Iman yang Tak Tergoyahkan

Selasa, 19 Januari 2021

Iman yang Tak Tergoyahkan

Baca: Yesaya 26:3-13

26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

26:5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu.

26:6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

26:8 Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

26:9 Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

26:10 Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.

26:11 Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!

26:12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

26:13 Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.

 

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. —Yesaya 26:3

Iman yang Tak Tergoyahkan

Setelah dokter mendiagnosis anak sulung mereka menderita autisme, Diane Dokko Kim dan suaminya merasa sangat sedih karena harus menghadapi kemungkinan merawat anak berkebutuhan khusus seumur hidup mereka. Dalam buku Unbroken Faith (Iman yang Tak Tergoyahkan), ia mengaku kesulitan untuk menyesuaikan impian dan harapan mereka dengan masa depan putra tercinta mereka. Namun, melalui proses yang menyakitkan ini, mereka belajar bahwa Allah sanggup menampung segala kemarahan, kecemasan, dan ketakutan mereka. Saat ini, ketika putra mereka menjelang dewasa, Diane membagikan pengalamannya untuk menyemangati para orangtua dari anak-anak berkebutuhan khusus. Ia memberi tahu mereka tentang janji Allah yang tidak tergoyahkan, kuasa-Nya yang tidak terbatas, dan kasih setia-Nya yang tidak berkesudahan. Ia meyakinkan mereka bahwa Allah mengizinkan kita bersedih ketika impian dan harapan kita sirna, ketika jalan kita seakan tertutup, atau ketika satu lagi babak kehidupan kita berakhir.

Dalam Yesaya 26, sang nabi menyatakan bahwa umat Allah dapat mempercayai Allah mereka selamanya, “sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal” (ay.4). Dia mampu menopang kita dengan damai sejahtera yang supranatural dalam setiap situasi (ay.12). Jika kita berfokus pada karakter-Nya yang tidak berubah dan berseru kepada-Nya di masa-masa sulit, pengharapan kita akan kembali dibangkitkan (ay.15).

Ketika kita mengalami kehilangan, kekecewaan, atau keadaan yang sulit, Allah mengundang kita untuk bersikap jujur kepada-Nya. Dia mampu menghadapi emosi kita yang terus berubah-ubah dan segala pertanyaan kita. Dia senantiasa menyertai kita dan menguatkan kita kembali dengan pengharapan yang abadi. Di saat kita merasa seolah-olah kehidupan kita telah hancur berantakan, Allah mampu membuat iman kita teguh tak tergoyahkan. —Xochitl Dixon

WAWASAN
Ketika Allah memanggil umat-Nya untuk percaya kepada-Nya dan tidak kepada bangsa lain, Allah menyatakan diri-Nya berdaulat atas seluruh sejarah manusia (Yesaya 24-27). Allah bekerja di belakang layar, mengatur berbagai peristiwa agar mencapai akhir yang penuh gemilang pada akhir zaman. Allah akan menghakimi dan menghukum mereka yang jahat dan congkak (24:16-23; 25:10-12), tetapi akan memberkati mereka yang merendahkan diri dan percaya kepada-Nya (25:1-8). Yesaya 26 adalah kidung pujian yang merayakan penyelamatan dan berkat yang akan Allah anugerahkan kepada mereka yang mempercayai, menaati, dan memuliakan-Nya (ay.7-9). —K.T. Sim

Pernahkah kamu merasa sulit untuk jujur kepada Allah di saat kehidupan terasa penat? Bagaimana Allah telah menolongmu mengatasi sirnanya impian atau harapanmu?

Allah terkasih, tolonglah kami untuk meyakini bahwa Engkau selalu mau dan siap untuk menampung segala luapan emosi kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46-48; Matius 13:1-30

Bagikan Konten Ini
42 replies
  1. Gabriella RCH
    Gabriella RCH says:

    Kemurahan KasihNya tak terselami. Namun kepastian akan KasihNya selalu nyata dan selalu tepat pada waktuNya. Terpujilah Tuhan.

  2. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    Dalam setiap kesulitan hdp ajar kami bpk untk mempercayai ngkau sepenuhnya karna engkau lah kekuatan kami perisai hdpku yg ku percaya kami hanya perc kpdmu ya bpk karna ngkau yg selalu menopang dlm setiap ke hdpan anak2 mu yg perc kpdmu ya bpk amin

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan dan pulihkanlah negara kami dari segala bencana dan pandemi ya Tuhan, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  4. Octaviana sinaga
    Octaviana sinaga says:

    Allah terkasih ajarkan kami untuk jujur pada diri kami sendiri, bahwa kebutuhan kami hanyalah Engkau yg utama, dan pintu suka cita kami adalah Engkau, karena ketika kami mencarimu maka semuanya akan ditambah – tambahkan.

  5. sermaulipa simbolon
    sermaulipa simbolon says:

    terpujilah Tuhan atas segala anugerahNya..ubahkan dan bentuk kami anak-anakMu agar kami snntiasa memuliakan Tuhan disetiap aspek kehidupan kmi..amin

  6. Susana Apriyanti
    Susana Apriyanti says:

    Terkadang jujur itu diperlukan di hadapan Tuhan, walaupun kita tahu bahwa sebelum melakukan sesuatu Tuhan lebih tahu. Namun kita harus sodara ketika kita pura pura kuat berarti kita juga sombong karena kita merasakan kita bisa melakukannya sendiri dan kita tidak menyadari bahwa kita lemah hanya manusia yg masih hidup karena anugerah dari Tuhan. So, jujur perasaan sama Tuhan itu penting, supaya kita makin kuat menjalani apa pun dalam hidup kita. Yuk kita jujur sama Tuhan, Tuhan seneng dengernya. God Bless.

  7. George C
    George C says:

    Ketika kita sedang berada di keadaan yg sulit ataupun sedang dalam kekecewaan dan ketakutan kita harus selalu percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Dia selalu sanggup menopang segala masalah kita , biarlah aku selalu bisa mengandalkan kekuatan mu ya Tuhan dan selalu percaya kepada mu di setiap kondisi ataupun keadaan apapun ya Tuhan , dan juga biarlah aku selalu bisa Bertumbuh dalam iman mu ya Tuhan sehingga ketika aku menghadapi kesulitan aku tidak akan goyah . Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *