Jalan Panjang

Kamis, 12 November 2020

Jalan Panjang

Baca: Keluaran 13:17-18

13:17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”

13:18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat. —Keluaran 13:17

Jalan Panjang

Ketika rekan kerjanya satu per satu mendapat kenaikan jabatan, Benjamin merasa sedikit iri. “Mengapa kamu belum jadi manajer? Padahal kamu sudah pantas, lho,” kata teman-temannya kepada Benjamin. Namun, Ben memutuskan untuk menyerahkan kariernya kepada Allah. “Jika ini memang rencana-Nya bagiku, aku akan melakukan pekerjaanku dengan baik,” katanya kepada mereka. Akhirnya, beberapa tahun kemudian, Ben naik jabatan. Saat itu, pengalaman kerja yang lebih lama telah menolongnya bekerja dengan penuh percaya diri dan membuatnya disegani oleh bawahannya. Sementara itu, beberapa rekan Ben yang naik jabatan lebih dahulu masih mengalami kesulitan berperan sebagai pemimpin, karena ternyata mereka belum siap untuk naik jabatan. Ben menyadari bahwa Allah membuatnya “berjalan lebih jauh” supaya ia lebih siap mengerjakan peran barunya. Ketika Allah memimpin orang Israel keluar dari Mesir (Kel. 13:17-18), Dia memilih jalan yang lebih jauh karena “jalan pintas” ke Kanaan sangat berbahaya. Para penafsir Alkitab berpendapat bahwa perjalanan yang lebih jauh juga memberi mereka waktu yang lebih panjang untuk memperkuat fisik, mental, dan iman mereka untuk pertempuran-pertempuran yang akan mereka hadapi. Jalan pintas belum tentu jalan yang terbaik. Terkadang Allah mengizinkan kita menempuh jalan yang lebih panjang dalam hidup ini, entah dalam karier atau hal-hal lain, supaya kita lebih siap melakukan perjalanan di depan. Ketika merasa banyak hal berjalan terlalu lambat, kita dapat mempercayai Allah—Dialah yang setia memimpin dan memandu kita.—Leslie Koh

WAWASAN
Setelah lebih dari empat ratus tahun diperbudak di Mesir, perjalanan umat Israel menuju Tanah Perjanjian dimulai di Keluaran 13. Dengan meninggalkan Mesir, tergenapilah sebuah nubuat sekaligus suatu permintaan. Nubuat tersebut diberikan oleh Allah kepada Abraham ketika Dia menetapkan perjanjian-Nya dengan sang leluhur. Di Kejadian 15:13, Allah memperingatkan bahwa “empat ratus tahun lamanya” keturunan Abraham akan “menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, . . . diperbudak dan dianiaya”—tetapi Allah akan melepaskan mereka dari penindasan tersebut. Kelepasan tersebut digenapi dalam Keluaran 13. Di Kejadian 50:25, Yusuf meminta agar tulang-tulangnya dibawa ke tanah perjanjian dan dikuburkan di sana. Keluaran 13:19 mengatakan bahwa permintaan ini tidak dilupakan oleh bangsanya. Yosua 24:32 mencatat penguburan tersebut. —Bill Crowder

Mungkinkah Allah sedang menguatkanmu dengan mengizinkanmu menempuh “jalan yang lebih panjang” dalam hidup ini? Bagaimana caramu mengingatkan diri untuk tetap percaya kepada-Nya?

Allah yang penuh kasih, Engkau tahu perasaanku ketika aku merasa banyak hal berjalan begitu lambat. Berikanlah aku kesabaran untuk mempercayai-Mu dan meyakini tujuan serta rencana-Mu yang agung.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan Untuk SetahunYeremia 51-52; Ibrani 9

Facebooktwitterreddit

44 replies
  1. Elisabeth Trisani Simanjuntak
    Elisabeth Trisani Simanjuntak says:

    Yaa aku percaya bahwa Allah punya rencana yang sangat indah bagi hidup saya di masa depan dan Allah yang selalu menguatkan saya agar saya selalu bisa berjalan bersama-Nya sekalipun perjalanan yang saya jalani menuju rencana Allah itu adalah perjalanan yang panjang. Cara saya meyakinkan diri adalah saya akan terus percaya dan berdoa bahwa apapun dalam hidup saya Tuhan telah tetapkan sejak saya ada di dunia ini dan saya juga percaya bahwa rencana Tuhan itu yang terbaik dan di waktu-Nya yang tepat. Aminn 😇

  2. daniq
    daniq says:

    Amin.. firman ini mengingatkan sy. akhir2 ini merasa waktu sangat lambat,semua proses yang sy rindukan sprti terasa lama. ttp bersyukur ,Waktu Tuhan pasti tepat.

  3. Madya Angsito
    Madya Angsito says:

    Terima kasih Tuhan atas segala penyertaanMu selama ini. Berkatilah kami agar tetap setia mengikut Engkau sampai kapanpun. Amin

  4. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  5. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    saya bersyr kpdmu ya bpk karna ngkau mengetahui setiap langkah kehdpan setap anak2 nya ajar bpk untk kami tdk takut dan gtr untk selalu hdp bersana bpk dan menyerahkan hdp kpdmu dgn beriman sege

  6. George C
    George C says:

    Yes , Tuhan punya rencana buat kita walaupun proses ny panjang tapi ada maksud ny , semoga tuhan mudahkan kami dalam mencapai cita” kami aminnn

  7. Johannes Anes
    Johannes Anes says:

    Amin.. Terimakasih Tuhan Yesus atas Firman mu malam ini..Allah selalu menuntun umat nya dijalan kebenaran walaupun perjalanan panjang..Tuhan selalu setia bagi umat nya yg selalu penuh keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus.. haleluya..

  8. Renato
    Renato says:

    Ketika merasa banyak hal berjalan terlalu lambat, kita dapat mempercayai Allah-Dialah yang setia memimpin dan memandu kita. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *