Perspektif dari Atas

Kamis, 11 Juni 2020

Perspektif dari Atas

Baca: Yesaya 48:5-11,17

48:5 maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.

48:6 Engkau telah mendengar semuanya itu dan sekarang engkau harus melihatnya; tidakkah kamu sendiri mau mengakuinya? Aku mengabarkan kepadamu hal-hal yang baru dari sejak sekarang, dan hal-hal yang tersimpan yang belum kauketahui.

48:7 Baru sekarang hal-hal itu diciptakan dan bukan dari sejak dahulu, dan sebelumnya engkau tidak mendengarnya, supaya jangan engkau berkata: Memang aku telah mengetahuinya!

48:8 Engkau tidak mendengarnya ataupun mengetahuinya, juga telingamu tidak terbuka dari sejak dahulu; tetapi Aku telah mengetahui, bahwa engkau berbuat khianat sekeji-kejinya, dan bahwa orang menyebutkan engkau: pemberontak sejak dari kandungan.

48:9 Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau.

48:10 Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

48:11 Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!”

48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.

Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!—Yesaya 48:11

Perspektif dari Atas

Pada dekade 1970-an, ketika Peter Welch masih kecil, menggunakan detektor logam hanyalah hobi baginya. Namun, sejak tahun 1990, ia memandu orang-orang dari seluruh dunia dalam kegiatan yang dinamakan “wisata mendeteksi logam”. Mereka berhasil menemukan ribuan benda—pedang, perhiasan kuno, koin berharga. Dengan menggunakan Google Earth, suatu program komputer yang menampilkan gambar-gambar permukaan bumi berdasarkan citra satelit, mereka mencari pola-pola pada lanskap lahan pertanian di Inggris. Mereka dapat melihat di mana letak jalanan, gedung, dan struktur bangunan lain yang pernah ada berabad-abad lalu. Peter berkata, “Memiliki perspektif dari atas sungguh membawa kami kepada dunia yang sama sekali baru.”

Umat Allah pada zaman Yesaya membutuhkan “perspektif dari atas.” Meskipun membanggakan diri sebagai umat-Nya, mereka tetap tidak taat dan menolak melepaskan penyembahan kepada berhala-berhala mereka. Allah pun memiliki perspektif lain. Walaupun umat-Nya memberontak, Allah tetap mengembalikan mereka dari pembuangan di Babel. Mengapa Dia melakukannya? “Oleh karena Aku sendiri, . . . Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!” (Yes. 48:11). Memiliki perspektif Allah berarti kita hidup untuk kemuliaan-Nya dan demi tujuan yang dikehendaki-Nya—bukan demi tujuan kita sendiri. Perhatian kita haruslah diberikan kepada-Nya dan rencana-rencana-Nya serta untuk mengajak orang lain ikut memuji Dia.

Memiliki perspektif hidup untuk memuliakan Allah akan membawa kita kepada dunia yang sama sekali baru. Hanya Dia yang tahu apa yang akan kita temukan tentang diri-Nya dan apa yang direncanakan-Nya bagi kita. Allah akan mengajarkan kita segala yang baik dan menuntun kita di jalan yang harus kita tempuh (ay.17).—ANNE CETAS

WAWASAN
Yesaya, nabi bagi bangsa Yehuda dari tahun 740–685 SM, memperingatkan bahwa Allah akan mendisiplinkan mereka ketidaksetiaan mereka dengan menyembah berhala. Ia menubuatkan kehancuran Yerusalem dan Bait Suci mereka, serta pembuangan mereka ke Babel selama 70 tahun (Yesaya 39:6-7; juga Yeremia 25:11) kira-kira 100 tahun sebelum hal itu terjadi. Yesaya juga menubuatkan bahwa Allah akan membawa umat-Nya pulang, memulihkan mereka, dan memberkati mereka. Dalam Yesaya 48, Yesaya menekankan bahwa apa pun yang Allah rancangkan, akan Dia genapi (ay.3-6). Janji tentang kepulangan dan pemulihan itu bukanlah karena mereka pantas mendapatkannya, melainkan “oleh karena nama-[Nya]” (ay.8-9). Niat Allah adalah memurnikan mereka, bukan membinasakan mereka seluruhnya. Selain itu, sebagai Allah yang memelihara perjanjian, Dia tidak akan melanggar janji-Nya tentang pemulihan dan merusak reputasi-Nya sendiri (ay.9-11). —K.T. Sim

Untuk hal apa saja kamu akan memuji Allah hari ini? Dalam hidupmu seterusnya, bagaimana kamu dapat lebih mengutamakan Allah dan semakin melepaskan kepentinganmu sendiri?

Ya Allah, aku ingin hidup untuk kemuliaan-Mu dan bukan bagi kepentingan diriku sendiri. Ajar dan ubahlah aku.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 1–2; Yohanes 19:23-42

Kontribusi handlettering oleh Gerardine Eunike.

Bagikan Konten Ini
27 replies
  1. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Dia Allah yang sanggup membolak balikkan hati manusia. Ada suatu masa kita jatuh dan berpaling dari Tuhan, dunia tidak mau tau dengan itu tapi Tuhan peduli. Sama seperti kondisi pada zaman Yesaya, “Walaupun umat-Nya memberontak, Allah tetap mengembalikan mereka dari pembuangan di Babel.” Mengapa? Karna segala sesuatu yang Tuhan ranncangkan luar biasa dan tidak pernah terjangkau oleh pikiran manusia. Semingguan rasanya lost contact dng Dia, tapi banyak cara yang Tuhan pakai untuk menarik kita untuk kembali padaNya dengan jalan yang Tuhan mau. Caranya gimana? Mengakui keberdosaan diri dan membuka diri kepada Tuhan. Semangaaaaat

  2. rico art
    rico art says:

    terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami,
    terpujilah namaMu, kekal selamanya,
    Amin

  3. Johannes Aritonang
    Johannes Aritonang says:

    Amin..Tuhan ubah hidupku sesuai rencanmu yg indah..aku kepercayaan kasih Tuhan ada didalam hatiku untuk selama nya diberkati Tuhan Yesus Kristus..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *