Berdamai dengan Masalah

Info

Senin, 21 September 2020

Berdamai dengan Masalah

Baca: Yohanes 16:25-33

16:25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.

16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,

16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

16:28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

16:29 Kata murid-murid-Nya: “Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan.

16:30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

16:31 Jawab Yesus kepada mereka: “Percayakah kamu sekarang?

16:32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” —Yohanes 16:33

Berdamai dengan Masalah

Kami sudah hampir sampai di rumah ketika saya tersadar bahwa temperatur mesin mobil kami menunjukkan angka yang sangat tinggi. Kami buru-buru menepi, mematikan mesin, dan melompat keluar. Asap pun mengepul dari balik kap mobil. Mesin mobil mendesis. Saya memundurkan mobil beberapa meter dan menemukan genangan minyak di bawahnya. Saya langsung tahu apa yang telah terjadi: tutup kepala silinder mobil saya pecah.

Saya kesal sekali. Kami baru saja mengeluarkan banyak uang untuk reparasi mobil. Saya menggerutu, Kenapa tidak bisa jalan lagi? Mengapa rusak melulu?

Kamu pernah mengalami hal serupa? Terkadang kita berhasil menghindari satu krisis, menyelesaikan satu masalah, melunasi cicilan berjumlah besar, tetapi kembali diperhadapkan pada masalah lain. Adakalanya masalah-masalah itu jauh lebih besar daripada sekadar kerusakan mesin, seperti menerima diagnosis penyakit yang tidak pernah diduga, kematian orang terdekat secara mendadak, atau kepergian seseorang yang sangat menyakitkan hati.

Di saat-saat seperti itu, kita mendambakan dunia yang bebas derita dan masalah. Yesus berjanji bahwa dunia itu pasti datang. Namun, belum sekarang. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan,” Dia mengingatkan murid-murid-Nya dalam Yohanes 16. “Tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (ay.33). Dalam pasal itu Yesus berbicara tentang masalah-masalah yang sangat serius, seperti penganiayaan karena iman. Namun, Yesus berkata, masalah itu tidak akan menang atas mereka yang berharap kepada-Nya.

Masalah kecil atau besar dapat mengganggu hari-hari kita. Namun, janji Yesus tentang hari esok yang lebih baik bersama-Nya menguatkan kita untuk tidak membiarkan masalah menentukan hidup kita hari ini.—Adam Holz

WAWASAN
Yohanes 14-16 berisi serangkaian pengajaran Yesus yang disebut Ceramah Ruang Atas. Inilah pengajaran panjang-Nya yang terakhir kepada murid-murid-Nya sebelum Dia disalibkan. Dalam ayat hari ini (16:25-33), Yesus mengakhiri pesan-Nya dengan membuat pernyataan yang sejajar dengan bagian awalnya. Di 16:28, Yesus berkata bahwa Dia akan meninggalkan dunia dan pergi kepada Bapa, mengulangi perkataan-Nya tentang pergi ke rumah Bapa di 14:2-3. Di Yohanes 16:32, Dia berkata bahwa para murid akan dicerai-beraikan ke tempat mereka masing-masing dan meninggalkan Dia sendiri. Namun, di Yohanes 14:3, Dia memberikan jaminan kepada mereka akan adanya tempat di rumah Bapa bagi mereka—sebuah tempat yang pasti jauh lebih baik! Pada akhirnya, di 14:1, Yesus memulai dengan menguatkan mereka agar hati mereka tidak digelisahkan oleh kepergian-Nya, sementara di 16:33, Dia memberikan jaminan bahwa mereka dapat memiliki damai sejahtera oleh karena kemenangan-Nya yang akan datang. Dengan ini pesan tersebut diakhiri dengan menggenapi pemikiran yang terdapat di awal ceramah-Nya. —Bill Crowder

Bagaimana bila kamu menyerahkan masalahmu kepada Allah? Apa yang kamu gunakan untuk mengingatkanmu agar menyerahkan segala kekuatiran kecemasanmu kepada-Nya?

Ya Bapa, rasanya masalah datang bertubi-tubi. Namun, ketika masalah itu datang, Engkau ada bersamaku. Tolonglah aku untuk bergantung penuh kepada-Mu hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 7-9; 2 Korintus 13

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

40 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!