Tetap di Jalan yang Benar

Info

Kamis, 9 April 2020

Tetap di Jalan yang Benar

Baca: Yohanes 14:1-7

14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ? —Yohanes 14:5

Tetap di Jalan yang Benar

Senja sudah turun saat saya mengikuti Li Bao berjalan menyusuri bagian atas tembok besar yang membelah pegunungan di wilayah pusat Tiongkok. Saya belum pernah melewati jalan ini sebelumnya, dan tidak dapat melihat lebih dari satu langkah di depan serta seberapa curam jurang yang menganga di sebelah kiri kami. Saya hanya bisa menahan napas dan menempel erat pada Li. Saya tidak tahu ke mana kami akan pergi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi saya mempercayainya.

Posisi saya sama seperti Thomas, murid yang kelihatannya selalu butuh diyakinkan. Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Dia harus pergi untuk menyediakan tempat bagi mereka dan mereka tahu jalan “ke mana Dia] pergi” (Yoh. 14:4). Thomas kemudian mengajukan pertanyaan yang logis: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” (ay.5).

Yesus tidak memadamkan keraguan Thomas dengan menjelaskan ke mana Dia akan membawa mereka. Yang Yesus lakukan hanyalah meyakinkan si murid bahwa Dialah jalan menuju ke sana. Itu sudah cukup.

Mungkin kita juga memiliki keraguan tentang masa depan kita. Tidak seorang pun tahu persis apa yang akan terjadi di depan. Hidup ini penuh lika-liku yang tidak terduga. Itu tidak apa-apa, karena mengenal Yesus saja sudah cukup—Dia yang adalah “jalan dan kebenaran dan hidup” (ay.6).

Yesus tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Yang Dia minta dari kita hanyalah berjalan dekat dengan-Nya.—Mike Wittmer

WAWASAN
Seorang anak muda yang kaya mendekati Yesus dengan keyakinan bahwa karena perbuatan baiknya ia dijamin mendapat tempat di surga (Mrk. 10:17-20). Yesus mengoreksi pemahaman anak muda itu dengan memintanya menyerahkan seluruh hartanya dan mengikut Dia untuk memperoleh “harta di surga” (ay.21). Hal itu membuat para murid berpikir. Mereka juga telah meninggalkan keluarga dan pekerjaan mereka untuk mengikuti Yesus (Mat. 4:18-22; 9:9). Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk. 10:28). Yesus meneguhkan hati mereka dengan menyatakan bahwa mereka pasti akan menerima upah untuk pengorbanan mereka dan memperoleh apa yang diinginkan oleh anak muda kaya itu—“hidup yang kekal” (ay.17,30). Namun Dia juga mengingatkan mereka tentang bahaya tinggi hati (ay.31). Jangan sampai mereka menganggap diri mereka yang “terbesar” di kerajaan-Nya (9:33-34) karena pengorbanan, pencapaian, dan seberapa lama mereka melayani Dia. —K.T. Sim

Apa yang paling kamu khawatirkan tentang masa depan? Mengapa mengikut Yesus saja sudah cukup menjadi bekal menjalani masa depan tersebut?

Bapa, tolonglah kami menyadari bahwa dalam perjalanan kami kepada-Mu, Anak-Mulah jalannya.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 13-14; Lukas 10:1-24

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!