Hidup dengan Tujuan Jelas

Info

Rabu, 12 Agustus 2020

Hidup dengan Tujuan Jelas

Baca: Roma 12:9-21

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.

12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. —1 Korintus 10:31

Hidup dengan Tujuan Jelas

“Kita akan pergi liburan!” seru istri saya dengan antusias saat memberi tahu Austin, cucu kami yang berusia tiga tahun, ketika mobil kami bergerak keluar rumah untuk memulai perjalanan kami. Si kecil Austin menatapnya dengan sikap serius dan menjawab, “Aku bukan liburan, tapi pergi bermisi!”

Entah dari mana cucu kami memperoleh konsep “bermisi,” tetapi komentarnya tadi membuat saya merenung dalam perjalanan ke bandara: Ketika saya pergi berlibur dan mengambil waktu istirahat selama beberapa hari, masihkah saya menyadari bahwa saya masih dalam “misi” untuk hidup setiap saat bersama dan untuk Allah? Apakah saya ingat untuk melayani Dia dalam segala hal yang saya lakukan?

Rasul Paulus menyemangati orang-orang percaya yang tinggal di Roma, ibu kota Kekaisaran Romawi: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Rm. 12:11). Maksudnya adalah bahwa hidup kita di dalam Yesus seharusnya mempunyai tujuan yang jelas dan dijalani dengan antusias. Bahkan keseharian yang biasa dijalani pun mempunyai makna baru ketika kita menanti-nantikan Allah dan hidup untuk menggenapi tujuan-Nya.

Setelah berada di dalam pesawat, saya berdoa, “Tuhan, aku milikmu. Apa pun yang Engkau mau kulakukan dalam perjalanan ini, tolonglah aku agar tidak melewatkannya.”

Setiap hari adalah misi yang bermakna kekal bersama Dia!—JAMES BANKS

WAWASAN
Roma 12:9-21 disebut sebagai bagian nasihat, yang berarti “untuk menasihati” atau untuk mendorong dilakukannya sebuah tindakan. Perikop ini berisi dorongan untuk bertindak dengan cara-cara spesifik dan berbagai perintah yang terlihat acak tentang sikap hati dan perbuatan nyata. Sikap hati terkadang perlu ditunjukkan dengan perbuatan nyata; tetapi, perbuatan nyata harus benar-benar diungkapkan.
Sikap hati termasuk membenci kejahatan, bersukacita dalam pengharapan dan bersabar dalam kesesakan, dan tidak menganggap diri pandai. Perbuatan nyata diungkapkan lewat tindakan saling mengasihi, memberi hormat kepada orang lain, memiliki semangat rohani yang menyala-nyala (dalam pelayanan), dan tekun dalam berdoa, berbagi, dan memberikan tumpangan. Kita didorong untuk memberkati mereka yang menganiaya kita, hidup dalam damai, dan tidak melakukan pembalasan terhadap musuh.—J.R. Hudberg

Pernahkah kamu menjalankan misi tertentu? Bagaimana kamu dapat menjadikan seluruh aspek kehidupan kamu berorientasi kepada Allah?

Tuhan Yesus, anugerahkanlah kesanggupan untuk hidup bagi-Mu, supaya kelak aku boleh mendengar-Mu berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia!” (Mat. 25:23).

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 84–86; Roma 12

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!