Memeriksa Diri Sendiri

Minggu, 30 Agustus 2020

Memeriksa Diri Sendiri

Baca: Ratapan 3:37-42

3:37 Siapa berfirman, maka semuanya jadi? Bukankah Tuhan yang memerintahkannya?

3:38 Bukankah dari mulut Yang Mahatinggi keluar apa yang buruk dan apa yang baik?

3:39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!

3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

3:41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:

3:42 Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni.

Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan. —Ratapan 3:40

Memeriksa Diri Sendiri

Baru-baru ini saya membaca setumpuk surat dari era Perang Dunia II yang dikirimkan oleh ayah saya kepada ibu saya. Saat itu ayah saya ditugaskan di Afrika Utara sementara ibu saya tinggal di West Virginia, Amerika Serikat. Ayah, seorang tentara berpangkat letnan dua di Angkatan Darat, diberi tanggung jawab menyensor surat-surat yang dikirimkan para tentara. Tujuannya supaya jangan ada informasi sensitif yang terbaca oleh musuh. Jadi agak lucu ketika saya melihat di bagian luar dari surat-surat yang dikirimkan ayah saya kepada istrinya, terdapat stempel bertuliskan “Lolos sensor oleh Letnan Dua John Branon.” Ayah saya menyensor surat-suratnya sendiri!

Menyensor diri sendiri adalah hal yang baik bagi kita semua. Beberapa kali dalam Alkitab disebutkan tentang pentingnya menguji diri untuk menemukan apa yang tidak benar dan yang tidak menyenangkan hati Allah. Contohnya, pemazmur berdoa, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; . . . lihatlah, apakah jalanku serong“ (Mzm. 139:23-24). Nabi Yeremia menggemakan nasihat yang sama: “Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan“ (Rat. 3:40). Saat berbicara tentang kondisi hati kita dalam perjamuan kudus, Rasul Paulus berkata, “Hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri“ (1Kor. 11:28).

Roh Kudus dapat menolong kita berpaling dari perilaku dan tindakan yang tidak menyenangkan hati Allah. Karena itu, sebelum kita memulai kegiatan kita hari ini, berhentilah sejenak dan mintalah pertolongan Roh Kudus untuk membantu kita memeriksa diri, agar kita dapat “berpaling kepada Tuhan“ dalam persekutuan yang erat dengan-Nya.—Dave Branon

WAWASAN
Ratapan adalah sebuah konsep yang penting di dalam Perjanjian Lama dan tertanam kuat dalam pola pikir orang Yahudi. Hak istimewa untuk membawa perasaan sakit hati, ketakutan, atau pergumulan terdalam kita kepada Allah yang sangat peduli kepada kehidupan kita adalah hal yang menakjubkan. Dalam Perjanjian Lama, sifat-sifat inilah yang memberikan perbedaan besar antara Allah Israel dan ilah-ilah lainnya. Para berhala yang disembah bangsa-bangsa di Timur Dekat kuno bersifat kasar dan penuntut, maka sifat penyayang dan pengasih dari Allah yang sejati (Keluaran 34:6-7) menjadikan Dia pribadi yang sempurna untuk menerima setiap kepedihan hati umat-Nya. Hal ini tercermin sekali dalam kitab Ratapan. Yeremia, yang dipercaya sebagai penulisnya, menuliskan kitab ini dalam kepedihan hati karena kehancuran Yerusalem di 586 SM. Ratapan ini terdiri dari lima sajak, yang semuanya berisi perasaan duka karena kehancuran “kota damai” (arti dari Yerusalem).—Bill Crowder

Bagaimana cara kamu melakukan pemeriksaan rohani yang sehat terhadap dirimu sendiri? Dua hal apa yang dapat kamu singkirkan untuk memperbaiki hubunganmu dengan Allah?

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku. Lihatlah, apakah ada perubahan yang perlu kulakukan hari ini agar aku dapat mengenal dan melayani-Mu lebih baik lagi.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 129–131; 1 Korintus 11:1-16

Bagikan Konten Ini
34 replies
  1. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku. Lihatlah, apakah ada perubahan yang perlu kulakukan hari ini agar aku dapat mengenal dan melayani-Mu lebih baik lagi.

  2. Ruth Paula Margareth Lumban Toruan
    Ruth Paula Margareth Lumban Toruan says:

    Terima kasih, renungan hari ini membuat saya sadar akan kebiasaan buruk saya, dan harus menyelidiki diri sendiri lalu menguji diri sendiri agar saya dekat dengan Tuhan

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami,
    pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan,
    terpujilah Namamu kekal selamanya,
    Amin

  4. lia
    lia says:

    ya Bapaku, lihat lah hatiku ajar aku agar setiap apapun yang aku perbuat walau hal itu ga enak atau tidak menyenangkan hatiku tetapi dapat menyenangkan hatiMu dan biarlah segala kemuliaan hanya bagiMu sebab Engkaulah yang tau apa yang terbaik dalam hidupku.

    ajar aku menerima segala rasa yang kamu berikan dalam hidupku biarkan aku seperti ayub yang menikmati suka maupun duka di dalamMu biarkan aku selalu merasakan hadiratMus serta penyertaanMu dalam hidupju. TERPUJILAH TUHAN MAHA BESAR TUHAN YESUS KRISTUS YANG SANGAT MENYAYANGIKU

    TERIMA KASIH TUHAN

  5. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    engkau bpk yg baik mengetahui setiiap rencanamu dlm setiap rancangamu apa yg hrs ku perbuat dlm kehendakmu ya bpk amin

  6. Guest Account
    Guest Account says:

    Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku. Lihatlah, apakah ada perubahan yang perlu kulakukan hari ini agar aku dapat mengenal dan melayani-Mu lebih baik lagi. amin

  7. wilsonzeky
    wilsonzeky says:

    Selidiki aku, lihat hatiku ya Tuhan. Ditengah cobaan dan dukacitapun ku berusaha utk mengimani WAKTUMU. Terima kasih ya Tuhan utk penghiburanMu dari orang-orang yang kau pakai di dalam hidupku.

  8. Renato
    Renato says:

    sebelum kita memulai kegiatan kita hari ini, berhentilah sejenak dan mintalah pertolongan Roh Kudus untuk membantu kita memeriksa diri, agar kita dapat “berpaling kepada Tuhan“ dalam persekutuan yang erat dengan-Nya . Amien

  9. Richard Anderson
    Richard Anderson says:

    selidiki aku Ya Bapa, dan kenallah hatiku, kuatkan aku Roh Kudus untuk membuang semua sifat kedaginganku selama ini.Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *