Hati yang Berbelas Kasihan

Info

Selasa, 15 September 2020

Hati yang Berbelas Kasihan

Baca: Matius 14:1-14

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.

14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.

14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!”

14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,

14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.

14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.”

14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.

14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

14:11 dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.

14:12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Tergeraklah hati [Yesus] oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. —Matius 14:14

Hati yang Berbelas Kasihan

Ellen, teman saya, bertanggung jawab menghitung gaji karyawan di sebuah kantor akuntan. Kedengarannya sederhana, tetapi ada saja pemberi kerja yang terlambat memasukkan informasi yang diperlukan. Kerap kali Ellen harus mengambil waktu lembur supaya para karyawan dapat menerima gaji mereka tepat waktu. Ia melakukannya karena mempertimbangkan keluarga-keluarga yang bergantung pada dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, membeli obat-obatan, dan membayar sewa rumah.

Hati Ellen yang dipenuhi belas kasihan dalam pekerjaannya itu mengingatkan saya pada Yesus. Selama di dunia, terkadang Dia melayani orang-orang ketika keadaan sedang tidak nyaman bagi-Nya. Contohnya ketika Kristus ingin menyendiri setelah mendengar kabar bahwa Yohanes Pembaptis dibunuh. Dia pun menaiki perahu untuk mengasingkan diri ke tempat yang sunyi (Mat. 14:13). Mungkin Dia merasa perlu menangisi kematian kerabat-Nya itu dan berdoa dalam kesedihan-Nya.

Namun, ada satu masalah. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti-Nya. Kebutuhan mereka juga bermacam-macam. Sebenarnya mudah saja menyuruh mereka pergi, tetapi “ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit” (ay.14).

Meskipun sudah menjadi bagian dari panggilan Yesus untuk mengajar orang banyak dan menyembuhkan mereka selama Dia melayani di dunia, tetaplah rasa empati mempengaruhi cara Yesus melakukan pelayanan-Nya. Kiranya Allah menolong kita menyadari belas kasihan Allah dalam hidup kita dan memampukan kita untuk membagikannya kepada orang lain.—Jennifer Benson Schuldt

WAWASAN
Di Matius 14:13 kita membaca, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.” Dalam momen-momen penting atau ketika tantangan besar datang, biasanya Yesus pergi memisahkan diri dari keramaian. Inilah pola yang biasa dilakukan-Nya selama di dunia (ay.23; Markus 1:35; 6:46; Lukas 5:16; 6:12). Dalam Matius 14, hal yang memicu keinginan Yesus untuk menyepi (“berita itu”, ay.13) adalah serangkaian peristiwa keji yang berujung pada pembunuhan pendahulu-Nya, Yohanes Pembaptis. Entah Dia mengambil waktu untuk berduka atas kematian Yohanes atau ingin mencari hadirat Bapa yang menghiburkan diri-Nya, Yesus mendapati waktu-waktu menyepi itu sangat berharga. —Bill Crowder

Belas kasihan dan pemeliharaan Allah seperti apa yang telah kamu alami? Apa saja yang selama ini menghalangimu untuk menyatakan kasih Allah dalam tanggung jawabmu sehari-hari?

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah memenuhi kebutuhan rohani dan jasmaniku. Buatlah rasa syukurku berlimpah ruah agar aku dapat memuliakan-Mu lewat kepedulianku kepada sesama.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 22-24; 2 Korintus 8

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

40 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!