Meneladani Anak-anak

Senin, 11 Mei 2020

Meneladani Anak-anak

Baca: Matius 21:8-17

21:8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

21:9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”

21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati

21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel,

21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

21:17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

 

Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian. —Matius 21:16

Meneladani Anak-anak

Ketika saya dan seorang teman berkunjung ke salah satu pemukiman kumuh di Nairobi, Kenya, hati kami terenyuh melihat kemiskinan yang terpampang di depan mata. Meski demikian, di sana kami juga merasakan emosi yang berbeda—perasaan yang menyegarkan—ketika kami menyaksikan anak-anak kecil berlari dan berteriak-teriak, “Mchungaji, Mchungaji!” (bahasa Swahili untuk kata “pendeta”). Begitulah reaksi penuh sukacita anak-anak itu begitu melihat pemimpin rohani mereka di dalam kendaraan yang membawa kami. Dengan teriakan kegirangan, anak-anak kecil itu menyambut kedatangan seorang pendeta yang sangat memperhatikan dan mempedulikan mereka.

Ketika Yesus tiba di Yerusalem dengan menunggang keledai, ada sejumlah anak di antara orang-orang yang bersukacita menyambut-Nya. “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan . . . Hosana bagi Anak Daud!” (Mat. 21:9,15). Namun, bukan pujian bagi Yesus saja yang terdengar saat itu. Bisa dibayangkan kehebohan yang timbul ketika para pedagang yang sibuk berdagang diusir oleh Yesus dari Bait Allah (ay.12-13). Lebih dari itu, para pemimpin agama yang menyaksikan berbagai mukjizat yang dilakukan Yesus merasa “sangat jengkel” (ay.14-15). Mereka mengungkapkan kekesalan hati mereka atas pujian anak-anak yang ditujukan bagi Yesus (ay.16), suatu tindakan yang justru menunjukkan kedegilan hati mereka sendiri.

Kita dapat meneladani iman anak-anak Allah dari segala zaman dan tempat yang mengakui Yesus sebagai Juruselamat dunia. Hanya Dia yang mendengar pujian dan seruan kita, dan Dia mempedulikan serta menyelamatkan kita ketika kita datang kepada-Nya dengan iman layaknya seorang anak kecil.—Arthur Jackson

WAWASAN
Dalam sebuah peristiwa yang penuh dengan kegembiraan, Yesus mengendarai seekor keledai muda masuk ke Yerusalem tepat sebelum perayaan Paskah (Mat. 21:5-7; Mrk. 11:1-7; Luk. 19:30-36). Peristiwa ini menggenapi nubuat yang dituliskan dalam Zakharia 9:9: “Rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” Pada zaman kuno, ketika seorang raja datang mengendarai seekor keledai, itu berarti ia datang dalam damai (dan bukan dalam perang). Sebagai respons, orang-orang bersukacita dan berseru, “Hosana” (Mat. 21:9), yang berarti “Allah membebaskan.” Sang Raja yang membebaskan datang kepada umat-Nya dalam damai. —J. R. Hudberg

Sejauh mana pandanganmu tentang Yesus telah berubah atau berkembang? Apa saja yang menghalangimu dalam melihat Dia sebagai Anak Allah yang datang menyelamatkanmu?

Tuhan Yesus, tolonglah aku melihat-Mu seutuhnya—sebagai Tuhan dan Juruselamatku.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 13-14; Yohanes 2

Bagikan Konten Ini
30 replies
  1. Wimpy
    Wimpy says:

    sungguh bahagia dan tenang jika kita bisa menatap masa depan seperti anak-anak,yaitu tanpa kekuatiran.Tuhan Yesus mampukan kami utk bersikap demikian.Amin

  2. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Hosana bagi anak Raja Daud yang hidup. Kiranya kita selalu memiliki hati seperti anak yang bisa bukan sekadar melihat karna percaya, tetapi menjadi seorang yang percaya walaupun tidak melihat namun merasakan bagaimana Ia adalah Tuhan dan Juruslamat yang hidup.

  3. Erni
    Erni says:

    Tuhan Yesus berilah kami kekuatan Iman dan bungkus lah keluarga kami dengan darah mu ya Yesus. Amin

  4. Renato
    Renato says:

    terima kasih Tuhan Yesus, kau tlh mendengar pujian dan seruan kami. serta memperdulikan kami sbg hamba2 Mu. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *