Dia Mengubahku

Sabtu, 13 Juni 2020

Dia Mengubahku

Baca: Yehezkiel 18:25-32

18:25 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

18:26 Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.

18:27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.

18:28 Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

18:29 Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

18:30 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.

18:31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

18:32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!”

Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.—Yehezkiel 18:27

Dia Mengubahku

Ketika John, pengelola rumah bordil terbesar di London, dijatuhi hukuman penjara, ia masih meyakini bahwa dirinya “orang baik”. Selama di penjara, ia memutuskan untuk menghadiri kegiatan pendalaman Alkitab dengan niat agar bisa menikmati kue dan kopi yang disuguhkan. Namun, ia sangat terkejut melihat bagaimana sesama narapidana di sana terlihat begitu bersukacita. John menangis saat lagu pertama dinyanyikan, lalu seseorang memberinya sejilid Alkitab. Sebuah ayat yang dibacanya dari kitab Yehezkiel membuatnya seperti “disambar petir”. Ayat yang mengubah hidupnya itu berbunyi: “Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, . . . ia pasti hidup, ia tidak akan mati” (Yeh. 18:27-28). Firman Tuhan membuka matanya dan membuatnya tersadar, “Aku bukan orang baik . . . aku orang jahat yang harus berubah.” Ketika berdoa dengan pembina rohani di penjara, ia berkata, “Aku sudah bertemu dengan Yesus Kristus dan Dia mengubahku.”

Kata-kata dalam kitab Yehezkiel tersebut disampaikan kepada umat Allah yang tinggal di pembuangan. Mereka telah berpaling dari Allah, tetapi Dia masih merindukan mereka bertobat dari pelanggaran mereka dan memperoleh hati dan roh yang baru (ay.31). Kata-kata itulah yang menolong John untuk bertobat dan menjalani hidup baru (ay.32) sembari ia mengikut Yesus, Pribadi yang memanggil orang berdosa untuk bertobat (Luk. 5:32).

Kiranya kita juga menanggapi teguran Roh Kudus atas dosa-dosa kita, supaya kita pun menikmati pengampunan dan kebebasan dari dosa.—AMY BOUCHER PYE

WAWASAN
Inclusio merupakan teknik sastra yang memakai pengulangan sebuah kata, frasa, atau ide pada awal dan akhir sebuah bacaan. Meski pengulangan terkadang menunjukkan gagasan penting dalam sebuah teks, tetapi poin utama inclusio tidak terkandung dalam kata-kata yang diulang melainkan pada gagasan di antaranya. Dalam Yehezkiel 18:25-29, ayat 25 dan 29 membentuk inclusio. Dengan pengecualian beberapa kata, kedua ayat tersebut persis sama. Itu berarti pesan yang ditekankan dari paragraf tersebut muncul di ayat 26-28. Di sini Allah mengingatkan umat-Nya tentang hubungan dosa dengan maut, dan kebenaran dengan hidup. Allah mengingatkan mereka bahwa Dia adil dan tidak menghendaki seorang pun binasa (lihat 2 Petrus 3:9). —J.R. Hudberg

Apa jawabmu apabila orang bertanya apakah kamu “orang baik”? Area mana saja dalam kehidupanmu yang masih perlu mengalami pertobatan?

Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah menyadarkan aku akan dosa-dosaku lewat teguran Roh Kudus-Mu. Lembutkanlah hatiku untuk rela bertobat dan menerima pengampunan dari-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6–8; Yohanes 21

Kontribusi handlettering oleh Julio Mesak Nangkoda.

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. 09_Asywafitri Anindya Maharani
    09_Asywafitri Anindya Maharani says:

    saya baru saja ditegur Roh Kudus atas dosa saya melalui santapan rohani ini.

  2. Nathanael Zefanya Heindri
    Nathanael Zefanya Heindri says:

    Bersyukur kalau Allah sekali lagi melepaskan ku dari perasaan penghakiman ini. melalui saat teduh ini, aku merasakan kasihNya yang luar biasa.

  3. octo
    octo says:

    ya Tuhan, Engkau sangatlah luar biasa. aku bertekuk lutut ya Tuhan di hadapan-Mu, ini lah yang kualami sekarnag ya Tuhan, bagaimana aku sekarang tenggelam dalam sebuah dosa, dan akibatnya langsung kuhapi ya Tuhan. ya Tuhan, ada di hidupku yang harus kuperbaiki. aku mau memperbaikinya ya Tuhan, dan terima kasih telah menegurku lewat akibatnya ya Tuhan. maafkan aku sempat berpaling dari-Mu. lembutkan hatiku agar aku bisa menerima pengampunan-Mu, dan aku terus bersama-Mu ya Tuhan.. aku mau kembali ke rengkuhan-Mu ya Tuhan.. amin..

  4. Rico Art
    Rico Art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami, pimpin kami selalu dimanapun kami berada, terpujilah namaMu kekal selamanya,
    Amin

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Amin ,,,! Terimakasih buat Santapan Rohani hari ini,
    Allah tidak menghendaki seorang pun binasa tetapi supaya hidup selalu dalam Kebenaran dan Bertobat.

  6. Renato
    Renato says:

    Ya Bapa tegur anak2 Mu ini bila tersesat dalam keadaan berdosa, supaya kami terbebas dari dosa dan dapat pengampunan dari Engkau. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *