Kerendahan Hati Bukti Kebesaran Jiwa

Senin, 8 Juni 2020

Kerendahan Hati Bukti Kebesaran Jiwa

Baca: Filipi 2:1-11

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

[Kristus Yesus] telah mengosongkan diri-Nya sendiri.—Filipi 2:7

Kerendahan Hati Bukti Kebesaran Jiwa

Ketika Revolusi Amerika tanpa diduga berakhir dengan menyerahnya Inggris, banyak politikus dan pemimpin militer berniat menjadikan Jenderal George Washington sebagai raja yang baru. Seluruh dunia mengamati dengan bertanya-tanya apakah Washington akan tetap memegang teguh prinsip-prinsip kebebasan dan kemerdekaan ketika godaan meraih kekuasaan mutlak ada dalam genggamannya. Namun, Raja Inggris, George III, melihat realitas lain. Ia yakin, jika Washington dapat menahan diri dan menolak rayuan banyak orang untuk berkuasa serta kembali ke tanah pertaniannya di Virginia, maka ia akan menjadi “tokoh terbesar di dunia.” Sang raja tahu bahwa kesanggupan menolak daya tarik kekuasaan merupakan pertanda seseorang itu benar-benar berjiwa besar dan mulia.

Paulus mengetahui kebenaran yang sama dan ia mendorong kita untuk meneladani kerendahan hati Kristus. Meski Yesus “dalam rupa Allah,” tetapi Dia “tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Flp. 2:6). Sebaliknya, Dia menyerahkan kekuasaan-Nya, menjadi “seorang hamba” dan “merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati” (ay.7-8). Pribadi yang memegang seluruh kekuasaan rela melepaskan semuanya itu demi kasih.

Namun demikian, pada akhirnya, Allah “sangat meninggikan” Kristus dari kehinaan penghukuman di kayu salib (ay.9). Suatu pembalikan yang luar biasa! Meski Tuhan Yesus dapat saja menuntut kita menyembah-Nya dan memaksa manusia untuk taat kepada-Nya, Dia justru melepaskan kekuasaan dengan cara menakjubkan yang membuat kita mau datang dan menyembah-Nya. Lewat kerendahan hati-Nya yang begitu total, Yesus menunjukkan kebesaran sejati yang menjungkirbalikkan dunia.—Winn Collier

WAWASAN
Banyak ahli percaya bahwa Filipi 2:6-11 adalah contoh salah satu kidung Kristen paling awal. Ada beberapa hal yang mendukung teori tersebut. Menurut The New Bible Commentary, ayat-ayat tersebut dapat dibagi menjadi 6 stanza yang masing-masing terdiri dari 3 baris. Selain itu, stanza-stanzanya dibaca dengan cara yang sangat berirama dan musikal. Meski pasal ini bukanlah satu-satunya dalam Perjanjian Baru yang menampilkan kidung-kidung kuno, tetapi kidung tentang Kristus ini sangat sesuai dengan kondisi jemaat di Filipi. Di dalam jemaat itu banyak dijumpai sikap mementingkan diri sendiri dan mencari pujian yang sia-sia, sehingga Paulus merasa perlu menegur mereka (lihat 2:3-4; 4:2-3). —Bill Crowder

Bagaimana kerendahan hati Yesus yang begitu total membuatmu takjub? Bagaimana kerendahan hati-Nya mendesakmu untuk berpikir ulang tentang arti kebesaran?

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena ketika Engkau berada di titik yang termiskin dan paling rendah, Engkau justru menunjukkan kebesaran sejati dan kekuasaan-Mu yang sesungguhnya.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 30–31; Yohanes 18:1-18

Kontribusi handlettering oleh Dinda Sopamena.

Bagikan Konten Ini
29 replies
  1. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Semoga kita bs menjadi org yg tetap rendah hati dan menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah walaupun kita saat dlm keadaan titik terendah sekalipun. 🙏 Thanks Lord

  2. Dewi Ros Simanjuntak
    Dewi Ros Simanjuntak says:

    Ajari kami Tuhan untuk tidak egois dalam hidup, ajari kami untuk saling membantu. Amin.

  3. Jeanyffer Christabelina
    Jeanyffer Christabelina says:

    Ajar kami untuk memiliki kerendahan hati seperti Engkau ya Tuhan.. Aminn…😇🙏

  4. Rico Art
    Rico Art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami hari lepas hari, terpujilah namaMu,kekal selamanya, Amin

  5. Renato
    Renato says:

    Terima kasih ya Yesus ,karena Engkau telah menunjukkan kebesaranMu terhadap kami dgn mukjizat yg luar biasa. Amien

  6. dameeliza
    dameeliza says:

    Semoga kami, sebagai manusia yg telah ditebus dosanya oleh Kristus Yesus, tidak mudah tergiur dengan kekuasaan. Namun bisa lebih rendah hati dan penuh kasih pengharapan. amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *