Ini Pesan Tuhan untuk Kita Semua di Tahun 2021

Oleh Minerva Siboro

Natal dan Tahun Baru yang belum lama kita rayakan terasa berbeda. Semua orang kini memakai masker dan selalu mencuci tangan. Maklumlah, adanya virus yang baru saja ditemukan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi banyak orang. Mungkin saja, salah satu di antara kita yang membaca artikel ini mengalami “kehilangan” akibat pandemi ini. Banyak kicau tweet dari twitter yang mengatakan bahwa tahun 2020 hanyalah bulan Januari dan Februari saja, sedangkan sisanya hanyalah rebahan, karena akhirnya tidak terasa sudah dipenghujung tahun lagi. Banyak orang yang berharap bahwa hidup akan semakin baik di tahun 2020 yang cantik, tetapi malangnya tahun 2020 tidaklah menjadi tahun cantik seperti yang diharapkan oleh banyak orang.

Aku terlahir dari keluarga Batak, dan kami punya tradisi setiap akhir tahun, yaitu Mandok Hata, artinya menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh anggota keluarga. Biasanya dimulai dari adik bungsu lalu sulung, kemudian diakhiri oleh orang tua. Pesan yang disampaikan beragam, seperti ucapan salam selamat Natal dan tahun baru, permintaan maaf selama satu tahun berjalan mungkin ada perilaku yang tidak baik, meminta doa restu untuk resolusi di tahun yang baru, dan harapan-harapan yang baik untuk saudara/i serta orang tua.

Pada saat giliran orang tuaku yang Mandok hata, suasana menjadi sedih. Hatiku memang hancur, bahkan air mata pun jatuh karena aku tak kuasa lagi membendungnya. Papa bercerita bagaimana sulitnya menjalani tahun 2020. Profesi Papaku adalah seorang pedagang, sedangkan mamaku tidak bekerja. Pandemi membuat aktivitas jual-beli menurun, sehingga penghasilan pun ikut menurun. Aku sedih karena aku tak bisa banyak membantu. Namun, hal yang membuat air mataku jatuh adalah ketika Papaku berkata, “Tapi sejauh ini Tuhan selalu mencukupkan (menyediakan)”. Mamaku juga berkata, “Tiap malam kami selalu berdoa dan menangis di hadapan Tuhan, supaya kalian sehat, supaya Tuhan selalu jaga (menyertai) kalian yang jauh dari kami.”

Dari dua kalimat yang diucapkan oleh kedua orang tuaku, kini aku mengerti pesan apa yang ingin Tuhan sampaikan melalui tahun 2020. Jangan lupakan! Bahwa Allah adalah Sang Penyedia dan Sang Penyerta. Meski terasa suram, tahun 2020 adalah tahun di mana kita belajar melihat bahwa Allah sungguh-sungguh menyediakan dan sungguh-sungguh menyertai. Ia tetap berotoritas dan berdaulat meski di tengah-tengah pandemi yang menakutkan. Tuhan juga ingin mengingatkan ciptaan-Nya, bahwa banyak hal di bawah langit adalah sia-sia, tetapi penyertaan Tuhan itulah yang paling penting karena dengan bersama Allah, segala sesuatu yang kita butuhkan dicukupkan-Nya.

Aku teringat pada sebuah lagu yang berjudul “God Will Provide”, liriknya yang sangat menyentuh membuatku semakin kuat untuk terus berharap di dalam Tuhan sepanjang perjalanan 2021 ini.

The time has come to journey on and go where God leads me
And though the road may seem to long
I know God’s love will keep me
I may not know how the road will turn or where God will send me
So by Faith I’ll trust and with grace I’ll learn
God’s mighty hand will defend me
I may not see all the things that are waiting just ahead
But I know God’s watching over me
And in God’s strength I’ll stand
God will provide strength for journey
Bread for the morning and shelter for the night
God will provide hope for the weary
God will sustain me all the days of my life

Aku tahu bahwa kasih Tuhan menyertaiku. Aku tahu bahwa Tuhan menjagaku. Melalui kekuatan yang dari Tuhan, aku dapat berdiri tegak. Tuhan akan menyediakan! Allah sang Penyedia dan Allah sang Penyerta. Pada tahun 2021 yang datang ini pun, Allah tetap sang Penyedia, dan Allah tetap sang Penyerta. Aku mau berjalan terus bersama dengan-Nya.

Saat menulis ini, aku teringat pada kisah kepercayaan Abraham yang diuji oleh Allah. Aku sungguh-sungguh tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Abraham saat “harta” yang berharga baginya, yaitu anaknya, Ishak, yang sudah lama ia tunggu-tunggu, tetapi Tuhan memintanya untuk mempersembahkannya sebagai korban bakaran. “Sebenarnya mau Tuhan apa?” – mungkin itulah yang keluar dari dalam hatiku jika aku menjadi Abraham. Aku mengerti sekali bahwa pada sepanjang perjalanan tahun 2021 ini pun mungkin akan banyak situasi yang membuatku akan terus bertanya “Sebenarnya mau Tuhan apa?”

Benar sekali bahwa Ishak adalah harta yang berharga bagi Abraham, tetapi jauh melebihi itu semua, Abraham menunjukkan bahwa harta yang lebih berharga adalah ketaatan pada Firman Tuhan. Melalui ketaatanlah, kita dapat melihat bahwa Allah itu sang Penyedia, bahwa Allah itu sang Penyerta. Saat Ishak bertanya, “Di mana anak domba korban bakarannya?”, maka dengan Iman, Abraham menjawab bahwa Allah yang akan menyediakannya. Iman yang besar menunjukkan ketaatan kita kepada Tuhan (Kejadian 22:1-19). Ketaatan membawa kita pada kepercayaan bahwa Allah sang Penyedia dan Allah menyertai.

Jika pada tahun 2020, Tuhan mengingatkanku bahwa segala sesuatu tecukupkan (Allah menyediakan) dan Ia selalu menjagaku (Allah menyertai), maka pada tahun 2021, Tuhan mengingatkanku untuk semakin taat pada apa yang Ia telah “hidangkan” di mejaku. Begitu juga dengan semua orang yang membaca artikel ini. Mari belajar taat pada apa yang Tuhan telah “hidangkan” di meja pribadi milik kita. Ketaatan menunjukkan kualitas iman kita, apakah kita mau terus percaya dan berserah pada kehendak-Nya. Tuhan menyediakan, Tuhan menyertai! Terpujilah Tuhan.


Kamu diberkati oleh artikel ini?

Yuk, jadi berkat dengan mendukung pelayanan WarungSateKaMu!


Baca Juga:

2 Cara untuk Berhenti Membanding-bandingkan Diri Sendiri

Membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain seringkali berujung pada rasa kecewa dan tidak puas. Jika kita terjebak dalam jerat membanding-bandingkan diri, inilah dua cara untuk keluar.

Bagikan Konten ini
11 replies
  1. Dora
    Dora says:

    Benar2 tersinggung dan sangat tertampar aku dengan artikel ini.. terimakasih karna sudah mengingatkan, bahkan ini bisa jadi motivasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya

  2. Marta
    Marta says:

    Sangat terberkati dgn tulisan ini,,,terimakasih kak, tetap berkarya dlm Tuhan.

    Terpujilah Allah Pencipta Semesta, Pengasih dan Penyayang,kekal selama lamanya. Amin.

  3. Rusniati
    Rusniati says:

    Terimakasih banyak kak sudah membagikan kesaksian imannya😊 . Aku sangat bersyukur bisa membaca artikel ini karena kondisi yang kualami di penghujung 2020 benar2 membuat aku terpuruk dan sangat sedih. Tapi yang tidak kupahami adalah aku benar2 tidak menyalahkan Tuhan disini. Aku memang sakit hati tetapi hatiku terus dan terus mau Tuhan pulihkan. Sebelumnya aku berekspektasi bahwa “aku pasti bakal kecewa atau marah sama Tuhan jika sesuatu yang buruk terjadi padaku”, tapi faktanya enggak. Aku sadari satu hal, Tuham yang tahu sejauh mana aku bisa menerima ujian yg IA berikan sehingga aku mendapatkan ujian tersebut.

  4. Nova Manalu
    Nova Manalu says:

    Tuhan tak pernah janji langit selalu biru tetapi Dia berjanji selalu menyertai Kita Semua. Trimakasih buat kesaksiannya 🙏

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *