Pesan Salib

Jumat, 18 Desember 2020

Pesan Salib

Baca: Roma 5:1-10

5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–.

5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. —Roma 5:8

Pesan Salib

Pendeta Tim Keller pernah berkata, “Tak seorang pun belajar mengenali dirinya dengan cara diberi tahu. Hal itu harus ditunjukkan.” Ini sejalan dengan ungkapan, “Perbuatan lebih berbicara daripada kata-kata.” Pasangan suami-istri menunjukkan perhatian dengan cara mendengarkan dan mengasihi satu sama lain. Orangtua menunjukkan penghargaan kepada anak-anak dengan cara merawat mereka sepenuh hati. Pelatih menunjukkan kepada para atlet bahwa mereka berbakat dengan cara mengembangkan potensi mereka sebaik-baiknya. Masih banyak contoh lainnya. Sebaliknya, perbuatan menyakiti orang lain bisa menunjukkan pesan kebencian dan perseteruan.

Dari semua perbuatan yang mengandung pesan di alam semesta ini, ada satu yang paling penting. Kalau kita ingin ditunjukkan siapa kita sebenarnya di mata Allah, kita tinggal melihat perbuatan-Nya yang nyata di kayu salib. Dalam Roma 5:8, Paulus menulis, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Salib menunjukkan siapa kita sesungguhnya: orang-orang yang begitu dikasihi Allah sehingga Dia rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal bagi kita (Yoh. 3:16).

Di tengah maraknya pesan yang menyesatkan dan perbuatan yang membingungkan dari dunia yang telah berdosa ini, suara hati Allah terdengar jelas. Siapakah kamu? Kamu adalah orang yang begitu dikasihi Allah sehingga Dia rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal demi menyelamatkanmu. Renungkanlah harga yang dibayar-Nya bagimu dan kenyataan indah bahwa, bagi Allah, kamu layak untuk ditebus-Nya. —BILL CROWDER

WAWASAN
Dalam Roma 1—3, Paulus memulai suratnya dengan menunjukkan bahwa mereka yang menolak Yesus adalah musuh Allah yang akan dijatuhi murka-Nya (1:18; 2:5; 3:23). Kemudian ia menyatakan kabar baik tentang keselamatan Allah melalui Kristus: “Oleh kasih karunia [kita] telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (3:24-25). Dalam Roma 5, Paulus menegaskan kasih Allah yang berlimpah bagi kita. Pertama, kita tahu betapa besar Allah mengasihi kita “karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (5:5). Kedua, ketika kita masih menjadi musuh Allah (ay.6-10), Dia memperlihatkan kasih-Nya yang besar dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal “sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4:10) dan membuat kita “menikmati hubungan . . . yang baik itu dengan Allah” (Roma 5:11 BIS). —K.T. Sim

Bagaimana kamu memandang harga dirimu selama ini? Apa saja pesan menyesatkan yang mungkin perlu kamu singkirkan atau tolak supaya dapat menerima penilaian Allah atas hidupmu?

Ya Bapa, aku tidak akan pernah bisa sepenuhnya memahami mengapa Engkau begitu mengasihiku hingga rela memberikan Anak-Mu untuk pengampunan dosaku. Kasih-Mu tidak terselami dan anugerah-Mu sungguh ajaib. Terima kasih, Engkau telah menjadikanku anak-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan Untuk SetahunObaja; Wahyu 9

Facebooktwitterreddit

15 replies
  1. Ticha
    Ticha says:

    Terimakasih Tuhan, Engkau mau melihat dan mempedulikan kami yang berdosa. Tuntunlah kami di dalam menjalani harihari kami agar kamipun menunjukkan segala kasih setia kami kepadaMu. Allah yang layak kami sembah . Amin

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, beri kekuatan kepada pemimpin negara kami ya Tuhan, dan jauhkan dari semua yang jahat, terpujlah namaMu kekal selamanya,amin

  3. Kristina Meilani
    Kristina Meilani says:

    Makasih Tuhan Yesus❤
    Walau aku melupakanMu, Engkau tetap mengasihiku dan memelukkan erat agar aku tidak lari kemana² lagi:’)
    Makasih Tuhan Yesusku, makasihhhh❤❤❤❤❤❤

  4. ady law
    ady law says:

    selama ini aku memandang diriku tidak lah berguna dan tidak memberikan dampak yang baik, namun dengan berjalan dalam serta tuhan aku bisa merasa diri bisa berdampak.

    pesan menyesatkan yang perlu ku singkirkan adalah kompromi dengan dosa.

    jangan mau lagi diperbudak oleh dosa, karena kita merdeka dan di bebas kan tuhan dari belenggu dosa.. maka kuatkan lah keyakinan kepada tuhan sehingga kita bisa tetap teguh dan bersukacita dalam menjalani hari hari kita.

    terima kasih
    JESUS BLESS US

  5. George C
    George C says:

    Terimakasih Ya Tuhan Atas Kasih Mu Yg Begitu Besar Dan Aku Diingatkan Bahwa Aku Begitu Dikasihi Oleh Mu Ya Tuhan Yang Rela Mengorbankan Nyawa Nya Di Atas Kayu Salib , Biarlah Aku Bisa Bertumbuh Dalam Kerohanian Mu Dan Juga Selalu Bisa Mengasihi , Melayani , Dan Mengampuni .

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *