Dalam Perbaikan

Kamis, 14 Mei 2020

Dalam Perbaikan

Baca: Ibrani 10:11-18

10:11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.

10:12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,

10:13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.

10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

10:15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,

10:16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,

10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”

10:18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

 

Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. —Ibrani 10:14

Dalam Perbaikan

Bukankah jalan ini baru selesai diaspal? pikir saya di tengah lalu lintas yang melambat. Kenapa sekarang dibongkar lagi? Lalu, dalam hati saya bertanya-tanya, Mengapa perbaikan jalan rasanya tidak selesai-selesai? Sepertinya saya belum pernah melihat papan pengumuman yang bertuliskan, “Perbaikan jalan sudah selesai. Selamat menikmati jalan yang mulus ini.”

Namun, jika dipikir-dipikir, hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan rohani saya. Di awal perjalanan iman saya, terbayang bahwa suatu saat nanti saya akan mencapai kedewasaan dan saya akan memahami segala sesuatu, suatu “jalan yang mulus” dalam diri saya. Tiga puluh tahun kemudian, harus saya akui bahwa saya masih “dalam perbaikan.” Seperti jalan berlubang yang sering saya lewati, sepertinya saya juga tidak pernah “selesai”. Terkadang kenyataan itu juga membuat saya frustrasi.

Akan tetapi, Ibrani 10 mengandung janji yang luar biasa. Ayat 14 mengatakan, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Karya Yesus di kayu salib telah menyelamatkan kita. Sepenuhnya. Dengan sempurna. Di mata Allah, kita sudah utuh dan selesai. Namun, secara paradoks, proses itu masih belum sepenuhnya selesai selama kita masih hidup di bumi. Kita masih terus dibentuk hingga semakin serupa dengan-Nya, dengan kata lain, kita masih Dia “kuduskan.”

Kelak, kita akan bertatap muka langsung dengan Dia, dan kita akan menjadi sama seperti Dia (1Yoh. 3:2). Namun, hingga saat itu tiba, kita masih “dalam perbaikan,” sambil menanti-nantikan hari yang mulia itu, ketika pekerjaan-Nya dalam diri kita sungguh-sungguh selesai.—Adam Holz

WAWASAN
Karena aniaya yang hebat, orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus merasa terdesak untuk meninggalkan iman mereka dan kembali kepada Yudaisme (Ibr. 10:32-36). Sang penulis kitab yang tidak menyebutkan namanya mendorong mereka untuk bertahan, dengan menegaskan keunggulan dan kecukupan mutlak dari Yesus sebagai Juruselamat. Dia lebih tinggi daripada para malaikat (ps.1–2), Musa (ps.3–4), dan keimaman Harun (ps.5–7). Pasal 8–10 menggambarkan Kristus sebagai Imam Besar yang sempurna. Latar belakangnya adalah korban penebusan dosa tahunan yang dipersembahkan oleh imam besar pada Hari Raya Pendamaian (Im. 16). Sang penulis membandingkan perjanjian lama yang dimulai oleh Musa, yang memerlukan korban binatang (Ibr. 9:1-23) dengan perjanjian baru yang dimulai oleh Yesus (ay.15; 9:24–10:18). Sebagai Imam Besar yang sempurna, Yesus mempersembahkan korban yang sempurna untuk penebusan dosa, yakni diri-Nya sendiri (9:12-14; 10:11-12). “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (10:14). —K. T. Sim

Pernahkah kamu frustrasi karena pertumbuhan rohanimu terasa lebih lambat daripada yang kamu harapkan? Bagaimana bagian dari kitab Ibrani hari ini mendorongmu untuk memikirkan pertumbuhan rohanimu dengan lebih serius?

Allah yang setia, adakalanya aku merasa frustrasi melihat pertumbuhan rohaniku yang lambat. Tolonglah aku mengingat bahwa Engkau masih terus bekerja dalam hidupku, membentuk dan menolongku agar semakin hari semakin menyerupai Engkau.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 19-21; Yohanes 4:1-30

Bagikan Konten Ini
27 replies
  1. Lia Tri Octavia Pardosi
    Lia Tri Octavia Pardosi says:

    Teruslah bekerja untuk ku Tuhan, membentuk dan menolongku agar semakin hari semakin serupa dengan Engkau. 🙏🙏🙏😇😇😇

  2. julieta
    julieta says:

    Kita bertumbuh dalam Iman bukan Karena Kita kuat menggapainya,Tapi karena Tuhan sendirilah yg merengkuh kita,Semua Itu Anugerah,Dulu sering Frustasi saat gk bisa lakuin disiplin rohani (yg ngebuat kita jauh bgt dan ngerasa Insecure buat dkt Tuhan) dan ngerasa ‘udah ah pasti Tuhan marah’seolah² diri sendiri adalah Tuhan,tapi aku bersyukur dengan membaca nats Filipi 2:13 ” karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”yashh,ayat ini nguatin bgt bagiku,Yg menaruh kemauan bagi kita Itu Tuhan sendiri,Jadi hal ini pula yg membuat kesadaran Penuh klo bnr² lagi Intim bgt sma Tuhan gk jadi Kesombonngan Rohani(karena itu Karunianya),Klo lagi gk disiplin yah gk sampe fruatasi lagi,bisa langsung berdoa dan minta BimbinganNya dan Pulih lagi,Perkembangan Rohani Tuhan yg izin kan Terjadi Tapi pertanyaannya kita mau ikut Terlibat Tidak?

  3. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    :Sedikit demi sedikit, tiap hari tiap sifat Yesus mengubahku. Dia ubahku Oh Juruslamat ku bukan seperti yang dulu lagi. Meskipun tampak lambat namun ku tau ku pasti sempurna nanti.”
    Yes lirik lagu again. Bahkan pohon yang besar berasal dari bibit kecil butuh proses yang panjang untuk menjadi kokoh. Terkadang seringkali kita ciut sebab pertumbuhan rohani kita lambat. Namun kita di ajak untuk setia dan menikmati setiap proses untuk mengupgrade diri kita lebih baik lagi.

  4. David Sitanggang Lnd
    David Sitanggang Lnd says:

    Yes..Amin pertumbuhan iman yang mengingatkan ku dalam segala proses kehidupan sampai saat ini👍

  5. Renato
    Renato says:

    Ya Tuhan Allah kami, bentuk kami serupa dan seiman dgn dirimu y Tuhan. Ajarkan iman kami semakin bertumbuh hari demi hari. Amien

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *