas dan burung, penggambaran laut dan kapal-kapal, dan ketergantungan semua makhluk kepada Pencipta mereka. Namun, Mazmur 104 disusun berdasarkan urutan penciptaan di Kejadian 1: terang tercipta di hari pertama (Mazmur 104:2), “cakrawala” atau “langit” di hari kedua (ay.2-4), darat dan air dipisahkan pada hari ketiga (ay.5-9), dan seterusnya. Hubungan Mazmur dengan Kejadian 1 ini menyoroti peran Sang Pencipta dalam penciptaan. Kidung pujian Mesir mengajak orang beribadah kepada matahari, sedangkan Mazmur 104 mengajak umat beribadah kepada Pencipta matahari. Tampaknya pemazmur dengan sengaja menyinggung lagu pujian Mesir untuk mengkritik kidung tersebut dan menegaskan hal ini: ibadah sejati dipersembahkan kepada Pencipta, bukan ciptaan-Nya. —Con Campbell

Di mana kamu dapat melihat jejak tangan Allah dalam ciptaan-Nya? Bagaimana kamu dapat membawa seseorang untuk menyadarinya juga—dan kemudian membawanya untuk mengenal Allah—hari ini?

Aku memuji-Mu karena semua karya-Mu, ya Allah! Tolonglah aku hidup dalam kekaguman akan kebijaksanaan dan kebaikan-Mu hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 49-50; Matius 13:31-58

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

34 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!