5 Cara untuk Mengasihi Negeri Kita

Info

Peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-75 akan jadi momen yang terkenang. Kita merayakannya di tengah pandemi. Momen agustusan yang biasanya semarak dan meriah, kini kita lalui dalam sepi. Tak ada lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan panjat pinang. Demikian pula upacara yang biasanya selalu digelar di lapangan-lapangan, sekarang berubah menjadi upacara daring.

Namun, terlepas dari segala hal yang terjadi: Indonesia tetaplah rumah kita. Rumah tempat kita bernaung dan tempat kita membangun kehidupan yang lebih baik.

Jangalah kita sekadar merayakan ulang tahun kemerdekaan tanpa memaknai apa sesungguhnya arti rumah kita, Indonesia, bagi kita semua. Ambillah momen sesaat untuk merenungkan kembali betapa seharusnya sebuah rumah menjadi tempat bernaung yang aman bagi orang-orang di dalamnya.

Peringatan kemerdekaan tahun ini patut dikenang bukan karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pandemi, tapi karena apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah negeri ini. Sebagai orang percaya, tunjukkanlah pada dunia bahwa kita bisa menjadi sebuah bangsa yang besar yang dibangun di atas kebesaran hati yang dipenuhi kasih atas satu sama lain. Inilah waktunya untuk memberi yang terbaik.

Karya ilustrasi ini dibuat oleh YMI.Today.

Meraih kemerdekaannya 75 tahun lalu, negeri kepulauan di khatulistiwa ini terus berkembang selama tujuh dekade setelahnya. Indonesia pada era modern adalah hasil dari proses yang panjang. Kita pun tahu bahwa pemerintah dapat berkuasa karena Tuhan (Roma 13:1). Marilah kita mengucap syukur atas para pemimpin yang Tuhan berikan untuk memerintah negeri k ita, dan dukunglah mereka dalam doa.

Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh—1 Petrus 2:13-15.

Kita menyebut Indonesia sebagai rumah karena di sinilah keluarga dan teman-teman kita juga tinggal. Namun sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk tak cuma mengasihi mereka yang dekat dengan kita. Kita dipanggil untuk mengasihi orang-orang di sekitar kita—entah itu seorang petugas kebersihan atau orang asing yang kebetulan ada di dekat kita—dengan cara seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kita perlu meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri, seperti yang Kristus telah lakukan bagi kita.

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri—Matius 22:39

Indonesia adalah negeri yang beragam, dengan berbagai ras dan etnis hidup berdampingan. Ini adalah suatu karunia dan kita perlu berupaya untuk menjaga perdamaian. Kericuhan yang terjadi di Amerika Serikat dalam kampanye #BlackLivesMatter adalah pengingat bagi kita bahwa keharmonisan bisa rusak karena tindakan-tindakan diskriminatif. Kita perlu terus berjuang untuk keadilan dan kesetaraan, dan dengan tegas menentang rasisme dan diskriminasi. Kiranya melalui kita orang-orang dapat melihat kasih Kristus!

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan—Ibrani 12:14

Indonesia terbentuk atas orang-orang yang berjuang pada beragam tingkatan. Dari orang-orang yang telah senior hingga generasi muda, dari orang yang super-kaya hingga mereka yang susah payah untuk melunasi kebutuhan sehari-hari, hingga mereka yang berjuang agar suaranya didengar. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, tak peduli usia, status sosial dan ekonomi mereka. Kita perlu berdiri di depan untuk membela keadilan sosial, terkhusus di masa-masa pandemi ini. Biarlah kita dikenal karena kasih kita: kita bisa menjadi relawan, memberikan waktu ataupun benda-benda, dan menjadikan ruangan gereja kita terbuka bagi mereka yang membutuhkan.

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia—Yakobus 1:27

Indonesia adalah negara berkembang yang diberkati dengan beragam budaya. Atas anugerah Tuhan sajalah negeri kita dapat terus berkembang. Sebagai orang Kristen, marilah kita mengusahakan kesejahteraan negeri kita bagi Tuhan.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu—Yeremia 29:7

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Ruang Seni Kamu, Seni

1 Komentar Kamu

  • Amin. Mari kita sebar kebaikan dan kasih di Indonesia tercinta seperti Tuhan yang selalu mengasihi kita tanpa pandang status atau derajat.

Bagikan Komentar Kamu!