Harapan Pertobatan

Info

Minggu, 28 Juni 2020

Harapan Pertobatan

Baca: Kisah Para Rasul 9:1-4,10-18

9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

9:10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”

9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

 

Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.—Kisah Para Rasul 2:21

Harapan Pertobatan

Rasanya mustahil lelaki itu bisa bertobat. Berbagai tindak pidana telah diperbuatnya, termasuk delapan penembakan (yang menewaskan enam orang), dan memicu sekitar 1,500 peristiwa kebakaran yang meneror kota New York pada dekade 1970-an. Ia meninggalkan pesan di setiap lokasi kejadian untuk mengejek polisi, dan ketika tertangkap, ia pun dijatuhi hukuman penjara dua puluh lima tahun hingga seumur hidup untuk setiap pembunuhan yang ia lakukan.

Namun, Allah berkarya meraih orang itu. Kini, lelaki tersebut adalah seorang pengikut Kristus yang rajin membaca Kitab Suci setiap hari. Ia juga mengungkapkan penyesalan mendalam kepada seluruh keluarga korban kejahatannya dan terus berdoa untuk mereka. Meski sudah dipenjara lebih dari empat dekade, lelaki yang dahulu kelihatannya mustahil bertobat itu menemukan harapan di dalam Allah dan menyatakan: “Kuperoleh kebebasanku dalam satu kata: Yesus.”

Dalam Alkitab juga ada kisah pertobatan yang hampir sama mustahilnya. Sebelum bertemu dengan Kristus yang bangkit di jalan menuju Damaskus, Saulus (yang kemudian menjadi Rasul Paulus) sangat “berkobar-kobar . . . untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan” (Kis. 9:1). Namun, hati dan kehidupan Paulus diubah oleh Tuhan Yesus (ay.17-18), dan ia pun kemudian menjadi salah seorang saksi Kristus yang paling tangguh dalam sejarah. Orang yang pernah merencanakan kematian orang-orang Kristen itu kemudian justru mengabdikan hidupnya untuk mengabarkan Injil sumber pengharapan.

Pertobatan selalu merupakan karya Allah yang ajaib. Tidak semua pertobatan berlangsung dramatis, tetapi kebenaran yang mendasarinya tetap sama: tidak seorang pun dari kita layak memperoleh pengampunan-Nya, tetapi Yesus adalah Juruselamat yang penuh kuasa! Dia “menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah” (Ibr. 7:25).—JAMES BANKS

WAWASAN
Ketika Saulus tengah dalam perjalanan menuju Damsyik, Yesus berbicara kepadanya lewat sinar terang dari surga. Sesudahnya, ia buta selama 3 hari (Kisah Para Rasul 9:8-9). Tidak ada penjelasan mengapa Saulus buta. Mungkin itu merupakan akibat terangnya sinar, atau bisa juga peristiwa supernatural. Namun, yang menarik adalah penglihatannya dipulihkan melalui Ananias. Meski Allah yang menyebabkan ia buta, tetapi Dia memilih menyembuhkan Saulus melalui seseorang. Terkadang Allah berkarya dengan cara-cara yang tidak terduga. —J.R. Hudberg

Apakah kamu mengenal seseorang yang tampaknya sulit sekali bertobat? Tidak ada yang terlalu sulit bagi Allah! Bawalah orang itu ke hadapan-Nya dalam doa.

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau begitu mengasihi kami sehingga rela mati untuk membawa kami lebih dekat dengan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 11–13; Kisah Para Rasul 9:1-21

Kontribusi handlettering oleh Agnes Yustivani.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

33 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!