Tidak Aji Mumpung

Info

Jumat, 10 Juli 2020

Tidak Aji Mumpung

Baca: Kisah Para Rasul 16:22-34

16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.

16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.

16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.

16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.

16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”

16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.

16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini! —Kisah Para Rasul 16:28

Tidak Aji Mumpung

Ketika sejumlah narapidana sedang bekerja mengangkut sampah di pinggir jalan untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman, pengawas mereka, James, mendadak pingsan. Mereka bergegas menghampiri James dan menyadari bahwa ia harus segera mendapatkan pertolongan medis. Salah seorang tahanan meminjam telepon James untuk meminta bantuan. Di kemudian hari, kepala rutan berterima kasih kepada para tahanan yang telah membantu pengawas mereka mendapatkan bantuan medis dengan segera, terutama karena mereka bisa saja tidak mempedulikan James—yang pasti akan membahayakan nyawanya karena terserang stroke—atau aji mumpung dengan memanfaatkan keadaan itu untuk melarikan diri.

Kebaikan para narapidana itu tidak berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ketika mereka dipenjara. Setelah mereka ditelanjangi, didera, dan dilemparkan ke dalam penjara, terjadilah gempa bumi hebat sehingga terlepaslah rantai yang membelenggu mereka dan menggoncangkan pintu-pintu penjara dari engselnya (Kis. 16:23-26). Ketika kepala penjara itu terbangun, ia mengira semua tahanan sudah kabur, sehingga ia bermaksud bunuh diri (daripada dihukum mati karena kaburnya para tahanan). Ketika Paulus berseru dengan suara nyaring, “Kami semuanya masih ada di sini!” (ay.28), kepala penjara itu begitu tersentuh oleh tindakan mereka yang menolak melarikan diri—sesuatu yang tidak lazim dilakukan oleh para tahanan—sehingga ia ingin tahu tentang Allah yang disembah Paulus dan Silas. Pada akhirnya ia pun mau percaya kepada Yesus (ay.29-34).

Cara kita memperlakukan orang lain menunjukkan kepada siapa kita percaya dan nilai apa yang kita anut. Ketika kita memilih untuk berbuat baik daripada melakukan hal yang tidak benar, tindakan kita mungkin akan membuat orang lain ingin mengenal Allah yang kita kenal dan kasihi.—Kirsten Holmberg

WAWASAN
Kisah kepala penjara dalam Kisah Para Rasul 16:19-34 sangatlah menarik. Kemungkinan ia seorang hamba yang ditugaskan menjaga penjara. Menurut hukum Roma, seorang kepala penjara yang membiarkan orang-orang hukuman melarikan diri harus dihukum mati (lihat 12:19). Rupanya lebih baik bunuh diri daripada dihukum mati. Namun, Paulus menghentikan niat kepala penjara itu tepat pada waktunya (16:28). Alhasil, kepala penjara bertanya bagaimana caranya supaya ia bisa selamat. Ia dan seisi rumahnya pun percaya kepada Allah dan memberi diri dibaptis (ay.31-34). Julie Schwab

Dalam situasi apa kamu dapat memilih untuk tidak aji mumpung demi menguntungkan diri sendiri? Bagaimana keputusan itu dapat memberi manfaat bagi orang lain?

Allah Maha Pengasih, tolonglah aku memilih untuk melakukan hal-hal yang akan menarik orang lain mendekat kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 41–42; Kisah Para Rasul 16:22-40

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

28 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!