Mengenang

Senin, 25 Mei 2020

Mengenang

Baca: Yohanes 15:9-17

15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.

15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

 

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. —Yohanes 15:13

Mengenang

Pada momen Memorial Day (Hari Pahlawan di Amerika Serikat), saya teringat kepada para veteran militer, tetapi terutama kepada ayah dan paman saya yang pernah berjuang membela negara di Perang Dunia ke-2. Mereka berdua pulang dengan selamat dari medan perang, tetapi ada ratusan ribu keluarga yang kehilangan anggota keluarga mereka demi negara. Jika ditanya, ayah saya dan sebagian besar prajurit pada masa itu pasti berkata bahwa mereka rela menyerahkan nyawa demi melindungi orang-orang yang mereka kasihi dan membela apa yang mereka yakini sebagai hal yang benar.

Ketika seseorang wafat karena membela negaranya, Yohanes 15:13 menjadi bagian Alkitab yang sering dibacakan dalam upacara pemakamannya: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Namun, apa sebenarnya latar belakang ayat ini?

Saat Yesus mengucapkan kata-kata tersebut di hadapan murid-murid-Nya pada Perjamuan Terakhir, Dia sedang menuju kematian-Nya. Bahkan salah seorang murid-Nya, Yudas, sudah pergi untuk mengkhianati-Nya (13:18-30). Kristus tahu tentang semua itu, tetapi Dia masih memilih untuk menyerahkan nyawa-Nya untuk para sahabat dan juga musuh-musuh-Nya.

Yesus siap dan rela mati bagi mereka yang suatu hari akan percaya kepada-Nya, bahkan bagi mereka yang masih menjadi seteru-Nya (Rm. 5:10). Sebagai balasan, Yesus meminta murid-murid-Nya (dahulu dan sekarang) untuk “saling mengasihi” seperti Dia telah mengasihi mereka (Yoh. 15:12). Kasih-Nya yang besar memotivasi kita untuk mengasihi sesama dengan rela berkorban—bagi teman maupun musuh kita. —Alyson Kieda

WAWASAN
Injil Yohanes memiliki garis besar yang sangat jelas. Antara prolog (1:1-18) dan epilognya (ps.21), Yohanes berfokus pada pelayanan Yesus kepada orang banyak dalam perkataan dan perbuatan (1:19–12:50). Dalam kelima pasal yang dikenal sebagai Ceramah Ruang Atas (Upper Room Discourse, ps.13–17), Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya secara khusus. Pasal-pasal ini mengisi kira-kira 20 persen kitab Yohanes dan terjadi pada jangka waktu yang sangat singkat. Dalam bagian ini, kita menemukan kebenaran-kebenaran inti untuk orang yang percaya kepada Yesus: pelajaran-pelajaran tentang perhambaan dan kerendahan hati (ps. 13); Yesus sebagai jalan kepada Bapa (14:6); janji, pelayanan, dan pekerjaan Roh Kudus (14:15-31; 16:4-15); perintah untuk mengasihi (13:31-35); dan perlunya tinggal dalam kasih Bapa (15:9-17). Dalam pasal 18–20, Yohanes berfokus pada kematian dan kebangkitan Yesus. —Arthur Jackson

Sebelum percaya kepada Yesus, kita adalah musuh-Nya. Namun, Yesus tetap mati bagi kita. Bagaimana kamu dapat menghargai dan mengingat pengorbanan Yesus di kayu salib bagi kamu? Bagaimana kamu bisa mengasihi orang lain hingga rela berkorban bagi mereka?

Tuhan Yesus, kami sangat bersyukur Engkau rela mati bagi kami!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23

Bagikan Konten Ini
21 replies
  1. Rico Art
    Rico Art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat dan pertolonganMu kepada kami hari lepas hari
    terpujilan namaMu,
    kekal selamanya,
    Amin

  2. Renato
    Renato says:

    Tuhan Yesus ajarkan kami tentang kematian mu di kayu salib untuk menebus dosa manusia di bumi ini. Amien

  3. Erni
    Erni says:

    Terima Kasih Tuhan ku Yesus yang hidup.. yang telah melindungi kami dan memberikan kekuatan kesehatan. Semua ini adalah Anugerah Mu . Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *