Dampak yang Kekal

Senin, 25 Januari 2021

Dampak yang Kekal

Baca: Ezra 8:15-21

8:15 Aku menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel awam dan imam-imam, tetapi tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani Lewi.

8:16 Sebab itu aku mengirim Eliezer, Ariel, Semaya, Elnatan, Yarib, Elnatan, Natan, Zakharia, Mesulam, yakni kepala-kepala kaum keluarga, dan Yoyarib dan Elnatan, yakni pengajar-pengajar,

8:17 dengan suatu pesan untuk Ido, kepala setempat di Kasifya. Aku menaruh perkataan-perkataan ke dalam mulut mereka untuk dikatakan kepada Ido dan saudara-saudaranya, para budak di bait Allah di Kasifya itu, supaya mereka mendatangkan kepada kami orang-orang yang harus menyelenggarakan kebaktian di rumah Allah kami.

8:18 Kemudian karena tangan murah Allah kami itu melindungi kami, didatangkanlah oleh mereka kepada kami orang-orang yang berakal budi dari bani Mahli bin Lewi bin Israel, yakni Serebya dengan anak-anak dan saudara-saudaranya, delapan belas orang;

8:19 dan Hasabya beserta Yesaya, dari bani Merari, dan saudara-saudaranya dan anak-anak mereka, dua puluh orang;

8:20 dan dari para budak di bait Allah, yang diberikan Daud dan para pembesar untuk membantu pekerjaan orang-orang Lewi, dua ratus dua puluh orang, yang masing-masing ditunjuk dengan disebut namanya.

8:21 Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami.

 

Karena tangan Tuhan, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku. —Ezra 7:28

Dampak yang Kekal

Sekolah Alkitab kecil di Ghana bagian utara itu terlihat biasa-biasa saja. Hanya sebuah bangunan beratap seng dan berdinding batako, dengan segelintir siswa di dalamnya. Namun, Bob Hayes mencurahkan seluruh hidupnya untuk mereka. Ia mempercayai mereka untuk memimpin dan mendorong mereka berkhotbah dan mengajar, meski terkadang mereka enggan. Bob sudah meninggal dunia bertahun-tahun lalu, tetapi para lulusan sekolah Alkitab sederhana itu kemudian mendirikan lusinan gereja, sekolah, dan dua sekolah Alkitab lain yang berkembang pesat di seluruh Ghana.

Pada masa pemerintahan Raja Artahsasta (465-424 sm), seorang ahli kitab bernama Ezra menghimpun sekelompok orang Yahudi dari tanah pembuangan untuk kembali ke Yerusalem. Namun, Ezra tidak menemukan ada orang dari bani Lewi di antara mereka (Ezr. 8:15), padahal ia membutuhkan orang-orang Lewi untuk melayani sebagai imam. Karena itu ia menugaskan para pemimpin untuk “mendatangkan . . . orang-orang yang harus menyelenggarakan kebaktian di rumah Allah kami” (ay.17). Mereka melakukannya (ay.18-20), dan Ezra pun memimpin mereka semua untuk berdoa dan berpuasa (ay.21).

Nama Ezra berarti “penolong,” suatu ciri utama dari kepemimpinan yang baik. Berkat kesungguhan Ezra dalam membimbing, ia dan anak-anak didiknya kelak memimpin peristiwa kebangunan rohani di Yerusalem (baca pasal 9-10). Yang mereka butuhkan hanyalah dorongan dan arahan yang bijaksana.

Begitulah juga cara kerja gereja Allah. Ketika para pembimbing yang baik mendorong dan membangun kita, kita pun belajar melakukan yang sama untuk orang lain. Pengaruh tersebut akan bertahan lama bahkan setelah kita tiada. Pekerjaan yang dilakukan dengan setia bagi Allah akan memiliki dampak yang kekal. —Tim Gustafson

WAWASAN
Raja Artahsasta memgeluarkan maklumat bahwa setiap orang Israel yang ada dalam pembuangan dan ingin kembali ke tanah airnya boleh melakukannya. Para imam dan orang-orang Lewi juga tercakup di dalamnya (Ezra 7:13). Jadi Ezra mulai memimpin sekelompok orang kembali ke Yerusalem. Namun, dalam perjalanan, Ezra menyadari bahwa dalam kelompok itu tidak ada orang-orang dari bani Lewi (8:15). Mengapa Ezra membutuhkan orang Lewi? Karena Artahsasta telah memberikan izin kepada Ezra untuk mengangkat “pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim untuk memerintah semua orang di provinsi Efrat Barat yang hidup menurut Hukum Allah” (7:25 BIS). Ezra juga harus mengajar mereka yang belum mengetahui hukum Allah. Itu berarti harus ada orang-orang Lewi dalam kelompok yang kembali, karena merekalah yang bertugas sebagai pengatur dan hakim (1 Tawarikh 26:29) dan pengajar Taurat (2 Tawarikh 35:3). Setelah Ezra mengirim orang untuk menjemput orang-orang Lewi dan bergabung bersama mereka, “tangan murah Allah” membawa mereka pulang ke Yerusalem (Ezra 8:18,31-32). —J.R. Hudberg

Siapakah pembimbing rohanimu? (Jika kamu tidak memilikinya, siapakah yang bisa kamu minta untuk membimbingmu?) Mengapa sangat penting bagimu untuk menerima bimbingan dan juga memberikan bimbingan kepada orang lain?

Ya Bapa, tunjukkanlah kepadaku seseorang yang dapat aku bimbing.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 12-13; Matius 16

Bagikan Konten ini
28 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami. sembuh juga orang -orang disekitar kami dan pandemi korona dan tolong juga yang terkena bencana ya Tuhan, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. George C
    George C says:

    biarlah aku bisa mau dibimbing oleh sesama untuk bisa menjadi pribadi yg lebih baik lagi , dan biarlah aku juga bisa membimbing orang untuk menjadi lebih baik lagi , dengan saling mendorong dan menguatkan , biarlah aku melakukan nya dengan setia ya Tuhan . Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *