Memberi yang Terbaik

Info

Senin, 30 November 2020

Memberi yang Terbaik

Baca: Maleakhi 1:8-14

1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

1:9 Maka sekarang: “Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!” Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

1:10 Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.

1:12 Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: “Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!”

1:13 Kamu berkata: “Lihat, alangkah susah payahnya!” dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.

1:14 Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Ia mentahirkan . . . , menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan. —Maleakhi 3:3

Memberi yang Terbaik

Saat memasuki sebuah rumah penampungan tunawisma di lingkungan kami, di hadapan kami ada setumpuk sepatu hasil sumbangan. Pimpinan tempat itu mengundang persekutuan kaum muda kami untuk membantu menyortir timbunan sepatu bekas itu. Kami menghabiskan waktu sepanjang pagi mencari pasangan sepatu-sepatu tersebut dan menjejerkannya di lantai beton. Di akhir kegiatan itu, kami membuang lebih dari setengah sepatu yang ada karena kondisinya sudah terlalu jelek untuk bisa dipakai lagi. Walaupun tempat penampungan itu tidak bisa melarang orang memberi barang-barang yang sudah rusak, tetapi mereka menolak membagikan sepatu-sepatu yang sudah tidak layak pakai. Bangsa Israel juga bermasalah dengan pemberian yang tidak layak kepada Allah. Melalui Nabi Maleakhi, Allah menegur orang Israel yang mempersembahkan binatang yang buta, timpang, atau sakit, padahal mereka punya hewan-hewan yang sehat untuk dipersembahkan (Mal. 1:6-8). Dia menyatakan ketidaksenangan-Nya (ay.10), menegaskan kelayakan-Nya untuk menerima yang terbaik, dan menegur umat-Nya karena mereka menyimpan yang terbaik untuk diri mereka sendiri (ay.14). Namun, Allah juga berjanji mengirimkan Mesias, dengan kasih dan anugerah yang akan mengubah hati mereka dan membangkitkan kerinduan mereka untuk membawa persembahan yang berkenan kepada-Nya (3:1-4). Terkadang, kita tergoda memberikan sisa-sisa milik kita kepada Allah. Kita memuji Allah dan mengharapkan Dia memberikan segalanya kepada kita, tetapi sebaliknya kita hanya memberikan remah-remah kepada-Nya. Ketika kita merenungkan semua yang telah Allah lakukan, kita dapat bersukacita merayakan kelayakan-Nya dan memberikan yang terbaik dari kita kepada-Nya.—XOCHITL DIXON

WAWASAN
Nabi Maleakhi menegur bangsa Israel atas perilaku mereka yang kurang ajar terhadap Allah. Mereka menunjukkannya dengan cara melecehkan kemurnian korban yang harus mereka bawa untuk dipersembahkan. Mereka membawa hewan yang buta, timpang, dan sakit (1:8), padahal Allah mengharuskan hewan persembahan yang tak bercela (lihat Imamat 1:3,10; 3:1,6; 4:3,23,28,32). Allah menganugerahkan pemberian-pemberian yang baik kepada bangsa Israel, dan mereka juga diharapkan memberikan yang terbaik kepada-Nya. Mempersembahkan korban yang bercela adalah tanda sikap tidak hormat, dan berarti mereka hanya melakukan ritual dan bukan menghormati Allah sepenuh hati mereka. —J.R. Hudberg

Mengapa terkadang kamu tergoda memberikan barang sisa atau rusak kepada Allah? Dengan apa kamu bisa memberikan yang terbaik bagi-Nya hari ini?

Allah yang perkasa, tolonglah aku mengutamakan Engkau dan memberikan yang terbaik kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan Untuk SetahunYehezkiel 37-39; 2 Petrus 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

43 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!