Manis Kembali

Info

Minggu, 29 November 2020

Manis Kembali

Baca: Yesaya 25:1-9

25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.

25:2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya.

25:3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu.

25:4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,

25:5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

25:8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.

25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”

Tuhan semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk. —Yesaya 25:6

Manis Kembali

Tahukah kamu, kebiasaan dalam upacara pernikahan di Rusia begitu sarat makna dan keindahan? Salah satu kebiasaan tersebut dilakukan dalam resepsi ketika pemimpin pesta mengajak seluruh hadirin bersulang untuk menghormati pasangan pengantin. Setiap orang akan mengangkat gelas tinggi-tinggi dan minum sedikit, lalu berteriak, “Gor’ko! Gor’ko!” yang berarti “Pahit! Pahit!” Ketika para tamu meneriakkan kata-kata itu, pasangan pengantin harus berdiri dan berciuman agar minuman itu manis kembali. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa cawan pahit kesedihan, kehancuran, dan kutukan atas bumi (ps.24) akan digantikan pengharapan manis dari adanya langit yang baru dan bumi yang baru (ps.25). Allah akan menyediakan perjamuan dengan makanan yang paling lezat serta minuman yang terbaik dan termanis. Itu akan menjadi perjamuan penuh berkat yang tidak pernah berakhir bagi semua bangsa (25:6). Bukan hanya itu. Di bawah pemerintahan Sang Raja adil yang berdaulat, maut ditiadakan, air mata kesedihan dihapus, dan kain perkabungan yang menutupi aib umat-Nya disingkirkan (ay.7-8). Umat-Nya akan bersukacita karena Dia yang mereka percayai dan nanti-nantikan akan membawa keselamatan dan mengubah cawan pahit kehidupan menjadi manis kembali (ay.9). Suatu hari nanti, kita akan bersama Yesus dalam perjamuan kawin Anak Domba. Ketika Dia menyambut kedatangan mempelai-Nya (gereja), janji dari Yesaya 25 akan digenapi. Kehidupan yang sebelumnya pahit akan dibuat manis kembali.—MARVIN WILLIAMS

WAWASAN
Yesaya 25:6-8 mengumumkan sebuah pesta perjamuan besar-besaran yang disertai dengan janji penebusan Allah atas bumi dari awan gelap kematian yang menaunginya. Gunung Sion yang disebutkan di ayat 6 adalah tempat Yerusalem berada. Janji perjamuan besar di gunung tersebut menunjukkan Israel sebagai pusat dari penggenapan maksud Allah. Namun, janji pesta untuk “segala bangsa” tersebut menunjukkan bahwa Israel bukanlah satu-satunya penerima seluruh berkat Allah (ay.6). Sebaliknya, Israel menjadi saluran Allah untuk memberkati segala bangsa, yang secara khusus dilihat dari kedatangan raja Israel ke Sion (Zakharia 9:9; Matius 21:1-5). —Con Campbell

Apa yang membuat kamu merindukan Allah mengubah yang pahit menjadi manis kembali? Sambil menantikan kedatangan Yesus kembali, hal apa saja yang dapat kamu lakukan untuk membuat pengalaman pahit orang lain menjadi manis kembali?

Ya Allah, saat aku menyaksikan dan mengalami banyak kepedihan, penderitaan, kehancuran, dan kematian, terkadang sulit mempercayai bahwa Engkau akan membuat yang pahit menjadi manis kembali. Tolonglah aku berharap hanya kepada-Mu, Tuhan yang telah berjanji mengaruniakan perhiasan kepala ganti abu, sukacita ganti dukacita.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan Untuk SetahunYehezkiel 35-36; 2 Petrus 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!