Mempercayai Allah di Masa Sulit

Info

Selasa, 28 Juli 2020

Mempercayai Allah di Masa Sulit

Baca: 2 Timotius 1:6-12

1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.

1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Aku tahu kepada siapa aku percaya. —2 Timotius 1:12

Mempercayai Allah di Masa Sulit

Ketika John mengetahui bahwa ia mengidap kanker stadium akhir, ia dan Carol, istrinya, merasa bahwa Allah memanggil mereka untuk membagikan kisah perjuangan mereka dengan penyakit itu di dunia maya. Karena percaya bahwa Allah akan bekerja melalui keterbukaan itu, mereka pun mengunggah momen-momen sukacita maupun kesedihan dan penderitaan yang mereka alami selama dua tahun.

Ketika akhirnya Carol memberi kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia, ratusan orang merespons dan mengucapkan terima kasih atas keterbukaan mereka. Ada yang bersyukur membaca tentang sudut pandang iman Kristen dalam menyambut ajal karena “toh kita semua pasti meninggal” suatu saat nanti. Ada pula yang mengatakan bahwa meski tidak pernah berjumpa secara langsung, ia sangat dikuatkan oleh pasangan itu lewat kesaksian mereka dalam mempercayai Allah.

Meski adakalanya John merasakan sakit yang luar biasa, ia dan Carol menceritakan kisah mereka agar dapat menunjukkan kepada banyak orang bagaimana Allah telah menopang mereka. Mereka tahu kesaksian mereka akan berbuah bagi Allah, seperti yang dikatakan Paulus saat ia menderita: “Aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan” (2Tim. 1:12).

Allah bahkan dapat memakai kematian seseorang yang kita kasihi untuk menguatkan iman kita (dan iman orang lain) kepada-Nya, melalui kasih karunia yang kita terima dalam Yesus Kristus (ay.9). Bila kamu sedang mengalami penderitaan dan kesulitan yang berat, ketahuilah bahwa Allah sanggup melimpahkan penghiburan dan damai sejahtera bagimu.—Amy Boucher Pye

WAWASAN
Timotius adalah seorang gembala muda yang ditugaskan Paulus untuk memimpin gereja di Efesus. Paulus mendorong Timotius agar tidak menjadikan usia mudanya sebagai halangan untuk melayani (1 Timotius 4:12). Walaupun Paulus tidak malu menjadi tahanan demi Kristus, tampaknya Timotius merasa agak takut dan malu karena pembimbingnya ada di penjara (2 Timotius 1:8,12). Alasan inilah yang mendorong Paulus mengajak Timotius untuk turut menderita bersamanya bagi Injil, sebab hanya oleh kekuatan Allah mereka diizinkan untuk menderita demi Kristus (ay.8). J. R. Hudberg

Bagaimana pengalamanmu menerima sukacita dari Allah, sekalipun di tengah kesedihan yang mendalam? Bagaimana kamu memahami hal tersebut? Bagaimana kamu dapat berbagi dengan orang lain tentang hikmah yang telah kamu terima?

Bapa Surgawi, kobarkanlah karunia iman di dalam diriku, supaya dengan penuh kasih dan kuasa, aku dapat membagikan kesaksianku tentang karya-Mu dalam hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46–48; Kisah Para Rasul 28

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

34 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!