Apalah Arti Sebuah Nama?

Info

Minggu, 17 Mei 2020

Apalah Arti Sebuah Nama?

Baca: Lukas 3:31; 1 Tawarikh 3:4-9

3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,

3:4 Enam orang lahir bagi dia di Hebron, di mana ia memerintah tujuh tahun enam bulan lamanya; dan tiga puluh tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.

3:5 Inilah yang lahir bagi dia di Yerusalem: Simea, Sobab, Natan dan Salomo, empat orang dari Batsyua binti Amiel,

3:6 lalu Yibhar, Elisama, Elifelet,

3:7 Nogah, Nefeg, Yafia,

3:8 Elisama, Elyada dan Elifelet, sembilan orang.

3:9 Semuanya itu anak-anak Daud, belum terhitung anak-anak dari gundik-gundik. Tamar ialah saudara perempuan mereka.

 

Menurut anggapan orang, Yesus] adalah anak Yusuf.—Lukas 3:23

Apalah Arti Sebuah Nama?

Dalam kehendak Allah, putra kami Kofi lahir pada hari Jumat, sesuai dengan arti namanya—anak laki-laki yang lahir pada hari Jumat. Kami memberinya nama seperti nama teman kami, seorang pendeta asal Ghana yang pernah kehilangan putra tunggalnya. Beliau pun selalu mendoakan anak kami. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami.

Sering kali kita melewatkan arti sebuah nama bila kita tidak mengetahui cerita di balik nama itu. Di Lukas 3, kita menemukan fakta mengejutkan tentang salah satu nama dalam daftar leluhur Yusuf. Silsilah itu menarik garis keturunan Yusuf ke belakang sampai ke Adam, bahkan sampai ke Allah (ay.38). Di ayat 31, kita membaca: “anak Natan, anak Daud.” Natan? Menarik sekali. Di 1 Tawarikh 3:5 kita membaca bahwa Natan adalah anak Daud dari Batsyeba.

Mungkinkah kebetulan Daud memberi nama Natan kepada anak Batsyeba? Cobalah ingat latar belakang kisah ini. Batsyeba tidak seharusnya menjadi istri Daud. Natan yang lain—seorang nabi—dengan berani menegur sang raja karena telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk merebut Batsyeba dan membunuh suaminya (lihat 2Sam. 12).

Daud pun menerima teguran langsung yang disampaikan dengan sangat keras itu dan langsung bertobat dari pelanggarannya yang mengenaskan. Seiring berlalunya waktu, ia memperoleh seorang anak laki-laki dan memberinya nama Natan. Bukan kebetulan bahwa itu adalah anak Batsyeba, dan kelak ia akan menjadi salah satu leluhur Yusuf, ayah Yesus di bumi (Luk. 3:23).

Dalam Alkitab, anugerah Allah dapat kita temukan terjalin dalam segala hal—bahkan dalam wujud sebuah nama di silsilah yang jarang dibaca. Anugerah Allah ada di mana-mana.—Tim Gustafson

WAWASAN
Para penulis Injil Matius (1:1-16) dan Lukas (3:23-38) sama-sama menuliskan silsilah Yesus. Ada beberapa hal penting yang patut diperhatikan. Lukas mencantumkan 76 generasi; Matius hanya menuliskan 41. Setiap daftar ini konsisten dengan tujuan dan penekanan masing-masing Injil. Catatan Matius dimulai dari Abraham (1:1) dan berakhir dengan Yesus. Catatan Lukas dimulai dari Yesus dan dirunut sampai kembali kepada Adam (3:38). Daftar yang dituliskan Matius menonjolkan asal-muasal Yesus sebagai keturunan Abraham dan Daud. Lukas, yang menekankan Yesus sebagai Anak Manusia, membawa pembacanya kembali kepada Adam, nenek moyang seluruh umat manusia. Menarik untuk diperhatikan bahwa ada nama empat wanita dalam daftar Matius: Tamar (ay.3); Rahab dan Rut yang non-Yahudi (ay.5); istri Uria (ay.6), dan Maria (ay.16).—Arthur Jackson

Di manakah anugerah Allah dapat kamu temukan di tempat-tempat yang tidak terduga dalam hidupmu? Saat menyimak kisah besar Allah, bagaimana kamu dimampukan untuk menemukan anugerah pada bagian kamu dalam kisah tersebut?

Ya Allah, ke mana pun kami memandang, tolong kami melihat jejak anugerah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!