Bekerja Bersama Allah

Kamis, 20 Agustus 2020

Bekerja Bersama Allah

Baca: 1 Korintus 3:1-9

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.

3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

3:4 Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.

3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. —1 Korintus 3:9

Bekerja Bersama Allah

Dalam kunjungannya ke Meksiko pada tahun 1962, Bill Ashe membantu memperbaiki pompa air tangan di sebuah panti asuhan. Lima belas tahun kemudian, karena digerakkan oleh keinginan yang kuat untuk melayani Allah dengan membantu menyediakan air bersih di desa-desa yang membutuhkan, Bill mendirikan sebuah organisasi nirlaba. Ia berkata, “Allah menyadarkan saya untuk ‘memanfaatkan waktu sebaik-baiknya’ dengan mencari orang-orang yang juga rindu menyediakan air bersih untuk kaum miskin di pedesaan.” Kemudian, setelah mengetahui adanya kebutuhan akan air bersih di berbagai tempat di dunia melalui permintaan ribuan pendeta dan penginjil di lebih dari 100 negara, Bill mengundang banyak orang untuk bergabung mengerjakan pelayanan ini.

Dengan senang hati, Allah menyambut kita untuk melayani bersama Dia dan orang lain melalui beragam cara. Ketika jemaat Korintus berdebat tentang guru mana yang lebih mereka sukai, Rasul Paulus menegaskan perannya sebagai hamba Yesus Kristus dan kawan sekerja Apolos, yang sepenuhnya menggantung-kan pertumbuhan rohani kepada Allah (1Kor. 3:1-7). Ia mengingatkan kita bahwa setiap pekerjaan mempunyai nilai dan upahnya masing-masing (ay.8). Dengan mengakui hak istimewa yang memungkinkannya bekerja bersama orang lain dalam pelayanan kepada Allah, Paulus mendorong kita untuk membangun satu sama lain sementara Dia terus mengubah kita dalam kasih (ay.9).

Meskipun Bapa kita yang Mahakuasa tidak membutuhkan bantuan kita untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya, Dia tetap memperlengkapi kita dan mengundang kita untuk bekerjasama dengan-Nya.—Xochitl Dixon

WAWASAN
Para pemikir Yunani sering memandang jiwa atau roh bersifat suci dan kekal, serta bertolak belakang dengan kelemahan dan hasrat tubuh jasmani, sehingga yang ditekankan adalah pengendalian tubuh melalui pikiran. Pengikut Aristoteles, contohnya, menekankan mengendalikan hasrat dan perasaan jasmani, sementara kaum Stoa mencoba untuk menghilangkan reaksi emosi yang negatif terhadap hidup sama sekali.
Paulus juga sering membedakan antara kehidupan “secara manusiawi” (1 Korintus 3:3-4) dan kehidupan rohani (lihat contohnya di Roma 8:4-9). Namun, bagi Paulus, seperti tubuh jasmani, pikiran atau jiwa manusia juga rentan untuk dikuasai oleh hasrat yang tidak benar. Sebaliknya, Paulus menekankan perbedaan antara hidup yang dikuasai Roh Allah dan hidup “duniawi yang bukan rohani” (1 Korintus 3:4). Paulus mengajarkan bahwa hanya hidup yang bersandar terus kepada Roh yang dapat melepaskan manusia dari keadaan diperbudak oleh hasrat mereka kepada menjalani tujuan hidup mereka yang sejati.—Monica La Rose

Bagaimana sikap yang mempercayakan hasil pekerjaan kita kepada Allah dapat membuatmu berani mengambil risiko untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil? Hal sulit apa yang Allah minta kamu lakukan dengan pertolongan-Nya?

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau telah menyediakan segala yang kubutuhkan sambil terus mengerjakan hal-hal yang besar dalam diriku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 105–106; 1 Korintus 3

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. Mizzle malia natasya yom
    Mizzle malia natasya yom says:

    Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Amin

  2. Yoppi candra yom
    Yoppi candra yom says:

    Yabapa terimakasih karena engkau telah meyediakan sgalah yang kubutuhkan sambil terus mengerjakaan hal hal yang besar dalam diriku

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    terima kasih bpk saya bersykr kpmu karna engkau allah yg perduli dlm hdpku ajarkan kami untk senantiasa hdp taat melakuka hdp yg seturut dgn kehedakmu ya bpk amin

  4. Mack Mack
    Mack Mack says:

    Tuhan, Engkau Allah yang turut bekerja dalam segala sesuatu…biarlah semua yang kukerjakan berlandaskan kasih-Mu dan untuk kemuliaan nama-Mu.Amin

  5. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang begitu Engkau limpahkan kepada kami,
    pimpin kami selalu dimanapun kami berada ya Tuhan, dan kuatkanlah kami,
    terpujilah namaMu kekal selamanya,
    amin

  6. Putri Pardede
    Putri Pardede says:

    Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita berjalan di jalan yang salah. Ia akan menegur dan menuntun kita. Amin.

  7. Renato
    Renato says:

    Meskipun Bapa kita yang Mahakuasa tidak membutuhkan bantuan kita untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya, Dia tetap memperlengkapi kita dan mengundang kita untuk bekerjasama dengan-Nya. Amien

  8. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami,
    terpujilah namaMu kekal selamanya ,
    Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *