Allah bagi Mereka yang Terabaikan

Info

Jumat, 8 Januari 2021

Allah bagi Mereka yang Terabaikan

Baca: Yohanes 1:35-42

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!”

1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

1:39 Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).”

1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

 

Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus. —Ibrani 6:10

Allah bagi Mereka yang Terabaikan

“Terkadang saya merasa seolah-olah saya terabaikan. Padahal saya ingin sekali dipakai oleh Allah,” kata Ann, pegawai yang sedang merapikan ruang olahraga di hotel yang saya kunjungi. Lewat obrolan kami, saya mendapati bahwa ternyata kisah hidup Ann sangat luar biasa.

“Saya pernah menjadi pecandu narkoba dan pekerja seks di jalanan,” katanya. “Namun, saya tahu Allah ingin saya bertobat dan mengikut Dia. Suatu hari beberapa tahun lalu, saya berlutut di kaki Tuhan, dan Dia membebaskan saya.”

Saya berterima kasih kepada Ann karena telah menceritakan perbuatan Allah dalam dirinya. Saya juga meyakinkannya bahwa ia tidak terabaikan di mata Allah, karena dengan cara-Nya yang indah, Dia telah memakai Ann lewat obrolan kami untuk mengingatkan saya akan kuasa-Nya yang sanggup mengubahkan hidup seseorang.

Allah senang memakai orang-orang yang mungkin terabaikan oleh sesamanya. Rasul Andreas tidaklah seterkenal saudaranya Petrus, tetapi Alkitab mencatat bahwa “Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: ‘Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).’ Ia membawanya kepada Yesus” (Yoh. 1:41-42).

Petrus bertemu Yesus melalui Andreas. Ketika Andreas, salah seorang murid Yohanes Pembaptis, belajar tentang Yesus dari sang guru, ia pun mengikuti Yesus dan percaya—dan dengan segera memberi tahu saudaranya. Kesetiaan Andreas yang diam-diam ternyata membawa dampak yang mengguncangkan dunia.

Allah menghargai pelayanan yang setia, bukan ketenaran. Dia dapat memakai kita dengan dahsyat di mana pun kita berada—bahkan ketika tidak ada yang memperhatikan kita. —James Banks

WAWASAN
Istilah “Anak domba Allah” hanya dipakai oleh Yohanes. Dua kali dalam Yohanes 1, Yohanes Pembaptis menyebut Yesus “Anak domba Allah” (ay.29,36). Di ayat 29 menambahkan penjelasan “yang menghapus dosa dunia.” Itu mengacu kepada korban penghapus dosa seperti yang diwajibkan dalam hukum Taurat (lihat Imamat 4), dengan domba sebagai salah satu jenis binatang yang digunakan sebagai korban. Bukan di situ saja Rasul Yohanes menyebut Yesus sebagai Anak domba. Dalam kitab Wahyu, Yesus disebut sebagai “Anak Domba yang disembelih” (5:12) dan Anak Domba yang membuka meterai (6:1,3,5,7). Darah Anak Domba mengalahkan musuh (12:11), dan nama-nama mereka yang percaya kepada Kristus tercatat dalam kitab kehidupan dari Anak Domba (13:8). —J.R. Hudberg

Siapakah yang lewat kesetiaannya yang diam-diam telah membuat hidupmu berubah? Bagaimana kamu dapat melayani Allah dengan melayani sesamamu hari ini?

Bapa, terima kasih karena Engkau tidak pernah mengabaikanku! Aku bersyukur Engkau dapat memakaiku untuk memberi dampak di mana pun aku berada.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 20-22; Matius 6:19-34

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

32 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!