Duet Ilahi

Info

Sabtu, 1 Agustus 2020

Duet Ilahi

Baca: Yohanes 15:1-11

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak. —Yohanes 15:5

Duet Ilahi

Pada suatu pertunjukan musik anak-anak, saya menyaksikan seorang guru dan muridnya duduk di depan piano. Guru tersebut membungkuk dan membisikkan beberapa instruksi persis sebelum mereka berdua mulai bermain. Begitu musik mengalun, saya memperhatikan sang murid memainkan melodi yang sederhana sementara gurunya memainkan melodi pengiring yang menambah kedalaman dan kekayaan lagu tersebut. Di akhir lagu, sang guru mengangguk tanda berkenan pada permainan muridnya.

Hidup kita di dalam Yesus Kristus lebih menyerupai pertunjukan duet ketimbang penampilan solo. Namun, terkadang saya lupa bahwa sesungguhnya Dia “duduk di samping saya”, dan hanya oleh kuasa serta pimpinan-Nya saya bisa “memainkan” bagian saya. Kadangkala, saya berusaha melakukan sendiri semuanya dengan benar—mematuhi Allah dengan kekuatan diri saya, tetapi biasanya usaha saya berujung pada kegagalan dan kehampaan. Usaha saya untuk mengatasi masalah dengan kemampuan saya yang terbatas sering kali mengakibatkan perselisihan dengan sesama.

Kehadiran Sang Guru Agung membuat semuanya berbeda. Ketika saya bergantung kepada Tuhan Yesus untuk menolong saya, hidup saya menjadi lebih memuliakan Allah. Saya dapat melayani dengan sukacita, mengasihi dengan leluasa, dan dibuat takjub oleh berkat-berkat yang Allah limpahkan dalam hubungan saya dengan orang lain. Inilah yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh. 15:5).

Setiap hari kita berduet dengan Guru kita yang baik—anugerah dan kuasa-Nya saja yang memampukan kita terus mengalunkan melodi rohani hidup kita dengan indah.—JENNIFER BENSON SCHULDT

WAWASAN
Dalam Perjanjian Lama, umat Allah digambarkan sebagai “pohon anggur dari Mesir” yang ditanam Allah dengan cermat di tanah subur Kanaan (Mazmur 80:9-12). Allah mengharapkan umat-Nya menghasilkan “buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam” (Yesaya 5:2; lihat juga 27:2-4). Dalam Yohanes 15, Yesus mengharapkan kita untuk “lebih banyak berbuah” dan “berbuah banyak” supaya kita dapat memuliakan Allah (Yohanes 15:2,8). Kita harus menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23) dan “memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik” (Kolose 1:10). Saat memberitakan Injil, kita “mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal,” yakni jiwa-jiwa yang percaya dan menerima hidup kekal (Yohanes 4:36).—K.T. Sim

Mengapa adakalanya kamu menolak pertolongan dan dorongan yang Allah tawarkan? Bagaimana ketergantungan kepada-Nya mengubah pandangan dan tindakan kamu dalam situasi tertentu?

Ya Allah, tolong aku agar selalu ingat bahwa Engkau menyertaiku setiap saat. Kusambut pengaruh dan perintah-Mu hari ini. Terima kasih karena Kau selalu dekat denganku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 57–59; Roma 4

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

45 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!