Prediksi yang Salah

Minggu, 19 April 2020

Prediksi yang Salah

Baca: Yeremia 23:16-22

23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;

23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!”

23:18 Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

23:19 Lihatlah, angin badai TUHAN, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, –angin puting beliung–dan turun menimpa kepala orang-orang fasik.

23:20 Murka TUHAN tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan benar-benar mengerti hal itu.

23:21 “Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.

23:22 Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat.

Nabi yang mendapat pesan dari Aku haruslah menyampaikan pesan itu dengan sebenarnya.—Yeremia 23:28 BIS

Prediksi yang Salah

Pada tengah hari tanggal 21 September 1938, seorang ahli meteorologi muda memperingatkan Badan Meteorologi AS tentang badai topan yang mengarah ke utara menuju wilayah New England. Namun, kepala lembaga itu mencemooh prediksi Charles Pierce. Baginya tidak mungkin badai tropis akan bergerak hingga sejauh itu ke arah utara.

Namun, dua jam kemudian, badai topan dahsyat pun datang menyapu area Long Island. Pada pukul empat sore, badai tersebut telah sampai di New England dan menghempaskan banyak kapal ke darat serta meruntuhkan bangunan-bangunan ke laut. Korban tewas mencapai lebih dari 600 orang. Seandainya para korban menerima peringatan Pierce—yang dibuat berdasarkan data yang akurat dan peta yang terperinci—mungkin mereka akan selamat.

Kitab Suci menasihati kita untuk mengetahui perkataan siapa yang memang patut didengar. Pada zaman Nabi Yeremia, Allah memperingatkan umat-Nya untuk mewaspadai nabi-nabi palsu. “Jangan dengarkan perkataan para nabi yang selalu hanya memberi harapan yang kosong. Mereka hanya menyampaikan khayalan mereka sendiri dan bukan pesan-Ku” (Yer. 23:16 bis). Allah berkata tentang mereka, “Andaikata mereka tahu apa yang terkandung dalam pikiran-Ku, tentulah mereka telah menyampaikan kepada umat-Ku segala yang telah Kuucapkan” (ay.22 bis).

“Nabi-nabi palsu” masih ada. Mereka memberikan nasihat tetapi mengabaikan Allah sama sekali atau memutarbalikkan kata-kata-Nya demi tujuan mereka. Namun, melalui firman dan Roh-Nya, Allah telah memberikan apa yang kita perlukan untuk membedakan yang salah dan yang benar. Ketika kita mengukur segalanya dengan kebenaran firman-Nya, perkatan dan kehidupan kita sendiri akan semakin mencerminkan kebenaran itu kepada orang lain.—Tim Gustafson

WAWASAN
Di Yeremia 23, melalui Nabi Yeremia, Allah menegur para “gembala” (para raja dan imam, ay.1-2) dan nabi-nabi (ay.9-40) karena ketidaktaatan mereka dan karena mereka menyesatkan bangsanya. Para gembala dipanggil untuk menjadi pemimpin kudus yang memimpin dan melindungi; namun, mereka malah menghancurkan dan menyerakkan “kambing domba gembalaan [Allah]” (ay.1). Alih-alih menyampaikan kebenaran Allah, para nabi itu malah “bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel” (ay.13). Mereka “berkelakuan tidak jujur” dan “menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya” (ay.14). Allah mengingatkan umat-Nya untuk tidak mendengarkan nabi-nabi palsu yang tidak berbicara atas nama Allah dan hanya menawarkan “harapan yang sia-sia” (ay.16). Karena menolak mendengar, Yehuda akan diasingkan ke tangan Babel. Namun Allah tidak akan melupakan mereka untuk selama-lamanya (ay.3-8).—Alyson Kieda

Standar apa yang saya gunakan saat memutuskan sesuatu itu benar atau tidak? Adakah yang perlu diubah dari sikap saya terhadap mereka yang tidak sependapat dengan saya?

Ya Allah, begitu banyak orang yang mengaku berbicara atas nama-Mu. Bantu kami mengenali apa yang benar-benar Engkau katakan. Jadikan kami peka kepada Roh-Mu, dan bukan kepada roh dunia ini.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10

Bagikan Konten Ini
24 replies
  1. Junita Pangaribuan
    Junita Pangaribuan says:

    Apakah sate ini bisa ditambahkan dengan lagu puji2an dan kolom diskusi? Terima kasih

  2. Rico Art
    Rico Art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak Berkat dan pertolonganMu kepada kami hari lepas hari yang tiada hentinya
    Amin

  3. WarungSateKamu
    WarungSateKamu says:

    Hi Kak,

    Untuk diskusi kakak bisa leave comment di kolom komentar di bawah. Untuk puji-pujian, kami belum dapat menyiapkan fitur tersebut. Terima kasih.

    Salam,
    Tim WarungSaTeKaMu

  4. Estherlie
    Estherlie says:

    Ya Allah, jadikan kami peka terhadap roh-Mu dan bukan kepada roh dunia ini.
    Amin🙏🏻😇

  5. Hans
    Hans says:

    @vivie : miliki hubungan yg erat dengan Tuhan melalui saat teduh. Sama halnya dengan hubungan keluarga. apabila erat, maka kita akan tau apa kehendak Tuhan dan apa yg Dia ingin sampaikan. Kalau roh di dalam kita tdk setuju dengan nubuatan itu, maka bs jadi karena nubuatan itu salah.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *