Keberagaman yang Indah

Sabtu, 11 Juli 2020

Keberagaman yang Indah

Baca: Wahyu 5:7-14

5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,

5:12 katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”

5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. —Wahyu 5:9

Keberagaman yang Indah

Sudah sejak lama London disebut-sebut sebagai salah satu kota paling kaya warna di dunia. Pada tahun 1933, jurnalis Glyn Roberts menulis tentang ibukota Inggris itu, “Menurut saya, keberadaan orang-orang dengan beragam warna kulit dan bahasa adalah hal terbaik dari kota London.” Keragaman masih terlihat hingga kini dengan berbaurnya beragam aroma, suara, dan pemandangan dari penduduk kota yang datang dari berbagai penjuru dunia. Indahnya keberagaman menjadi daya tarik salah satu kota terbesar di dunia itu.

Seperti halnya kota mana pun yang dihuni banyak manusia, London bukanlah kota tanpa masalah. Perubahan membawa banyak tantangan. Benturan budaya pun kadang terjadi. Oleh sebab itu, kita bisa memahami mengapa tak satu pun kota yang dibangun oleh manusia dapat dibandingkan dengan keindahan kediaman abadi kita kelak.

Ketika Rasul Yohanes dibawa ke hadirat Allah, keberagaman menjadi salah satu unsur dalam penyembahan surgawi yang dilakukan oleh orang-orang yang telah ditebus Tuhan. Mereka bernyanyi, “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (Why. 5:9-10).

Bayangkanlah di surga kelak akan hadir setiap kelompok manusia yang ada di dunia, bersama-sama merayakan keajaiban karya Allah yang telah menjadikan mereka anak-anak-Nya! Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kiranya kita merayakan keberagaman itu hari ini.—Bill Crowder

WAWASAN
Di Wahyu 4-5 kita membaca tentang adegan dramatis yang terjadi di ruang takhta Allah. Tergambar di sana bagaimana para tua-tua dan berbagai makhluk hidup menyembah-Nya. Namun, di kedua pasal itu kita melihat dua peran Allah yang memotivasi penyembahan. Dalam 4:11, peran-Nya sebagai Pencipta yang mendorong orang menyembah-Nya dengan berkata, “Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Di 5:9, Sang Anak Domba dinyatakan layak karena Dialah Juruselamat yang “telah disembelih dan dengan darah-[Nya] [Dia] telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.” Sebagai Pencipta dan Juruselamat, Allah layak menerima semua pujian. —Bill Crowder

Apa saja hal-hal baik yang dinikmati gereja Tuhan yang sangat beragam? Apa saja tantangan yang kadang dihadapi karena keberagaman tersebut?

Ya Bapa, aku berterima kasih kepada-Mu karena tak satu kelompok manusia pun terluput dari kasih-Mu yang ajaib. Ajar kami untuk benar-benar saling mengasihi, seperti Engkau telah begitu mengasihi kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 1–3; Kisah Para Rasul 17:1-15

Bagikan Konten ini
22 replies
  1. rianaaa
    rianaaa says:

    Amin. kiranya, Kasih Allah selalu hadir untuk kita semua, dan tambah tambah kepada kita, untuk saling mengasihi dalam keberagaman yang ada.

  2. riche riyanti saranga
    riche riyanti saranga says:

    Syukur kepada Tuhan untuk keberagaman yang Allah hadirkan ditengah-tengah ciptaan-Nya, bukan untuk mencerai beraikan tapi untuk saling melengkapi dan saling menopang satu sama lain 😇🙏

  3. Kristin Sariani Silaban
    Kristin Sariani Silaban says:

    Menerima keberagaman adalah salah satu wujud gereja. Kita tidak bisa hidup hanya dengan orang yang setipe atau sama dengan kita. Kristen, batak, semarga, sekampung, sama selera? Namun kita harus bisa menerima setiap keberagaman yang ada, dan belajar menghargai mereka yg menjadi bagian kehidupan kita sebagai saudara seiman dalam Tuhan. Sebab kasih tidak mengenal warna, ukuran, kekayaan dan segala keunggulan tapi kasih itu bersikap adil dan sama bagi setiap kita yang percaya kepadaNya. Selamat menikmati keberagaman di hidup kita….

  4. reinhart hagai
    reinhart hagai says:

    mengasihi satu sama lain tanpa memandang perbedaan coba semuanya saling mengasihi hidup pasti tentram selalu, ayo kita mulai dari diri sendiri dulu 😉😄 Tuhan Yesus Memberkati

  5. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami , pimpin kami selalu ya Tuhan dan kuat kan kami,
    Terpujilah namaMu kekal selamanya,
    Amin

  6. Renato
    Renato says:

    Ya Allah tunjukkan kepada kami karya Mu yang luar biasa , ketika kelak kami bersama Mu , kami dapat melihat keajaiban karyaMu dan bersama-sama merayakan dengan mereka sebagai anak-anak Mu . Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *