Pria yang Tidak Bisa Bicara

Jumat, 8 Mei 2020

Pria yang Tidak Bisa Bicara

Baca: Mazmur 96

96:1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!

96:2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

96:3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.

96:4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

96:5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

96:6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

96:7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

96:8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!

96:10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

96:11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,

96:12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

96:13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

 

Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji. —Mazmur 96:4 BIS

Pria yang Tidak Bisa Bicara

Di sebuah panti wreda di Belize, seorang pria duduk di atas kursi rodanya mendengarkan dengan gembira sekelompok remaja asal Amerika Serikat bernyanyi tentang Yesus. Kemudian, ketika beberapa dari mereka berusaha berkomunikasi dengannya, mereka baru tahu bahwa pria itu tidak bisa bicara. Serangan otak telah merenggut kemampuannya berbicara.

Karena tidak bisa mengobrol dengan pria itu, para remaja tersebut memutuskan bernyanyi untuknya. Ketika mereka mulai bernyanyi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Pria yang sebelumnya tidak bisa bicara itu mulai ikut bernyanyi. Dengan antusias dan bersemangat ia mengikuti mereka menyanyikan lagu “Sungguh Besar Kau Allahku”.

Sungguh momen yang luar biasa bagi semua orang di sana. Kasih pria itu kepada Allah telah meruntuhkan segala hambatan dan menghasilkan pujian yang terdengar oleh semua—pujian sukacita yang dinyanyikan dengan sepenuh hati.

Adakalanya kita menemui berbagai hambatan ketika kita mau memuji Tuhan. Mungkin kita sedang didera konflik dengan orang lain atau mengalami masalah keuangan. Atau mungkin karena hubungan kita dengan Allah sedang renggang.

Pria yang tidak bisa bicara tadi mengingatkan kita bahwa kebesaran dan keagungan Allah kita yang Mahakuasa sanggup mengatasi segala hambatan. “Ya Tuhanku, tak putus aku heran, melihat ciptaan-Mu yang besar!”

Apakah kamu sedang sulit memuji Allah? Renungkanlah kebesaran Allah kita dengan membaca bagian Kitab Suci seperti Mazmur 96, dan kiranya kamu pun mengalami bagaimana berbagai hambatan dan keenggananmu tergantikan dengan pujian. —Dave Branon

WAWASAN
Allah memilih Abraham sebagai bapa dari umat pilihan-Nya. Namun, Allah tidak pernah memaksudkan keselamatan menjadi bagian eksklusif bangsa Israel saja. Dari awal hingga akhir mazmur pujian yang agung ini, kita dapat melihat rahmat Allah yang merangkul semua orang yang akan percaya pada-Nya. Mazmur 96 dimulai dengan “Menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi” (ay.1). Ayat 3 memerintahkan umat Allah untuk menceritakan “kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.” Ayat 7 memanggil “suku-suku bangsa” untuk memuji Allah. Mazmur ini diakhiri dengan, “Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya” (ay.13). Rencana Allah atas umat pilihan-Nya adalah agar mereka membawa Kabar Baik tentang kasih-Nya kepada seluruh umat manusia. —Tim Gustafson

Ketika kamu membaca Mazmur 96, apa yang menarik perhatianmu tentang Allah kita yang Mahabesar? Apa saja yang terkadang menghambatmu untuk memuji-Nya? Bagaimana kamu bisa bertumbuh untuk semakin bersemangat memuji Allah?

Allah kami yang Mahabesar, aku sangat mengagumi kebesaran-Mu. Sungguh besar Kau Allahku!

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 4-6; Lukas 24:36-53

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. Ruth Yecika
    Ruth Yecika says:

    Min, kenapa ya saya selalu dapat bacaan yamg berbeda dengan teman saya ketika kita pake bahan ini buat saat teduh bersama

  2. hana
    hana says:

    Allah kita ajaib dan besar, tak ada yang mustahil bagiNya
    perbuatanNya sanggup melepaskan kita dari belenggu yang mengikat
    marilah kita bersama memuji kebesaran Tuhan yang luar biasa
    puji Tuhan
    Tuhan Yesus Memberkati

  3. graciafna
    graciafna says:

    Sungguh Besar engkau Allah dan Terpujilah Sangat. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua, Amin…

  4. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami , dan begitu besar kasihMu kepada kami,
    terpujilah namaMu, kekal selamanya
    Amin

  5. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    :Adakalanya kita menemui berbagai hambatan ketika kita mau memuji Tuhan. Mungkin kita sedang didera konflik dengan orang lain atau mengalami masalah keuangan. Atau mungkin karena hubungan kita dengan Allah sedang renggang.”
    Sangat tertegur, walau sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak memuji. Kiranya renungan ini bisa mengingatkan kita untuk menyadari betapa Ia besar dan dasyat dalam segala hal. Yuk bangun relasi yang lebih intim dengan Tuhan apapun kondisi yg kita hadapi.

  6. Evi Gantume
    Evi Gantume says:

    Amin, terimakasih buat renungan hari ini yg memberikan penghiburan dan kekuatan, Tuhan Yesus sungguh ajaib, Sungguh besar Kau Allah ku

  7. olla
    olla says:

    teman² bantu doa ya, saya selama ini jauh dari Tuhan, selalu mengandalkan diri sendiri dan orang lain, hampir 10 tahun saya pikir saya jauh dari Tuhan,. jarang ibadah apalagi SATE. dan skrg saya ingin dekat dgn Tuhan kembali, karna saya merasa Hanya Tuhanlah yang berkuasa membalikan hati orang² yang jauh.

  8. Renato
    Renato says:

    Terima kasih Tuhan ,ajarilah ak setiap hati memuji, memuliakan namaMu selalu. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *