Pemandangan Indah di Tempat Suram

Jumat, 21 Agustus 2020

Pemandangan Indah di Tempat Suram

Baca: Mazmur 86:1-13

86:1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

86:2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

86:4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

86:6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.

86:7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.

86:8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.

86:9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.

86:10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.

86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;

86:13 sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.

Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. —Mazmur 86:5

Pemandangan Indah di Tempat Suram

Ketika bersama suami menjelajahi salah satu sudut negara bagian Wyoming yang gersang dan tandus, saya melihat ada sekuntum bunga matahari tumbuh di tempat kering berbatu yang banyak ditumbuhi semak berduri, jelatang, kaktus berduri dan tanaman gersang lainnya. Meski tidak setinggi bunga matahari pada umumnya, tetap saja bunga itu terlihat indah dan membuat saya gembira.

Pemandangan indah tak terduga di tempat yang gersang dan tandus itu mengingatkan saya bagaimana hidup, bahkan bagi orang Kristen, bisa terasa gersang dan suram. Masalah tampaknya terlalu berat untuk diselesaikan, dan seperti seruan Daud sang pemazmur, doa-doa kita sepertinya tidak didengar: “Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku” (Mzm. 86:1). Seperti Daud, kita juga rindu mengalami sukacita (ay.4).

Meski demikian, Daud melanjutkan dengan menyatakan bahwa kita melayani “Allah penyayang dan pengasih” (ay.15), yang “berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Nya” (ay.5). Allah tentu menjawab doa kita (ay.7).

Terkadang dalam kehidupan kita yang suram, Allah mengirimkan bunga matahari—bisa berupa pesan yang menguatkan dari teman; ayat atau bagian Alkitab yang menenangkan jiwa; matahari terbit yang indah—yang membantu kita melangkah maju dengan langkah yang lebih ringan dan penuh harapan. Sambil kita menantikan hari ketika Allah akhirnya melepaskan kita dari setiap kesulitan kita, marilah bersama pemazmur kita menyatakan, “Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah” (ay.10).—Alyson Kieda

WAWASAN
Raja Daud tercatat sebagai penulis dari tujuh puluh tiga atau tujuh puluh empat mazmur, dan Mazmur 86 adalah salah satunya. Tidak seperti beberapa mazmur Daud (misalnya saja keterangan pembuka Mazmur 51), Mazmur 86 tidak menuliskan komentar apa pun mengenai keadaan yang menggugah penulisannya, dan rupanya di dalam mazmur ini terdapat sejumlah frasa yang muncul di mazmur-mazmur Daud lainnya. Namun, ciri kunci Mazmur 86, sebagaimana dijelaskan The New Bible Commentary, bisa jadi adalah kemunculan nama Tuhan sebanyak tujuh kali (ay.3,4,5,8,9,12,15) yang menggunakan istilah Ibrani Adonai, yang berbicara mengenai kedaulatan Allah. Sembari Daud menyembah dan memuja kebesaran Allah, ia juga membawa kebutuhan dan kekhawatirannya kepada Dia—karena tahu bahwa ia sedang meminta kepada Allah yang tidak hanya layak menerima segala sembah dan pujinya, tetapi juga Satu-satunya yang dapat dipercaya dengan segala kemungkinan jawaban yang diterimanya.—Bill Crowder

Dari situasi sulit apa Allah telah menyelamatkanmu? Dalam masa-masa itu, pernahkah kamu melihat adanya “bunga matahari” yang menolongmu tetap bertahan?

Allah yang Maha Pengasih, terima kasih karena Engkau telah berbelas kasihan dan bermurah hati kepada kami. Mampukan kami untuk mengingat betapa Engkau setia dan selalu menjawab doa-doa kami di masa lalu—dan akan menjawabnya lagi di masa menddatang.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 107–109; 1 Korintus 4

Bagikan Konten Ini
36 replies
  1. Jovan Nainggolan
    Jovan Nainggolan says:

    Kita harus bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang maha penyayang dan Maha Pengasih, kita selalu didampingi baik di waktu susah pun di waktu senang, oleh karena itu sudah selayaknya lah kita mengucap syukur atas dampingan Tuhan selama hidup kita

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami,
    pimpin kami selalu dimanapun kami berada ya Tuhan ,
    dan kuatkanlah kami,
    terpujilah namaMu kekal selamanya,
    Amin

  3. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Mampukan kami untuk mengingat betapa Engkau setia dan selalu menjawab doa-doa kami di masa lalu—dan akan menjawabnya lagi di masa menddatang.

  4. Titin
    Titin says:

    Terima kasih banyak, kami boleh dikuatkan tiap harinya lewat renungan ini, tetap semangat dan layani Tuhan tanpa jemu

  5. Mack Mack
    Mack Mack says:

    Terima kasih Tuhan, janji- Mu ya dan Amin. Engkau Tuhan yang memberikan jalan keluar dan harapan ditengah kesulitan dan pencobaan yang kami hadapi. Terpujilah nama-Mu yang Kudus. Amin.

  6. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    ajarkan kami bpk untk kami bisa hdp taat dan memulyakan namamu ya bpk amin maaf tadi saya udh kasih komentar tapi kepijit blm selesai tapi ini menjadi komentar saya amin

  7. Renato
    Renato says:

    Sambil kita menantikan hari ketika Allah akhirnya melepaskan kita dari setiap kesulitan kita, marilah bersama pemazmur kita menyatakan, “Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah” . Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *