Cukup Percaya

Rabu, 19 Agustus 2020

Cukup Percaya

Baca: 1 Raja-raja 17:8-16

17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:

17:9 “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”

17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”

17:12 Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. —1 Raja-raja 17:15

Cukup Percaya

Tiga ratus anak sudah berpakaian rapi dan duduk untuk sarapan pagi, lalu suatu doa syukur dipanjatkan atas makanan mereka. Namun, anehnya, tidak ada makanan apa pun yang terhidang di atas meja! Situasi itu sudah biasa bagi George Mueller (1805–1898), sang pemimpin panti asuhan sekaligus seorang misionaris. Lagi-lagi inilah kesempatan untuk melihat bagaimana Allah akan mencukupkan kebutuhan mereka. Beberapa menit setelah Mueller selesai berdoa, tiba-tiba datanglah seorang tukang roti yang sepanjang malam kemarin tidak bisa tidur. Karena merasa bahwa panti asuhan itu membutuhkan roti, ia pun membuat tiga tumpuk roti. Tak lama kemudian, tukang susu muncul. Keretanya rusak tepat di depan panti asuhan. Karena tidak ingin susu yang dibawanya menjadi basi, ia pun menawarkannya kepada Mueller.

Memang wajar kita sesekali merasa cemas, khawatir, dan mengasihani diri sendiri ketika kita kekurangan hal-hal yang sangat penting bagi kesejahteraan diri kita—makanan, tempat tinggal, kesehatan, keuangan, persahabatan. 1 Raja-Raja 17:8-16 mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah dapat datang melalui sumber yang sama sekali tidak disangka-sangka, seperti seorang janda miskin. Janda itu berkata, “Sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli” (ay.12). Sebelumnya, Allah mengirimkan burung-burung gagak untuk memberi makan Elia (ay.4-6). Sungguh melegakan ketika kita dapat melihat dengan jelas bahwa Allah adalah Pemelihara yang berjanji memenuhi segala kebutuhan kita. Sebelum mencari jalan keluar, carilah Dia terlebih dahulu. Dengan begitu kita bisa menghemat waktu dan energi, serta terbebas dari rasa frustrasi.—Arthur Jackson

WAWASAN
Sebuah bagian menarik dari kisah ini adalah perbedaan antara apa yang Allah katakan kepada Elia dan tanggapan awal si janda. Allah berkata Dia telah “memerintahkan” seorang janda untuk menyediakan makanan bagi Elia (1 Raja-Raja 17:9). Namun, ketika Elia meminta roti kepada janda itu, si janda menjawab bahwa ia tidak punya cukup simpanan roti. Ia bahkan bersumpah “demi TUHAN, Allahmu” (ay.12)—mengacu langsung kepada Dia yang memberikan perintah kepadanya. Memang umum seseorang bersumpah atas nama dewa tertentu untuk membuktikan kebenaran perkataannya—dalam kasus ini perempuan itu melakukannya untuk menyatakan bahwa ia memang tidak punya cukup makanan untuk Elia. Walaupun ingat pada perintah itu (ia mengatakannya sendiri), si janda baru taat setelah Elia meyakinkannya bahwa Allah akan menyediakan makanan bagi mereka sampai musim kelaparan usai.—J.R. Hudberg

Apa yang terjadi ketika kamu pernah lebih berfokus mencari solusi daripada mencari Sang Pemelihara dalam doa? Kebutuhan apa saja yang saat ini ingin kamu bawa dalam doa kepada-Nya?

Ya Bapa, pertajamlah penglihatanku akan Engkau sebagai Pemelihara segala kebutuhanku. Ampunilah aku yang berulang kali sia-sia mencari jalanku sendiri, tanpa mencari Engkau terlebih dahulu.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 103–104; 1 Korintus 2

Bagikan Konten Ini
42 replies
  1. Melyana Siahaan
    Melyana Siahaan says:

    God, sumpah beneran aku lagi galau ttg kerjaan dan langsung baca renungan ini. Jadi malu kalau pernah ngerasa sendirian padahal ada Tuhan yang selalu mendampingi 🥰

  2. Erni
    Erni says:

    Terima kasih Tuhan atas pemeliharaan Mu untuk kehidupan keluarga kami. Bungkuslah kami dengan darah roh kudus Mu ya Tuhan Yesus yg hidup. Amin

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    ajarkan kami bpk dlm setiap kesukara hdp kami untk kami perc dan beriman sepenuhnya bpk kpdmu karna ngkau lah kekuatan kami dan perisai hidup kami untk selama2 nya ya bpk amin

  4. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami,
    pimpin kami selalu dimanapun kami berada ya Tuhan dan kuatkanlah kami,
    terpujilah namaMu kekal selamanya,
    Amin

  5. Mack Mack
    Mack Mack says:

    Terima kasih Tuhan, Engkau Tuhan yang mengetahui kecukupan dan kekuranganku. Ajarlah aku mensyukuri setiap nikmat dan pemeliharaan-Mu yang sempurna dalam hidupku. Amin

  6. Sahat Franciscus T
    Sahat Franciscus T says:

    Luar biasa, “lebih mencari solusi atas masalah dari pada mencari Tuhan yang pada hakekatnya adalah Solusi yang terbaik dari yang kita alami”. Luar biasa renungan ini. Tuhan hebat, Amin

  7. Renato
    Renato says:

    Sungguh melegakan ketika kita dapat melihat dengan jelas bahwa Allah adalah Pemelihara yang berjanji memenuhi segala kebutuhan kita. Sebelum mencari jalan keluar, carilah Dia terlebih dahulu. Dengan begitu kita bisa menghemat waktu dan energi, serta terbebas dari rasa frustrasi . Amien

  8. riko
    riko says:

    saya bersyukur sekali membaca renungan ini, karena mengingatkan saya sekaligus menyadarkan saya yang dimana, saya selalu khawatir akan pekerjaan saya, dan rezeki saya. selama ini saya selalu mencari dengan jalan saya sendiri dan saya sadar itu salah. bersyukur sekali saya di sadarkan oleh renungan ini, bahwa Allah adalah sumber rezeki kita, dan Allah akan selalu memenuhi dan memelihara hidup kita, amen.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *