Berdamai dengan Diri Sendiri

Pernahkah kamu menolak dirimu sendiri?

Mungkin ketika nilai-nilaimu tak memenuhi keinginan orang tuamu? Karena teman-temanmu mengejek dan menertawakanmu? Atau, karena kondisi keluargamu tak sebaik keluarga orang lain? Dunia ini mengajari kita untuk selalu merasa tidak puas. Ibarat secarik kertas putih, kita dinodai oleh pandangan-pandangan buruk yang berkembang di sekeliling kita. Tanpa kita sadari, kita pun menolak diri kita.

Apa sih tandanya kalau kamu sedang menolak dirimu sendiri?

1. Kamu berjuang keras untuk membuktikan dirimu

Ada kutipan yang bilang: what doesn’t kill you, makes you stronger. Komentar-komentar buruk mungkin menjadi motivasi penggerakmu. Kata-kata itu melukaimu, tapi mendorongmu bangkit. Selembar kertas putih menyembunyikan wujudnya, mengenakan sehelai masker untuk menunjukkan senyum getirnya. Penolakan dari orang lain kamu jadikan pecut bagi dirimu sendiri, dan kamu paksa dirimu untuk selalu jadi orang yang lebih baik.

2.Takut melihat ke belakang

Menutup lembaran lama, sama sekali tak ingin menengoknya lagi. Ketika kenangan itu datang, ada narasi yang berbisik di hati: Kok aku bodoh banget sih? Kok aku jelek? Kok aku memalukan? Kamu melabeli dirimu dengan banyak hal negatif.

3. Tak bisa menilai diri dengan objektif

Semakin banyak informasi buruk diterima, semakin sulit kamu menilai dirimu dengan objektif. Kamu menganggap kamulah yang paling bodoh, paling jelek, paling suram di dunia ini

Namun, seiring kamu kelak mengalami proses pemulihan dari Tuhan, Dia membukakan pandanganmu untuk melihat betapa kamu telah menolak dirimu sendiri. Di hadapan tuntutan tinggi yang diterapkan oleh orang tua, sekolah, dan lingkunganmu, kamu mungkin tak mampu mencapainya. Akibatnya, kamu menolak dirimu, membandingkan dengan orang lain, dan merasa buruk. Perasaan-perasaan ini menekanmu sampai Tuhan akhirnya memberimu kelegaan.

4. Ketahuilah nilai dirimu yang sejati di hadapan Tuhan

1 Korintus 6:20 berkata, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Kita adalah ciptaan-Nya yang berharga. Tuhan mengerti dan menguatkan kita. Ingatlah siapa kita di dalam-Nya.

5. Serahkanlah segala kepedihanmu kepada Tuhan

Kuatkanlah hatimu, berdamailah dengan dirimu sendiri, dan serahkanlah segala luka masa lalumu pada Tuhan yang akan menolongmu keluar dari kegelapan.

Bagikan Konten Ini
17 replies
  1. ima
    ima says:

    Puji Tuhan diingatkan kembali untuk berdamai dengan diri sendiri. Jika tidak, maka rasa iri, penolakan akan slalu membayangi.

  2. Ella P
    Ella P says:

    Terimakasih atas artikelnya, tidakkah hal2 diatas bisa kita jadikan utk pemacu diri supaya lebih maju? Mohon masukannya..

  3. oswaldus sabungan Doli sihaloho
    oswaldus sabungan Doli sihaloho says:

    Terimakasih buat yang sudah menulisnya..sangat memberkati. aku beryukur bisa membacanya, dan merasa diingatkan kembali utk berdamai dengan diri sendiri. Tuhan memberkati.

  4. Hetty Nainggolan
    Hetty Nainggolan says:

    Shalom
    Terima kasih 🙏 kak buat renungan nyaa, saya sangat merasa terberkati oleh renungan yg sudah kak bagikan 🙏😇
    GBU 😇♥️

  5. BAZ
    BAZ says:

    Makasih. Saya sangat terberkati dengan artikel ini. Tuhan Yesus memberkati kita baik bagi si penulis artikel dan bagi semua pembacanya. Haleluya.

  6. Billy Herman Maniagasi
    Billy Herman Maniagasi says:

    terima kasih utk artikel yg kembali mengingatkan kita utk kembali melihat kepribadian kita…..ternyata ada Tuhan Yesus yg selalu setia melengkapi kekurang yg ada pada kami

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *