Tersisih tetapi Ditemukan

Info

Sabtu, 6 Juni 2020

Tersisih tetapi Ditemukan

Baca: Lukas 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.—Lukas 19:10

Tersisih tetapi Ditemukan

Suatu hari saya mengunjungi ajang akrobatik motor tempat para peserta melakukan aksi-aksi yang mencengangkan. Karena ramainya, saya sampai harus berjinjit agar bisa menonton dengan jelas. Saat melihat-lihat keadaan sekitar, saya memperhatikan ada tiga anak duduk di atas sebatang pohon, karena rupanya mereka tidak bisa menerobos ke depan kerumunan orang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Melihat anak-anak itu menonton dari tempat yang tinggi, saya pun teringat pada Zakheus, yang oleh Lukas disebut sebagai kepala pemungut cukai yang kaya (Luk. 19:2). Orang Yahudi sering menganggap pemungut cukai sebagai pengkhianat karena mereka bekerja bagi pemerintah Romawi untuk memungut cukai dari kaum sebangsanya, dan juga karena para pemungut cukai itu sering menagih uang lebih guna memenuhi pundi-pundi mereka sendiri. Jadi, Zakheus kemungkinan adalah orang yang terkucil dari komunitasnya.

Ketika Yesus masuk ke kota Yerikho dan melintasinya, Zakheus ingin sekali melihat-Nya, tetapi tidak berhasil karena kerumunan orang banyak. Jadi, mungkin karena merasa putus asa dan juga kesepian, ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus (ay.3-4). Di sanalah, di luar kerumunan orang, Zakheus dipanggil oleh Yesus, yang kemudian menyampaikan keinginan untuk menumpang di rumahnya (ay.5).

Kisah Zakheus mengingatkan kita bahwa Yesus datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” dengan menawarkan persahabatan dan anugerah keselamatan (ay.9-10). Bahkan ketika di dalam komunitas kita merasa terpinggirkan, tersisih, dan tidak dianggap, kita dapat meyakini bahwa dalam kondisi seperti itu pun, Yesus akan menemukan kita.—Lisa M. Samra

WAWASAN
Yerikho, salah satu kota pertama yang didiami di dunia, berlokasi di Lembah Yordan, dengan Sungai Yordan di sebelah timur dan Yerusalem di sebelah barat. Di Perjanjian Lama, Yerikho disebut “Kota Pohon Korma” (Ulangan 34:3; Hakim-Hakim 3:13). Yerikho paling dikenal sebagai kota pertama yang direbut Israel dalam penaklukan mereka (Yosua 2;6). Setelah menaklukkan kota itu, Yosua mengutuk siapa saja yang mungkin membangunnya kembali (6:26). Kira-kira 500 tahun kemudian, Hiel dari Betel membangun kembali kota tersebut dengan mengorbankan dua anaknya (1 Raja-Raja 16:34), sehingga tergenapilah kutuk tersebut. Kisah tentang Zakheus (Lukas 19:1-10) terjadi di Yerikho Perjanjian Baru, yang juga dikenal sebagai Yerikho di zaman Herodes. Lokasinya dibangun oleh Raja Herodes lebih dari satu mil di sebelah selatan dari lokasinya dalam Perjanjian Lama. Yerikho yang ada saat ini dibangun di lokasi kira-kira 1,6 kilometer di sebelah timur Yerikho pada zaman Herodes. —Alyson Kieda

Pernahkah kamu merasa dikesampingkan oleh kawan atau keluarga? Di tengah perasaan sepi itu, bagaimana Yesus mencari dan mengundangmu untuk meluangkan waktu bersama-Nya?

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah mengabaikanku ketika aku terluka, melainkan Engkau rela melawatku, bahkan mengundangku menjadi sahabat-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 25–27; Yohanes 16

Kontribusi handlettering oleh Stella Yohana.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

30 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!